SATUJABAR, BANDUNG–Bencana tanah longsor menimbun sedikitnya 30 rumah warga di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Tiga orang dilaporkan tewas, dan upaya pencarian korban lainnya yang diduga masih tertimbun, masih terus dilakukan.
Badan Penggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan, telah terjadinya bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Bencana longsor melanda Kampung Pasir Kuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (24/01/2026) dinihari.
Menurut Pranata Humas Ahli BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, bencana tanah longsor mengakibatkan sedikitnya 30 rumah warga tertimbun dan terdampak material longsor. Bencana tanah longsor setelah wilayah tersebut, Jum’at (23/01/2026) malam, diguyur hujan lebat disertai angin kencang.
“Kurang lebih 30 rumah warga tertimbun dan terdampak material longsor. Wilayah tersebut, pada Jum’at malam diguyur hujan deras disertai angin kencang,” ujar Hadi, dalam keterangannya, Sabtu (24/01/2026).
Hadi menyebutkan, tiga orang dilaporkan ditemukan tewas tertimbun. Hingga Sabtu (24/01/2026), petugas gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban lainnya yang hilang dan diduga masih tertimbun material longsor, jumlahnya sekitar sepuluh orang.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, telah mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem di wilayah Jawa Barat, dalam sepekan ke depan. Cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, serta angin kencang.
“BMKG mengimbau masyarakat waspada, karena pada periode 23 hingga 29 Januari 2026, diperkirakan terjadi peningkatan curah hujan di wilayah Jawa Barat,” ujar Kepala BMKG Bandung ,Teguh Rahayu, dalam keterangannya, Jumat (23/01/2026).
Masyarakat diminta melakukan langkah-langkah antisipatif dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Kondisi cuaca dinamis dan masyarakat tetap tenang dengan meningkatkan kewaspada terhadap perubahan cuaca.
Hadi menjelaskan, dalam sepekan ke depan, terjadi peningkatan pertumbuhan awan hujan. Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang, serta petir, diperkirakan terjadi di sejumlah wilayah.
Wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, diantaranya wilayah Bandung Raya, Priangan Timur, Kabupaten Cianjur, Subang, Sukabumi, Cirebon, Kuningan, serta Kabupaten Indramayu.
Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung hingga akhir Maret 2026. BMKG mengimbau masyarakat terus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, dan risiko bencana yang bisa menyertainya,
“Kami juga mengimbau masyarakat, tidak mudah percaya terhadap informasi yang tidak bersumber dari instansi resmi,” ungkap Hadi.







