SATUJABAR, BANDUNG–Sudah sebelas korban tewas ditemukan Tim SAR gabungan dalam bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Dari seluruh korban yang dilaporkan hilang, 23 orang ditemukan selamat, dan 79 lainnya yang diduga tertimbun material longsor masih terus dicari.
Proses pencarian Tim SAR gabungan terhadap korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus dilakukan. Bencana tanah longsor disertai aliran deras air dari lereng gunung menimpa dua kampung di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, yakni Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda.
Total sudah sebelas korban ditemukan sudah menjadi mayat. Sementara korban lainnya yang dilaporkan hilang, 22 orang ditemukan selamat dan 79 lainnya yang diduga masih tertimbun material longsor, terus dicari.
“Jadi sampai Minggu (25/01/2026) hari ini, laporan yang kita terima, korban ditemukan meninggal dunia 11 orang, 23 orang selamat, dan 79 lainnya masih terus dicari,” ujar Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra, kepada wartawan, Minggu (25/01/2026).
Niko mengatakan, proses pencarian terhadap korban dilaporkan hilang, dan diduga masih tertimbun material longsor, terus dilanjutkan memasuki hari kedua. Tim SAR gabungan berusaha menyisir titik-titik hingga bergerak ke atas (lereng gunung), yang dicurigai korban diduga tertimbun.
“Tim SAR gabungan berusaha menyisir tirik-titik yang dicurigai. Bahkan, sejak pagi proses pencarian korban dioptimalkan hingga bergerak ke atas (lereng gunung), mengingat kondisi cuaca lumayan cerah,” kata Niko.
Proses pencarian korban memasuki hari kedua, juga mengerahkan anjing pelacak dari Polda Jawa Barat. Proses pencarian dilakukan secara hati-hati, mengingat kondisi medan yang terjal, berbahaya, serta rawan kemungkinan terjadinya longsor susulan.
“Tetap berhati-hati, dengan kondisi medan yang terjal, berbahaya, dan rawan terjadi longsor susulan. Lumpur dari material longsor sangat tebal, ditambah potensi hujan di siang hari bisa meningkatkan risiko,” ungkap Niko.
Proses pencarian korban juga menurunkan dua unit alat berat. Selama proses pencarian korban, masyarakat diingatkan untuk tidak mendekati lokasi longsor, dengan menempatkan personel kepolisian berjaga di sepanjang jalan.







