SATUJABAR, BANDUNG–Sudah memasuki hari keenam, operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang belum ditemukan, kembali dilanjutkan. Masih ada 27 korban hilang yang diduga masih tertimbun tanah longsor, sementara total jenazah sudah ditemukan dan dievakuasi 53 korban.
Meski cuaca kurang mendukung diguyur hujan sejak pagi, operasi pencarian korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, kembali dilanjutkan. Operasi pencarian korban sudah memasuki hari keenam, Kamis (29/01/2026), sejak bencana tanah longsor menerjang dan menimbun sedikitnya 30 rumah warga di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu (25/01/2026) dinihari.
Menurur Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Madya TNI Y. Bramantyo, operasi Tim SAR gabungan mencari korban yang belum ditemukan memasuki haro keenam, akan difokuskan di sektor A1 dan A2. Proses pencarian korban yang diduga masih tertimbun material longsor, kemudian akan diperluas hingga ke sektor B2.
“Untuk hari ini (memasuki hari keenam), seperti hari sebelumnya, operasi Tim SAR gabungan akan fokus di sektor A1, A2. Proses pencarian korban kemudian akan diperluas dengan menyeberang ke sektor B2,” ujar Bramantyo dalam keterangannya, Kamis (29/01/2026).
Bramantyo mengatakan, kondisi cuaca masih menjadi tantangan utama. Cuaca tidak menentu karena hujan, berdampak pada pelaksanaan operasi belum bisa berjalan maksimal. Hujan di lokasi pencarian korban belum ditemukan, meningkatkan risiko terhadap personel.
“Harapan kita hari ini bisa lebih baik. Namun, sekarang saja cuaca sudah gelap lagi, kita berdoa bersama-sama agar cuaca mendukung sehingga kegiatan operasi pencarian korban bisa berjalan maksimal,” kata Bramantyo.
Operasi pencarian korban didukung 17 unit alat berat yang dikerahkan dan disebar di worksite fokus pencarian. Selain itu, juga telah meminta tambahan kekuatan, khususnya untuk alat berat ekskavator berukuran besar, dengan kapasitas 200 PC.
“Mudah-mudahan hari ini ada penambahan alat berat, terutama ekskavator berukutan besar sehingga proses pencarian korban bisa lebih mudah. Selain tentunya kekuatan personel dan relawan mencapai dua ribu lebih, namun tidak semua di lapangan karena mengutamakan efektivitas,” ungkap Bramantyo.
27 Korban Hilang Masih Dicari
Sementara itu, hingga Rabu (28/01/2026) malam, total sudah 53 jenazah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi Tim SAR gabungan. Berdasarkan data korban hilang, masih terdapat 27 orang belum ditemukan.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Teten Ali Mulku, total sudah 53 jenazah yang sudah ditemukan dan doevakuasi berdasarkan laporan hingga pukul 20.00 WIB. Upaya pencarian korban yang belum ditemukan terus dilakukan, karena masih terdapat 27 korban hilang.
“Data hingga pukul 20.00 WIB, Rabu kemarin, korban jiwa yang sudah berhasil ditemukan dan dievakuasi sudah 53 jenazah. Masih terdapat 27 korban hilang masih dalam tahap pencarian,” ujar Teten dalam keterangannya, Kamis (29/01/2026).
Teten menjelaskan, sebagian besar jenazah korban sudah berhasil dikenali idenritasnya. Proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, di Posko Tim DVI di Puskesmas Desa Pasirlangu.
“Total 37 jenazah korban yang sudah terindentifikasi. 16 jenazah lainnya masih dalam proses,” ungkap Teten.







