• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Sabtu, 14 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Krisis Air dan Ketahanan Pangan Mengancam Indonesia, BMKG Dorong Restorasi Sungai dan Pemanenan Air Hujan sebagai Solusi Strategis

Editor
Kamis, 08 Mei 2025 - 04:00
Kemarau hari tanpa hujan kekeringan sawah

Hari tanpa hujan cukup panjang akan terjadi di sejumlah daerah saat musim kemarau mendatang, ungkap rilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (IMAGE: BMKG)

BANDUNG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa perubahan iklim yang kian ekstrem telah memicu krisis air dan mengancam ketahanan pangan nasional. Dalam Talkshow Kongres Gerakan Restorasi Sungai Indonesia (GRSI) dan Gerakan Pemanenan Air Hujan Indonesia (GMHI) 2025, BMKG menyebut restorasi sungai dan pemanenan air hujan sebagai dua solusi strategis untuk menghadapi tantangan tersebut.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menyampaikan bahwa Indonesia saat ini berada di titik kritis akibat dampak perubahan iklim yang ditandai dengan peningkatan suhu rata-rata dan kejadian cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi, seperti banjir dan kekeringan. “Kenaikan suhu rata-rata pada 2024 mencapai 27,52°C, dengan anomali tahunan sebesar +0,81°C dari normal, menunjukkan tren pemanasan global yang mengkhawatirkan,” ujar Dwikorita.

RelatedPosts

250 Peserta Ikuti Mudik Gratis di Kota Bandung

Jangan Parkir Sembarangan di Kota Bandung Jika Tak Mau Kena Derek

Perdana, Pemkot Bandung Gelar Salat Idulfitri di Plaza Balai Kota

Ia menambahkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia kini mengalami suhu udara yang terus berada di atas persentil ke-95 sepanjang tahun. Kondisi ini, menurutnya, dapat memperparah krisis air karena ketimpangan antara pasokan air berlimpah di musim hujan dan kelangkaan saat musim kemarau.

Dwikorita menekankan pentingnya pendekatan strategis yang terencana dan berbasis data ilmiah, yaitu melalui restorasi sungai dan pemanenan air hujan. Restorasi sungai, katanya, dapat memperbaiki ekosistem sungai dan meningkatkan daya tampung air, sementara pemanenan air hujan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya air permukaan yang semakin terbatas.

“Tanpa upaya serius dan kolaboratif, masyarakat terutama di daerah rawan kekeringan akan semakin merasakan dampak perubahan iklim,” ujarnya.

BMKG, lanjutnya, memainkan peran penting dalam penyediaan data iklim dan prakiraan cuaca yang mendukung perencanaan kebijakan air. Lembaga ini juga terus bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan sistem informasi iklim, termasuk Sistem Informasi Hidrologi dan Hidroklimatologi untuk Wilayah Sungai (SIH3).

SIH3 dirancang untuk memberikan data hidrologi dan iklim secara menyeluruh guna mendukung pengambilan keputusan dalam restorasi sungai dan pemanenan air hujan, serta memberikan peringatan dini terhadap risiko kekeringan atau banjir.

Dwikorita menegaskan bahwa tantangan perubahan iklim tidak bisa ditanggulangi dengan pendekatan jangka pendek. Diperlukan strategi adaptif dan cerdas dalam pengelolaan air yang melibatkan kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta.

“Gerakan Restorasi Sungai dan Gerakan Pemanenan Air Hujan adalah langkah nyata yang harus segera diterapkan untuk menjaga ketersediaan air dan mendukung ketahanan pangan nasional,” pungkasnya.

Tags: bmkgkrisis airkrisis panganpanen hujan

Related Posts

Terminal bus di Kota Bandung.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

250 Peserta Ikuti Mudik Gratis di Kota Bandung

Editor
14 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Pemerintah Kota Bandung kembali menyelenggarakan program mudik gratis bagi masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026. Program ini...

Parkir sembarangan kena derek.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Jangan Parkir Sembarangan di Kota Bandung Jika Tak Mau Kena Derek

Editor
14 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung meningkatkan pengawasan terhadap parkir liar selama masa libur Lebaran 2026 untuk menjaga...

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.(Foto: Humas Pemkot Bandung)

Perdana, Pemkot Bandung Gelar Salat Idulfitri di Plaza Balai Kota

Editor
14 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Akhir pekan depan, umat Muslim akan merayakan Idulfitri 1447 Hijirah. Menurut informasi dari Pemerintah Kota Bandung, untuk...

Harga emas hari ini antam melambung tinggi

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Batangan Sabtu 14/3/2026 Rp 2.997.000 Per Gram

Editor
14 Maret 2026

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 14/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual Rp 2.997.000 per gram sebelum...

(Foto: Dok. Komdigi)

Meta Respons Sidak Pemerintah Indonesia, Temui Menkomdigi

Editor
13 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Platform digital Meta mengirimkan pejabat kebijakan publik regionalnya yang diutus oleh kantor global Meta untuk membahas mengenai...

Ilustrasi korban tenggelam di sungai.(Foto:Istimewa).

Bocah di Ciamis Ditemukan Tewas di Sungai Citanduy Usai 3 Hari Hilang

Editor
13 Maret 2026

SATUJABAR, CIAMIS--Arkenan, bocah berusia lima tahun di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ditemukan tewas terseret aliran Sungai Citanduy. Korban ditemukan sudah...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.