SATUJABAR, BANDUNG–Memasuki hari keempat, Selasa (27/01/2026), jumlah korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, yang berhasil ditemukan terus bertambah. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat, telah menerima total 47 kantong jenazah (korban) dari Tim SAR gabungan, sebanyak 30 jenazah diantaranya sudah berhasil didentifikasi.
Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban bencana tanah longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, yang belum ditemukan. Proses pencarian hingga memasuki hari keempat, Selasa (27/01/2026), Tim SAR gabungan sudah berhasil menemukan, mengevakuasi, dan mengirim total 47 kantong jenazah (korban) ke Posko Tim Disarter Victim (DVI) Polda Jawa Barat di Puskesmas Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua.
Dari total 47 kantor jenazah korban bencana tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, sebanyak 30 korban sudah berhasil diidentifikasi. Ke-30 jenazah korban sudah diserahkan Tim DVI kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Kami sudah berhasil mengidentifikasi total 30 jenazah korban. Seluruh jenazah sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Dokkes Polda Jawaa Barat, Kombes Pol. Iwansyah dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (27/01/2026).
Irwansyah mengatakan, Tim DVI Polda Jawa Barat menerapkan berbagai metode identifikasi jenazah, mulai pencocokan sidik jari, pemeriksaan ciri-cirik fisik, hingga pemeriksaan barang-barang yang melekat pada tubuh korban. Selain itu, pengambilan sampel DNA korban untuk diproses di laboratorium DNA Polda Jawa Barat.
Irwansyah mengimbau warga yang merasa kehilangan anggota keluarganya mendatangi Posko Tim DVI untuk mempercepat proses pencocokan data antemortem, atau pencocokan data korban sebelum meninggal dunia, dan postmortem, atau pemeriksaan terhadap jenazah korban.
Keluarga juga diminta untuk melengkapi data dan informasi pendukung, seperti ciri fisik khusus, tanda lahir, kondisi gigi, hingga kebiasaan korban. Data dan informasi diperlukan untuk mempermudah kerja tim dalam proses identifikasi.
“Tanda tubuh yang khas, penggunaan perhiasan tertentu, seperti cincin, pakaian terakhir yang dikenakan korban akan sangat membantu dalam proses identifikasi,” jelas Irwansyah.
Tim SAR gabungan yang terus berjibaku melakukan proses pencarian korban yang belum ditemukan, harus menghentikan aktivitasnya, sekitar pukul 14.00 WIB. Proses pencarian dihentikan, karena hujan mengguyur lokasi longsor yang dikhawatirkan terjadinya longsor susulan dan bisa membahayakan.
Proses pencarian korban kembali dilanjutkan setelah hujan reda, hingga dihentikan pada pukul 17.30 WIB. Semua petugas diminta meninggalkan worksite untuk kembali ke masing-masing posko.
“Hasil operasi pencarian di hari keempat, Selasa, 27 Januari 2026, Tim SAR gabungan menyerahkan delapan body pack (kantong jenazah) ke Posko Tim DVI di Puskesmas. Jadi, total jenazah, sejak hari pertama operasi pencarian, sudah 47 body pack yang diserahkan,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana, dalam keterangannya, Selasa (27/01/2026).







