• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 14 Januari 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Kontribusi Sumedang Lestarikan Pencak Silat

Editor
Minggu, 04 Januari 2026 - 05:38
Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat hadir dalam silaturahmi perguruan pencak silat, di Asia Plaza Sumedang, Sabtu (3/1/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat hadir dalam silaturahmi perguruan pencak silat, di Asia Plaza Sumedang, Sabtu (3/1/2026).(Foto: Humas Pemkab Sumedang)

Sudah dinyatakan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia oleh UNESCO, membuat Pencak Selat menjadi aset yang sangat bernilai bagi Bangsa Indonesia, khususnya Jawa Barat.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang turut berkomitmen melestarikan dan mengembangkan seni pencak silat yang telah dinobatkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) dunia oleh UNESCO.

Komitmen Pemkab diwujudkan dengan hadirnya Gedung Pusat Pencak Silat Jawa Barat yang berlokasi di kawasan Kiara Payung. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan, penguatan prestasi, serta pemersatu seluruh insan pencak silat.

Pencak silat merupakan salah satu kebanggaan daerah yang tidak hanya bernilai sebagai olahraga bela diri, tetapi juga mengandung nilai-nilai budaya, filosofi, dan pembentukan karakter generasi muda. “Kami memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan pencak silat sebagai warisan dunia agar tetap hidup di tengah masyarakat,” kata Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila saat hadir dalam silaturahmi perguruan pencak silat, di Asia Plaza Sumedang, Sabtu (3/1/2026).

Pelestarian pencak silat, lanjut Wabup, harus berlandaskan pada nilai-nilai luhur, seperti empati, sikap membela kebenaran, serta melindungi yang lemah. Ia menekankan bahwa pencak silat bukan ajang untuk menunjukkan kehebatan semata, melainkan sarana membangun karakter berlandaskan filosofi Sunda silih asah, silih asih, dan silih asuh. “Silat harus mengedepankan empati. Kalian harus menjadi pembela dan melindungi yang lemah, bukan menjadikan silat sebagai ajang untuk menjadi jagoan,” katanya.

Wabup mengajak seluruh perguruan pencak silat di Kabupaten Sumedang untuk menjadikan pencak silat sebagai sarana membangun karakter generasi muda. “Kekuatan tidak digunakan untuk dipertentangkan, melainkan untuk saling melengkapi demi tujuan bersama, yaitu menjaga warisan budaya dan mengharumkan nama daerah,” katanya.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) Provinsi Jawa Barat, Dadang Hermansyah, ajang silaturahmi bertujuan meningkatkan sinergi dan kebersamaan antar insan pencak silat di Sumedang. “PPSI hadir untuk mencetak atlet-atlet berprestasi, dan ini harus kita dukung bersama agar prestasi pencak silat terus meningkat hingga ke tingkat internasional,” katanya.

Ia menekankan bahwa kolaborasi antarperguruan menjadi kunci dalam pembinaan atlet sekaligus pelestarian nilai-nilai luhur pencak silat sebagai seni budaya bangsa yang diakui dunia.

 

Tags: pencak silatsumedangWakil Bupati Sumedang

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.