Berita

Konservasi Kuda Laut Indonesia Ditetapkan di Lima Lokasi

JAKARTA – Konservasi kuda laut Indonesia ditetapkan di lima lokasi yang diharapkan dapat menjadi model untuk diterapkan di provinsi lainnya. Hal itu merupakan ikhtiar menjaga keberlanjutan kuda laut di Indonesia diperkuat melalui peningkatan kapasitas dalam pemantauan perikanan dan perdagangan.

Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Sistem Biota Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Masayu Rahmia Anwar Putri, mengatakan penetapan lima lokasi tersebut merupakan tindak lanjut dari hasil lokakarya sebelumnya yang membahas berbagai ancaman terhadap kelestarian kuda laut sekaligus strategi pengelolaannya di Indonesia.

“Jadi, yang pertama adalah di Bintan – Kepulauan Riau, kemudian ada di Kota Baru, Kalimantan Selatan, Kepulauan Selayar – Sulawesi Selatan, kemudian di Seram Bagian Timur – Maluku, dan juga Lombok Timur – Nusa Tenggara Barat,” kata Masayu, pada Lokakarya bertajuk “Teknik Identifikasi, Pengukuran, dan Monitoring Kuda Laut” di Gedung B. J. Habibie, Jakarta, Rabu (26/8) seperti dikabarkan Humas BRIN.

Selain lima lokasi utama tersebut, tiga wilayah lain juga dinilai penting untuk dilakukan pendataan, yakni Jawa Timur, Banten, dan Kalimantan Barat. Jawa Timur disebut sebagai salah satu pusat perdagangan dan lalu lintas kuda laut, sedangkan Kalimantan Barat memiliki potensi tangkapan sampingan kuda laut dengan data yang masih terbatas.

Delapan dari 13 jenis kuda laut di Indonesia.(Image: BRIN)

Penetapan lokasi percontohan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, NGO, akademisi, hingga pihak karantina. Dalam kegiatan tersebut, para peserta mengidentifikasi empat ancaman utama terhadap keberlanjutan kuda laut, yaitu degradasi habitat, pengelolaan data yang belum terintegrasi, tekanan penangkapan, serta pengawasan perdagangan yang masih perlu dioptimalkan.

“Jadi, empat ancaman ini yang memang cukup menjadi concern kita untuk keberlanjutan kuda laut,” tegas Masayu.

Untuk mengatasi ancaman tersebut, para pemangku kepentingan merumuskan delapan strategi nasional. Strategi tersebut meliputi pendataan, edukasi dan sosialisasi mengenai kuda laut, peningkatan kapasitas, kolaborasi, penguatan kebijakan, mitigasi dampak perikanan, rehabilitasi habitat, serta pengetatan pengawasan.

Strategi pengelolaan kemudian disusun dalam tiga tahap, yaitu jangka pendek, menengah, dan panjang. Dalam jangka pendek, kegiatan diarahkan pada edukasi dan penyadartahuan, pelatihan identifikasi dan monitoring, kolaborasi data melalui citizen science, pemetaan dan perlindungan habitat, koordinasi di tingkat desa, serta pembentukan forum lintas sektor.

Untuk jangka menengah, upaya difokuskan pada integrasi basis data, penguatan platform digital dan dashboard data, pemantauan stok serta habitat secara berkala, penyusunan indeks ekologi untuk mendukung pengambilan keputusan, serta pengembangan riset dan budi daya yang berkelanjutan.

Sementara dalam jangka panjang, pengelolaan diarahkan pada inovasi dan keberlanjutan. Kebijakan diharapkan berbasis data dan bukti ilmiah, disertai harmonisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, penggunaan alat tangkap yang selektif, penataan ruang pesisir, serta pengembangan mata pencaharian berkelanjutan. Pemanfaatan kuda laut secara non-ekstraktif juga diarahkan melalui wisata edukasi dan kegiatan konservasi.

Editor

Recent Posts

BRIN Dorong Kementerian KKP Perkuat Data Biota Kuda Laut, Kenapa?

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mendorong Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta…

24 menit ago

Kuda Laut Indonesia Mencapai 13 Jenis dari 46 Jenis di Dunia

JAKARTA – Kuda laut Indonesia terdapat 13 jenis dari total 46 jenis yang diketahui secara…

31 menit ago

Persaingan Penyiaran, Menkomdigi: Jangan Korbankan Kualitas

Persaingan penyiaran merupakan buah dari industri untuk menjadi yang terdepan dalam berebut atensi masyarakat yang…

38 menit ago

Kemkomdigi Minta Meta Percepat Pemulihan Akun WhatsApp

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital meminta Meta segera memulihkan akun WhatsApp masyarakat yang terdampak…

45 menit ago

Omzet Bandung Great Sale 2026 Rp1,52 Miliar

BANDUNG – Omzet Bandung Great Sale (BGS) 2026 sebesar Rp1.526.914.542 selama tiga hari pelaksanaan pada…

2 jam ago

La Liga 2026-2027: Real Madrid VS Sociedad 4-1, Mbappe Hattrick

BANDUNG – La Liga 2026-2027 memasuki pekan kedua bagi Real Madrid dan Real Sociedad. Pertarungan…

4 jam ago

This website uses cookies.