UMKM

Kemenperin Dorong Transformasi IKM Fesyen Berkelanjutan Lewat Festival Inovatif di Bali

SATUJABAR, JAKARTA – Industri fesyen tak lagi sekadar urusan gaya dan tren. Di era yang makin peduli terhadap lingkungan, fesyen kini dituntut bertransformasi menjadi industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Menyadari potensi sekaligus tantangan ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan transformasi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) fesyen menuju arah yang lebih hijau.

“Dengan kekayaan budaya wastra dan kreativitasnya, pelaku IKM fesyen Indonesia punya potensi besar menerapkan konsep industri berkelanjutan,” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Selasa (9/9) di Jakarta.

Menurut Menperin, transformasi ini bukan hanya berdampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru—melibatkan komunitas lokal, desainer muda, hingga pelaku IKM dari berbagai daerah.

 

Dari Fesyen, Mendorong Ekonomi Hijau

Sebagai bentuk nyata, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus mendorong pengembangan industri fesyen yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau.

Salah satunya melalui Sustainable Fashion Festival (SFF) 2025 yang digelar 2–3 Agustus lalu di Denpasar, Bali. Festival ini merupakan hasil sinergi Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK), unit kerja di bawah Ditjen IKMA, bersama brand fesyen berkelanjutan TRI Cycle.

“Festival ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Selain jadi ajang edukasi dan kreativitas, ini juga merupakan aksi nyata menuju fesyen berkelanjutan,” kata Dirjen IKMA Reni Yanita.

 

SFF 2025: Inovasi, Edukasi, dan Aksi Hijau

Dengan mengusung tema “Celebrate the Better Fashion”, SFF 2025 menghadirkan berbagai program inspiratif:

Fashion show dari 8 brand fesyen berkelanjutan

Pameran karya dari 17 pemenang Indonesia Fashion and Craft Award (IFCA)

Workshop kreatif seperti ecoprint, crochet, dan plastic fusion

Talkshow edukatif diikuti lebih dari 120 peserta

Repair Corner bersama komunitas penjahit lokal

Clothes Swap yang berhasil mengumpulkan 760 kg pakaian bekas

Bazar IKM yang diikuti 39 brand dari berbagai daerah dan mencatat penjualan lebih dari Rp 58 juta

Klinik SINI BISA, menyediakan layanan konsultasi legalitas usaha untuk IKM seperti NIB, SIINas, dan TKDN IK

 

“Antusiasme ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap fesyen berkelanjutan,” tambah Reni. “Kami yakin masa depan industri fesyen Indonesia akan lebih cerah dengan pendekatan yang bertanggung jawab dan inklusif.”

 

Luncurkan Inisiatif Baru: Rekynd Hub dan Brickini

Tak hanya jadi panggung bagi brand lokal, SFF 2025 juga menjadi ajang peluncuran dua inisiatif baru dari TRI Cycle—alumni program Creative Business Incubator BPIFK 2018—yaitu Rekynd Hub dan Brickini.

Menurut Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto, kedua inisiatif ini membawa pendekatan inovatif dalam pengelolaan limbah tekstil.

“Rekynd Hub menjadi ruang pengelolaan tekstil berbasis circularity. Pengunjung bisa menyumbang pakaian bekas, mengolahnya, atau membeli preloved lokal berbasis berat,” jelasnya.

Sementara Brickini, hasil kolaborasi dengan Parongpong Raw Lab, mengolah limbah pakaian renang dari produsen di Bali menjadi produk baru yang fungsional dan berdaya pakai tinggi.

“Kami ingin masyarakat melihat pakaian bukan hanya sebagai barang konsumsi sementara, tapi aset yang bisa diolah kembali dan memberi nilai tambah,” tegas Dickie.

 

Fesyen Berkelanjutan, Masa Depan Industri Kreatif Indonesia

Dengan keberhasilan penyelenggaraan SFF 2025, Kemenperin berharap semangat ini terus tumbuh dan menjadi gerakan nasional. Fesyen Indonesia bukan hanya tampil di panggung mode, tapi juga menjadi contoh transformasi industri kreatif yang bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan.

“Festival ini hanyalah langkah awal. Kami ingin membangun ekosistem fesyen yang kuat, hijau, dan berdaya saing global,” tutup Reni.

Editor

Recent Posts

Swiss-Belresort Dago Heritage Hadirkan International Yoga Retreat: Singapore x Bandung

SATUJABAR, BANDUNG - Memperingati International Wellness Day, Swiss-Belresort Dago Heritage Bandung berkolaborasi dengan zOyoga Singapore…

5 jam ago

Polda Jabar Ungkap Kasus Korupsi Jembatan Cipamuruyan Sukabumi, Negara Dirugikan Rp.9,8 Miliar

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat mengungkap kasus dugaan tindak pidana korupsi konstruksi Jembatan Cipamuruyan di wilayah…

8 jam ago

IHSG Selasa 30 Juni 2026 Ditutup Anjlok 3,05%

SATUJABAR, BANDUNG – IHSG Selasa 30 Juni 2026 ditutup anjlok 3,05 % ke level 5.643.19.…

8 jam ago

Pengangguran Kota Bandung Capai 99.300 Orang, Ini Langkah Pemkot

Pengangguran Kota Bandung yang saat ini masih mencapai sekitar 99.300 orang membutuhkan penanganan yang taktis…

8 jam ago

Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 Kembali Dibuka

Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026, pendaftaran pada 30 Juni hingga 31 Juli 2026 dengan…

10 jam ago

Swiss-Belresort Dago Heritage Kembali Jadi Official Hotel Partner dan Start Venue BDG100 Ultra Trail Run 2026

SATUJABAR, BANDUNG - Swiss-Belresort Dago Heritage dengan bangga mengumumkan kembali kemitraannya dengan BDG Explorer sebagai…

10 jam ago

This website uses cookies.