(Foto: Dok. Kementerian Ekraf)
JAKARTA – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menyatakan dukungan penuh terhadap upaya distribusi film Rangga & Cinta ke pasar internasional. Dalam pertemuan dengan tim produksi Miles Film, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan komitmen pemerintah untuk mendorong film Indonesia menembus layar global melalui kolaborasi lintas sektor dan strategi promosi yang kreatif.
“Kementerian Ekraf akan mendukung Rangga & Cinta dengan kolaborasi berbagai pihak untuk merancang promosi yang inovatif. Kami juga ingin memperluas jaringan distribusi film Indonesia, baik di dalam negeri maupun luar negeri,” ujar Irene saat menerima audiensi Miles Film di Gedung Autograph Tower, Thamrin Nine, Jakarta, Rabu (16/7).
Irene menekankan pentingnya strategi bertahap untuk menjangkau penonton lokal terlebih dahulu, termasuk menghidupkan kembali koridor ekonomi kreatif Jakarta dari Blok M hingga Kota Tua. Ia juga menyarankan aktivasi promosi melalui kolaborasi dengan InJourney di sejumlah titik strategis seperti Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), hingga Garuda Indonesia.
Menurutnya, keberhasilan sebuah film tidak hanya terletak pada cerita, tetapi juga pada bagaimana film tersebut dikelola sebagai Intellectual Property (IP). “Satu karya film harus diperhatikan dari aspek keuangan, strategi distribusi, dan kolaborasi dengan berbagai lembaga serta jenama lokal agar memberi nilai tambah ekonomi,” imbuh Irene.
Miles Film dikenal sebagai rumah produksi yang konsisten menghadirkan karya-karya berkualitas sejak berdiri tahun 1995. Mereka telah merilis sejumlah film populer seperti Petualangan Sherina (2000), Ada Apa Dengan Cinta (2002), Laskar Pelangi (2008), dan Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016).
Produser Miles Film, Mira Lesmana, menyampaikan harapannya agar dukungan dari Kemenparekraf dapat memperkuat ekosistem perfilman nasional.
“Film yang dibuat di Indonesia bisa menjadi jendela budaya ke dunia. Melalui cerita yang kuat, festival internasional, dan strategi distribusi yang tepat, film Indonesia bisa menjangkau penonton global,” ujar Mira.
Ia menambahkan bahwa film terbaru Rangga & Cinta, yang dijadwalkan tayang pada 2 Oktober 2025, merupakan kelanjutan dari IP Ada Apa Dengan Cinta yang sangat ikonik. Selain cerita, film ini akan menghadirkan elemen khas seperti puisi, lagu, serta berbagai produk turunannya.
“Semua orang bisa merayakan masa SMA, keindahan puisi, dan musik dalam Rangga & Cinta. Kami siapkan berbagai lini promosi, mulai dari merchandise, buku, fesyen, kosmetik, hingga produk-produk lokal,” jelas Mira.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Agustini Rahayu, Direktur Film, Animasi, dan Video Doni Setiawan, serta Direktur Penerbitan dan Fotografi Iman Santosa. Diskusi mencakup strategi pemasaran dan distribusi global serta pemanfaatan IP film untuk memperluas dampak ekonomi kreatif nasional.
SATUJABAR, BANDUNG--Dua pelaku perampokan di rumah yang ditempati pria lanjut usia (lansia) di Kota Bandung,…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
28 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau berdasarkan hasil monitoring BMKG hingga akhir Mei…
SATUJABAR, JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program Makan…
Asian Open Water Swimming Championship 2026 akan mempertandingkan tiga nomor, yakni 5 kilometer putra dan…
SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…
This website uses cookies.