Gaya Hidup

Kembali Berdjaya Akan Buka Resto di Korea Didukung Penuh Kemenekraf

Kembali Berdjaya Group adalah perusahaan yang bergerak di sektor bisnis kuliner (food and beverage / F&B) dan gaya hidup di Indonesia.

JAKARTA – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Kembali Berdjaya Group untuk menjajaki potensi kolaborasi pembukaan restoran kuliner Nusantara di Republik Korea. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Ekraf mendorong kuliner Indonesia menembus pasar global, sekaligus memperkuat perannya dalam rantai pasok ekonomi kreatif dan kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya (kiri), berdialog dengan Project Founder Kembali Berdjaya Grup, Meta Rosiana (kanan) saat menerima audiensi Kembali Berdjaya Grup di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, Rabu (12/08/2026).

“Langkah ini sangat strategis dalam memperkuat identitas kuliner tradisional kita agar mampu bersaing dan memiliki posisi tawar yang kuat di kancah internasional. Pemerintah sepenuhnya mendukung inisiatif pelaku usaha lokal yang berani melakukan ekspansi global demi membawa cita rasa asli Indonesia ke panggung dunia,” ujar Teuku Riefky di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Rabu (12/8).

Dalam pertemuan berkala tersebut, kedua pihak membahas sejumlah dukungan strategis, mulai dari arahan kebijakan dan fasilitasi promosi internasional hingga perluasan jejaring. Pembahasan juga mencakup upaya memperkuat konektivitas ekosistem kreatif Indonesia dan Republik Korea, membuka peluang kolaborasi ekonomi kreatif, serta memfasilitasi business matching dengan mitra strategis dan investor potensial.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Kementerian Ekraf, subsektor kuliner menjadi kontributor terbesar bagi ekonomi kreatif pada 2025 dengan proporsi mencapai 41,06% dan pertumbuhan sebesar 8,44%. Kinerja ekspor barang subsektor kuliner juga menunjukkan tren positif, meningkat dari 0,23 miliar dolar AS pada Januari–April 2025 menjadi 0,28 miliar dolar AS pada periode yang sama pada 2026.

“Kehadiran produk lokal di luar negeri akan menjadi motor penggerak baru bagi penguatan ekspor berbasis kuliner. Kami siap memfasilitasi restoran yang mau buka di luar negeri. Nantinya, kami akan sambungkan untuk business matching dengan investor asal Indonesia, promosi, serta integrasi dengan UMKM yang terverifikasi, yang nantinya akan ditindaklanjuti bersama direktorat Kementerian Ekraf terkait,” tegas Menteri Ekraf.

Restoran Indonesia yang akan dikembangkan Kembali Berdjaya Group di Seoul akan mengusung konsep kuliner dan kopi kontemporer yang tetap mempertahankan cita rasa autentik Indonesia. Kehadiran restoran ini diharapkan dapat memperkenalkan warisan hospitality Indonesia sekaligus memperluas pengenalan kuliner Nusantara di Republik Korea. Pemilihan Seoul sebagai lokasi didasarkan pada besarnya potensi pasar food and beverage (F&B) serta tingginya daya beli masyarakat urban terhadap tren kuliner khas Asia Tenggara.

“Kami berkomitmen membangun restoran Indonesia di Korea ini bukan sekadar tempat makan, melainkan sebuah platform hospitality Indonesia yang adaptif, scalable, dan dapat terus berkembang di pasar internasional. Kami sekaligus mengapresiasi mendalam atas respons positif Kementerian Ekraf yang diharapkan mampu mempercepat realisasi peta jalan ekspansi gerai kami di Seoul,” ungkap Project Founder Kembali Berdjaya Grup, Meta Rosiana.

Dalam agenda audiensi ini, Menteri Ekraf didampingi Direktur Kuliner Kementerian Ekraf, Romi Astuti; Direktur Pengembangan Fasilitasi Kekayaan Intelektual, M. Fauzi; serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Isu Strategis dan Antar Lembaga, Gemintang Kejora Mallarangeng.

Editor

Recent Posts

Liga Inggris 2026-2027: Arsenal Awali Liga dengan Manis

BANDUNG – Liga Inggris 2026-2027 atau English Premier League kembali bergulir pada akhir Agustus 2026.…

1 menit ago

Warga Terdampak Karhutla 3 Juta Jiwa, Kemenkes Terjunkan Tim

JAKARTA - Warga terdampak karhutla menembus 3 juta orang di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut…

52 menit ago

BRIN – Universitas Nurtanio Bangun Drone Ramah Lingkungan

TANGERANG SELATAN: Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk (PRBB) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkolaborasi…

57 menit ago

Karhutla Kalimantan Ditangani 12.880 Petugas Gabungan

Karhutla tercatat seluas 38.319 hektare di Kalimantan Barat, 8.019 hektare di Kalimantan Selatan, 7.635 hektare…

1 jam ago

Titik Hotspot Turun 56 Persen, Ungkap Kemenhut

Titik hotspot turun paling signifikan di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Di Kalbar turun menjadi…

1 jam ago

Toba Caldera Culture Festival Jadi Platform Kolaboratif Subsektor Musik

Toba Caldera Culture Festival berlangsung 24-27 September di Kabupaten Samosir. TCCF 2026 menargetkan 2.000 peserta…

2 jam ago

This website uses cookies.