Berita

Kejadian Bencana dan Penanganan oleh BNPB Hingga Kamis (19/2/2026)

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sejak Rabu (18/2), pukul 07.00 WIB, hingga Kamis (19/2), pukul 07.00 WIB.

Adapun yang pertama, fenomena gerakan tanah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (16/2), pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah dan kerusakan rumah warga di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya.

Sebanyak ±5 kepala keluarga (KK) terdampak dan ±47 KK terancam. Kerugian materiil tercatat ±47 rumah terancam, 2 unit rumah rusak berat (RB) dan 3 unit rumah rusak ringan (RR). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan peninjauan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Hingga Rabu (18/2), kejadian masih dalam tahap pendataan dan penanganan.

Cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (17/2), pukul 15.45 WIB. Hujan deras disertai angin kencang berdampak pada wilayah Kecamatan Bayat yang mencakup tiga desa. BPBD setempat melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lapangan.

Selain itu, angin kencang terjadi di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (17/2) pukul 16.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga di Desa Clarak, Kecamatan Leces.

Sebanyak 7 KK terdampak dengan 7 unit rumah mengalami rusak ringan. BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat setempat. Perbaikan rumah dilakukan secara mandiri oleh warga terdampak.

BNPB juga memantau status aktivitas gunung api berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi per (18/2). Terdapat beberapa gunung api berstatus level III (Siaga), antara lain Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), Gunung Merapi (D.I. Yogyakarta) dan Gunung Semeru (Jawa Timur).

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada periode (17/2) hingga (19/2).

BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.

Pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi guna menjamin respons cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan.

Editor

Recent Posts

Libur Imlek 2026: 33.703 Orang Nikmati Jasa KAI Wisata

SATUJABAR, JAKARTA - Momentum libur panjang Imlek 13–17 Februari 2026 menjadi periode yang menggembirakan bagi…

15 jam ago

Polda Jabar Jemput 13 Perempuan Jawa Barat Korban TPPO di NTT

SATUJABAR, BANDUNG--Diiming-iming pekerjaan, sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat, malah menjadi korban sindikat Tindak Pidana…

15 jam ago

Temui Menpora, Ketum KONI Sampaikan Persiapan PON XXII/2028 NTB-NTT

SATUJABAR, JAKARTA – Terkait perkembangan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara, Ketua Umum…

15 jam ago

Gegara Menegur Jukir di Karawang Tewas Dibacok, Pelaku Ditangkap

SATUJABAR, KARAWANG--Seorang juru parkir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tewas dianiaya gegara menegur sekelompok remaja…

18 jam ago

Energi ‘Sunda’ di Hari Jadi Garut Ke-213

SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan…

20 jam ago

Hasil Sidang Komite Disiplin PSSI, Tanggal 2 dan 14 Februari 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas…

20 jam ago

This website uses cookies.