Foto : Dampak yang diakibatkan bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. (BPBD Kabupaten Tasikmalaya)
JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia sejak Rabu (18/2), pukul 07.00 WIB, hingga Kamis (19/2), pukul 07.00 WIB.
Adapun yang pertama, fenomena gerakan tanah terjadi di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat, pada Senin (16/2), pukul 03.00 WIB. Peristiwa ini dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan pergerakan tanah dan kerusakan rumah warga di Desa Sirnajaya, Kecamatan Karangjaya.
Sebanyak ±5 kepala keluarga (KK) terdampak dan ±47 KK terancam. Kerugian materiil tercatat ±47 rumah terancam, 2 unit rumah rusak berat (RB) dan 3 unit rumah rusak ringan (RR). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya telah melakukan peninjauan dan koordinasi dengan pemerintah setempat. Hingga Rabu (18/2), kejadian masih dalam tahap pendataan dan penanganan.
Cuaca ekstrem juga melanda Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa (17/2), pukul 15.45 WIB. Hujan deras disertai angin kencang berdampak pada wilayah Kecamatan Bayat yang mencakup tiga desa. BPBD setempat melakukan asesmen dan koordinasi penanganan di lapangan.
Selain itu, angin kencang terjadi di Kabupaten Probolinggo, Provinsi Jawa Timur pada Selasa (17/2) pukul 16.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan atap rumah warga di Desa Clarak, Kecamatan Leces.
Sebanyak 7 KK terdampak dengan 7 unit rumah mengalami rusak ringan. BPBD Kabupaten Probolinggo telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan aparat setempat. Perbaikan rumah dilakukan secara mandiri oleh warga terdampak.
BNPB juga memantau status aktivitas gunung api berdasarkan data Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi per (18/2). Terdapat beberapa gunung api berstatus level III (Siaga), antara lain Gunung Lewotobi Laki-laki dan Ili Lewotolok (Nusa Tenggara Timur), Gunung Merapi (D.I. Yogyakarta) dan Gunung Semeru (Jawa Timur).
Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada periode (17/2) hingga (19/2).
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau informasi cuaca resmi dari BMKG, memastikan kondisi lingkungan sekitar aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.
Pemerintah daerah bersama BPBD diharapkan memastikan kesiapan personel, peralatan, dan jalur evakuasi guna menjamin respons cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan.
SATUJABAR, JAKARTA - Momentum libur panjang Imlek 13–17 Februari 2026 menjadi periode yang menggembirakan bagi…
SATUJABAR, BANDUNG--Diiming-iming pekerjaan, sebanyak 13 perempuan asal Jawa Barat, malah menjadi korban sindikat Tindak Pidana…
SATUJABAR, JAKARTA – Terkait perkembangan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII/2028 Nusa Tenggara, Ketua Umum…
SATUJABAR, KARAWANG--Seorang juru parkir di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, tewas dianiaya gegara menegur sekelompok remaja…
SATUJABAR, GARUT KOTA – Energi ‘Sunda’ itu terasa menyeruak di area Pusat Kota Garut bersamaan…
SATUJABAR, JAKARTA – Komite Disiplin Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan hasil keputusannya atas…
This website uses cookies.