Gerai UMKM di Stasiun Whoosh KCIC.(Foto: Humas KCIC)
SATUJABAR, JAKARTA – KCIC terus mendorong perekonomian lokal melalui pengembangan kawasan komersial di Stasiun Whoosh. Saat ini, sebanyak 29 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah hadir di lingkungan stasiun untuk memperluas akses pasar produk lokal sekaligus melengkapi layanan bagi penumpang.
General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, kehadiran UMKM merupakan bagian dari upaya KCIC agar operasional Whoosh memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Stasiun Whoosh tidak hanya menjadi tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga menjadi ruang bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan dan memasarkan produknya. Mobilitas pelanggan Whoosh membuka peluang bagi produk-produk lokal untuk semakin dikenal dan menjangkau konsumen dari berbagai daerah yang melakukan perjalanan antara Jakarta dan Bandung,” ujar Eva melalui keterangan resmi.
Sebanyak 29 UMKM tersebut terdiri atas enam UMKM di Stasiun Halim, delapan UMKM di Stasiun Padalarang, dan 15 UMKM di Stasiun Tegalluar Summarecon. Tegalluar Summarecon menjadi stasiun dengan jumlah UMKM terbanyak, diikuti oleh Padalarang dan Halim.
Beragam produk dihadirkan oleh para pelaku UMKM, terutama produk kuliner, makanan tradisional, minuman lokal, oleh-oleh, serta produk kreatif. Produk yang tersedia antara lain batagor, siomay, cendol, soto Bandung, ayam serundeng, mi ayam, cookies, bakpao, kopi, jus, serta berbagai produk khas daerah lainnya.
Kehadiran UMKM di stasiun Whoosh turut membuka peluang perputaran ekonomi lokal melalui transaksi penjualan, aktivitas produksi, keterlibatan pemasok, serta penyerapan tenaga kerja. Hingga Juli 2026, Whoosh telah melayani lebih dari 16,9 juta penumpang sejak beroperasi. Tingginya mobilitas tersebut menghadirkan potensi pasar yang semakin luas bagi para pelaku usaha di lingkungan stasiun.
Secara keseluruhan, terdapat 117 tenant di seluruh stasiun Whoosh. Selain UMKM, kawasan komersial stasiun juga menghadirkan berbagai tenant kuliner nasional, minimarket, layanan perbankan, toko merchandise, smart locker, dan berbagai layanan lainnya. Kehadiran UMKM dan tenant lainnya ditujukan untuk memberikan pengalaman yang semakin nyaman dan lengkap bagi pelanggan selama berada di stasiun.
KCIC mendukung pengembangan UMKM melalui penyediaan ruang usaha, bazar, tenan temporer, promosi produk lokal, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan. Pengembangan kawasan komersial akan terus dievaluasi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan, menjaga standar pelayanan, serta membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dalam ekosistem Whoosh.
“Whoosh diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi mobilitas, tetapi juga membantu menggerakkan aktivitas usaha di wilayah yang dilalui. KCIC akan terus membuka ruang kolaborasi agar keberadaan stasiun Whoosh dapat memberikan nilai tambah bagi pelanggan, pelaku UMKM, dan perekonomian lokal,” tutup Eva.
SATUJABAR, JAKARTA - Satu bulan sejak kepemimpinan Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol.…
SATUJABAR, TRIPOLI LIBYA – KBRI Tripoli atau Kedutaan Besar Republik Indonesia Tripoli memfasilitasi pemulangan tiga…
SATUJABAR, AMMAN JORDAN - Indonesia mengecam dan menegaskan kekerasan warga Israel dan pelanggaran hukum internasional…
SATUJABAR, JAKARTA - Indonesia dan Tiongkok kembali memperkuat kemitraan ekonomi melalui penandatanganan sejumlah nota kesepahaman…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 6/8/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
JAKARTA – bank bjb menjadi sponsor utama penyelenggaraan Liga Jasa Keuangan (LJK) bank bjb 2026…
This website uses cookies.