Berita

Kasus Pembunuhan Subang, 3 Polisi Salahi Prosedur Disanksi

SATUJABAR, BANDUNG – Tiga anggota kepolisian dipastikan akan mendapatkan sanksi disiplin imbas kasus pembunuhan ibu dan anak di Dusun Ciseuti, Desa Jalan Cagak, Kecamatan Jalan Cagak, Kabupaten Subang.

Ketiga anggota kepolisian tersebut dinilai telah menyalahi prosedur penyelidikan dalam proses pengungkapan kasus pembunuhan, yang telah menyita perhatian masyarakat Subang.

Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol. Ibrahim Tompo, kepada wartawan, Kamis (07/12/2023), mengatakan, ketiga anggota kepolisian tersebut, terdiri dari satu perwira dan dua orang berpangkat bintara.

Ketiganya akan segera menjalani sidang kode etik untuk mendapatkan sanksi disiplin dari Polda Jabar.

“Ada total lima orang yang masuk ke tempat kejadian perkara (TKP), sehari setelah kejadian (pembunuhan). Tiga orang di antaranya anggota kepolisian, memasuki TKP, tanpa melaksanakan prosedur penyelidikan yang benar dalam sebuah proses pengungkapan kasus,” ujar Ibrahim.

Ibrahim menegaskan proses terhadap ketiga anggota tersebut sedang berjalan. Soal apa bentuk sanksi disiplin yang akan diberikan, akan dilihat  dari kadar kekeliruan yang telah dilakukannya.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jabar, sebelumnya telah merilis kasus pembunuhan Tuti Suhartini (55) dan putrinya, Amelia Mustika Ratu alias Amel (23).

Kasus pembunuhan ini didalangi suami sekaligus ayah kandung korban, Yosef Hidayah.

Penyidik telah menetapkan lima orang tersangka, terdiri dari Yosef Hidayah, istri mudanya, Mimin, keponakan, M. Ramdanu alias Danu, serta dua anak tirinya, Abi dan Arighi.

Dari kelima tersangka, penyidik hanya melakukan penahanan terhadap Yosef dan Danu.

BERITA ACARA PEMERIKSAAN

Berita acara pemeriksaan (BAP) telah dilimpahkan ke pihak kejaksaan, setelah penyidik tuntas melakukan proses penyidikan dan rangkaian rekonstruksi.

Dalam rekonstruksi terungkap, Yosef ternyata sudah merencanakan untuk membunuh istri dan putrinya, saat berbincang dengan tersangka Danu di warung pecel lele.

Yosef diketahui menjadi dalang sekaligus eksekutor utama dalam pembunuhan keji terhadap istri dan putrinya, meski tetap bersikeras membantah telah membunuh korban.

Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi ketidakpuasan yang berbuah menjadi perasaan dendam tersangka atas jatah uang pemberian dari korban.

Penyidik menjerat Yosef dan tersangka lainnya dengan pasal pembunuhan berencana, sesuai Pasal 340 dan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Tersangka Yosef yang menjadi dalang pembunuhan sekaligus eksekutor utama, terancam hukuman mati, atau maksimal kurungan penjara seumur hidup.

Editor

Recent Posts

Hari Jadi Bogor ke-544, Museum Pajajaran Siap Dikunjungi

SATUJABAR, BOGOR - Hari Jadi Bogor ke-544, Museum Pajajaran mulai diaktivasi. Aktivasi dilakukan secara simbolis…

4 menit ago

Hari Jadi Bogor ke-544: Bayi Dapat Akta Kelahiran Langsung dari Wali Kota

SATUJABAR, BOGOR – Hari Jadi Bogor ke-544 menjadi moment Istimewa bagi sejumlah warga di Kota…

12 menit ago

Wanita Hebat Garut Gelar Fashion Show Kebaya

SATUJABAR, GARUT - Wanita Hebat Garut (Wahegar) menyelenggarakan peringatan Milad ke-4 di Gedung Pendopo, Kabupaten…

21 menit ago

Bulan Belanja Bandung 2026, Dongkrak Ekonomi dan UMKM

SATUJABAR, BANDUNG – Bulan Belanja Bandung 2026 akan mendorong sektor perekonomian sekaligus mendorong daya saing…

26 menit ago

Polytron Indonesia Open 2026: Seru! Jojo Kalahkan Alwi di 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

10 jam ago

KPK Tangkap Tangan TPK Pengurusan Izin Tinggal Warga Negara Asing di Kementerian Imipas

SATUJABAR, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan peristiwa tertangkap tangan terhadap sejumlah pihak yang…

10 jam ago

This website uses cookies.