Gedung saksi perundingan Indonesia dan Belanda usai Proklamasi Kemerdekaan RI di Linggarjati Kabupaten Kuningan Jawa Barat.(Foto: Disparbud Jabar)
SATUJABAR, BANDUNG – Di kaki Gunung Ciremai yang sejuk, sebuah rumah peristirahatan di Desa Linggarjati, Kuningan, mendadak menjadi pusat perhatian dunia pada 11 November 1946.
Suasana di luar ruangan sangat tegang. Di berbagai daerah, dentum senjata masih terdengar karena pasukan Belanda (NICA) mencoba merebut kembali tanah air setelah Proklamasi Kemerdekaan.
Demi mencegah pertumpahan darah yang lebih besar, pemerintah Indonesia memilih jalan diplomasi. Perdana Menteri Sutan Sjahrir, seorang diplomat muda yang cerdas, memimpin delegasi Indonesia. Beliau harus berhadapan dengan Wim Schermerhorn dari Belanda di bawah penatapan tajam Lord Killearn selaku penengah dari Inggris.
Selama tiga hari, perdebatan sengit terjadi di dalam ruangan. Sjahrir berjuang keras mempertahankan kedaulatan penuh, sementara Belanda bersikeras menancapkan kembali pengaruhnya. Di tengah kebuntuan, Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta sempat hadir secara informal untuk mencairkan suasana politik yang kaku.
Pada 15 November 1946, kesepakatan akhirnya tercapai. Melalui Perjanjian Linggarjati, Belanda akhirnya dipaksa mengetuk palu untuk mengakui kekuasaan Republik Indonesia secara de facto. Meski wilayahnya saat itu terbatas hanya meliputi Jawa, Sumatra, dan Madura, momen ini menjadi batu pijakan yang sangat penting. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, eksistensi kedaulatan Indonesia diakui di mata hukum internasional.
Sumber: Berbagai sumber/Diolah
Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2026 (14/8). Perhelatan ini berlangsung di Istora Gelora Bung Karno,…
SATUJABAR, CIREBON--Memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Dua orang pria di Kota Cirebon, Jawa Barat, ditangkap setelah…
JAKARTA– Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum perkembangan situasi dan penanganan bencana di sejumlah wilayah…
SATUJABAR, JAKARTA – KADI atau Komite Anti Dumping Indonesia Jumat, (14/8) memulai penyelidikan antidumping untuk…
Target KDKMP sebanyak 30.000 unit disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan di Sidang Tahun…
SATUJABAR, JAKARTA - Verifikasi penerima bansos atau bantuan sosial berbasis data meningkat sekitar 20 kali…
This website uses cookies.