Peluncurkan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (6 Mei 2026).(Foto: Humas Ekraf)
Konferensi akan diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, dan ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara. Forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, akademisi, komunitas, serta investor dalam satu platform yang mengintegrasikan perumusan kebijakan dan kerja sama bisnis.
SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 untuk memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui forum ini, Indonesia turut menyiapkan dokumen Jakarta Vision for Creative Economy sebagai dasar pembentukan agenda kebijakan ekonomi kreatif di tingkat global.
“WCCE sejak awal bukan hanya forum diskusi, tetapi platform untuk menyusun agenda kebijakan internasional. Fokusnya adalah memastikan ekonomi kreatif masuk dalam prioritas global dengan output yang terukur,” ujar Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, dalam acara peluncuran yang berlangsung di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (6/5).
Peluncuran ini dihadiri oleh 27 perwakilan kementerian/lembaga, 70 perwakilan asosiasi bisnis, dan 48 perwakilan media. Kehadiran juga mencakup organisasi internasional seperti British Council dan US-ASEAN Business Council, serta perwakilan negara sahabat antara lain Filipina, Malaysia, dan Rusia.
Konferensi akan diselenggarakan pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta International Expo (JIEXPO), Kemayoran, dan ditargetkan melibatkan sekitar 80 negara. Forum ini mempertemukan pemerintah, organisasi internasional, pelaku industri, akademisi, komunitas, serta investor dalam satu platform yang mengintegrasikan perumusan kebijakan dan kerja sama bisnis.
Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2018, WCCE telah berkontribusi pada lahirnya dua resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 2019 dan 2023. Pada edisi 2026, Indonesia menargetkan penyusunan Jakarta Vision for Creative Economy sebagai dasar pengajuan resolusi lanjutan di Sidang Majelis Umum PBB.
“Dokumen Jakarta Vision akan dirumuskan bersama negara peserta dan ditujukan untuk menjadi resolusi berikutnya di PBB, sehingga ekonomi kreatif memiliki pijakan kebijakan yang lebih kuat secara global,” ujar Menteri Ekraf.
Kinerja sektor ekonomi kreatif nasional menjadi dasar penguatan posisi Indonesia dalam forum tersebut. Pada 2024, kontribusinya mencapai Rp 1.611,15 triliun atau 7,28% terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) nasional. Pada 2025, capaian utamanya meliputi:
– Ekspor sebesar 31,94 miliar dolar AS
– Investasi sebesar Rp 183,01 triliun
– Penyerapan tenaga kerja sebanyak 27,4 juta orang
Angka tersebut menjadi landasan untuk mendorong target kontribusi PDB ekonomi kreatif sebesar 8,0–8,4% pada 2029, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi ekonomi kreatif.
WCCE 2026 mengusung tema Inclusively Creative: Collective Continuity dengan pendekatan kolaboratif lintas sektor yang menggabungkan forum kebijakan, pertemuan bilateral, dan business matching untuk menghasilkan kesepakatan serta kerja sama konkret.
Salah satu komponen utama adalah Creativillage yang menjadi ruang integrasi antara pameran, interaksi bisnis, dan aktivasi industri yang terhubung dengan Screenverse dan KultKreo.
Screenverse merupakan platform terintegrasi berskala internasional yang menghubungkan ekosistem industri berbasis layar seperti film, serial, gim, streaming, dan konten digital dalam satu ruang kolaboratif yang mempertemukan kreator, studio, platform, dan investor untuk mendorong investasi serta distribusi karya ke pasar global.
Sementara KultKreo berfokus pada penguatan talenta ekonomi kreatif berbasis kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP) melalui pengembangan karya, perlindungan hak cipta, dan perluasan akses pasar, khususnya pada subsektor fesyen, musik, dan budaya populer.
Plt. Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif, Dian Permanasari, menambahkan bahwa forum ini juga memfasilitasi pertemuan bilateral dan business matching lintas negara untuk mempercepat realisasi kerja sama.
“Melalui skema pertemuan antarpemerintah dan pelaku usaha, WCCE membuka ruang implementasi kerja sama yang dapat ditindaklanjuti secara langsung,” ujarnya.
WCCE 2026 menjadi bagian dari rangkaian Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) yang mengaktivasi kegiatan ekonomi kreatif di berbagai daerah secara nasional.
SATUJABAR, BANDUNG--Polres Cimahi, Jawa Barat, yang membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Cicih…
BANDUNG – Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) saat ini menjadi salah satu tulang…
SATUJABAR, BANDUNG - Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP PERSIS) menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah…
Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi kekuatan gastronomi dunia. Kekayaan rempah, keragaman budaya, serta tradisi…
SATUJABAR, PEMALARANG - Koordinator Regional Badan Gizi Nasional (BGN) Jawa Tengah, Reza Mahendra, membantah kabar…
Data International Air Transport Association (IATA) memproyeksikan Indonesia akan menjadi pasar penerbangan terbesar keempat di…
This website uses cookies.