Berita

Inflasi Pasca Lebaran 2025 Terkendali, Harga Kebutuhan Pokok Stabil di Kabupaten Bekasi

BANDUNG – Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan bahwa tingkat inflasi pasca Lebaran 2025 tetap terkendali, dengan harga kebutuhan pokok yang bergerak stabil dan masih dalam batas wajar. Meskipun sempat terjadi kenaikan harga menjelang Ramadan dan Idulfitri, kondisi tersebut tidak memberikan dampak signifikan terhadap stabilitas ekonomi masyarakat.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bekasi, Muhamad Ridwan, menjelaskan bahwa pengendalian inflasi terus dilakukan secara optimal melalui pemantauan harga harian secara terkoordinasi oleh berbagai pihak terkait.

“Perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari Februari hingga saat ini masih cukup stabil,” ujarnya saat ditemui di Komplek Kantor Pemda Bekasi, Rabu (9/4/2025). Ridwan menyebut, IHK dikatakan stabil jika masih berada di bawah angka 2,5 persen.

Ia mengakui adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas utama seperti cabai dan beras menjelang hari besar keagamaan, namun menurutnya, rata-rata kenaikan tersebut hanya sekitar 1 persen dan masih tergolong wajar.

“Secara keseluruhan, IHK untuk semua komoditas di Kabupaten Bekasi masih aman dan terkendali dengan baik,” tambahnya dikutip situs Pemkab Bekasi.

Berdasarkan data Februari 2025, komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain emas perhiasan, wortel, vitamin, bensin, bayam, air kemasan, ayam bakar, pepaya, kentang, kangkung, beras, bahan bakar rumah tangga, sabun mandi cair, kacang panjang, kopi bubuk, cumi-cumi, buncis, dan udang basah.

Sementara itu, sejumlah komoditas yang tercatat menyumbang deflasi meliputi tarif listrik, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras, jeruk, buah naga, tomat, bawang merah, sawi putih, ikan kembung, apel, dan baju kaos tanpa kerah.

Meski tidak termasuk daerah penghitungan IHK secara langsung, Kabupaten Bekasi menggunakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) sebagai indikator utama untuk memantau dinamika harga. IPH dihitung oleh Badan Pusat Statistik (BPS) berdasarkan data yang dikumpulkan harian oleh Dinas Perdagangan melalui sistem pemantauan pasar kebutuhan pokok (SP2KP).

Dalam lingkup Provinsi Jawa Barat, Kabupaten Bekasi menempati peringkat ke-13 dalam pemeringkatan IPH, berada di bawah Kabupaten Karawang dan di atas Kabupaten Bandung Barat. Adapun data IPH Kabupaten Bekasi pada Februari 2025 menunjukkan fluktuasi dengan rincian: Minggu pertama (1,74 persen), minggu kedua (-2,30 persen), minggu ketiga (-2,64 persen), dan minggu keempat (-1,33 persen).

Dengan kondisi inflasi yang relatif stabil, Pemerintah Kabupaten Bekasi optimistis situasi ekonomi daerah akan tetap kondusif pasca Lebaran 2025. Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus menjaga daya beli masyarakat melalui pemantauan harga yang ketat dan penggunaan IPH sebagai alat analisis utama guna mengantisipasi potensi gejolak harga di masa mendatang.

Editor

Recent Posts

Hantavirus: Kenali Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

SATUJABAR, JAKARTA - Hantavirus menjadi sorotan publik dan meramaikan perbincangan di berbagai platform digital. Menanggapi…

2 jam ago

Kejadian Bencana Senin 11 Mei 2026, Data BNPB

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang menimbulkan dampak…

2 jam ago

Hilirisasi Buah Tropis, Kemenperin: Dongkrak IKM

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi buah tropis menjadi program yang dijalankan dengan menyasar klaster industri kecil…

2 jam ago

Konvoi Persib, 10 Insiden Kecelakaan di Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG – Konvoi Persib usai menang melawan Persija Minggu 10 Mei 2026 menyebabkan sejumlah…

2 jam ago

Truk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan dan Warga di Bogor, 1 Tewas 1 Luka

SATUJABAR, BOGOR--Peristiwa kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Truk tangki…

3 jam ago

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi atsiri berujung dengan penguatan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai…

3 jam ago

This website uses cookies.