Berita

Kejadian Bencana Senin 11 Mei 2026, Data BNPB

SATUJABAR, JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sejumlah kejadian bencana yang menimbulkan dampak cukup signifikan di berbagai wilayah Indonesia hingga Senin (11/5), pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi, kejadian bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir masih dominan di sejumlah daerah, sedangkan kebakaran lahan dan hutan dilaporkan juga terjadi.

Bencana banjir yang tercatat terjadi sedikitnya di dua daerah, pertama di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, pada Jumat (8/5), pukul 10.00 WITA, setelah terjadinya luapan Sungai Balo-Balo yang merendam permukiman warga dan lahan persawahan serta perkebunan di Desa Balo-Balo, Kecamatan Watu.

Akibat kejadian ini sedikitnya enam kepala keluarga (KK) terdampak yang rumahnya terendam banjir. Sedangkan dampak lainnya, hasil kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat mencatat, seluas 80 hektare lahan persawahan terendam banjir, 10 hektare kebun sawit serta 10 hektare tambak terdampak. Pada Minggu (10/5) banjir dilaporkan telah surut menyusul tim gabungan melakukan penanganan dan monitoring ketinggian air.

Bergeser ke wilayah lain, banjir juga terjadi di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Jumat (8/5) sekitar pukul 14.15 WITA. Banjir dengan tinggi muka air mencapai satu meter ini berdampak pada 178 KK atau 317 jiwa, di Kelurahan Lepo-Lepo, Kecamatan Baruga.

Dampak banjir di Kendari menyebabkan 153 unit rumah terendam, termasuk satu fasilitas ibadah dan dua fasilitas pendidikan. Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Kendari telah melakukan kaji cepat, pemantauan kondisi banjir, evakuasi warga terdampak, hingga distribusi air bersih bagi masyarakat.

Banjir pada Minggu (10/5) dilaporkan telah berangsur surut. Meski demikian, BPBD masih bersiaga apabila terjadi potensi bencana serupa terjadi lagi.

BACA JUGA: Korban Tewas Gunung Dukono Ditemukan Semuanya

Sementara itu, kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dilaporkan terjadi di Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, pada Minggu (10/5) sekira pukul 15.56 WITA. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwenang.

BPBD Kabupaten Nunukan mencatat luas lahan yang terbakar mencapai sekitar dua hektare. Tim gabungan segera melakukan upaya pemadaman dengan mengerahkan personel, peralatan, dan kendaraan pendukung. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada hari yang sama sekira pukul 18.33 WITA.

Memasuki periode peralihan musim dari penghujan menuju kemarau, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Perubahan pola cuaca yang terjadi pada masa transisi musim berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas tinggi dalam durasi singkat yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Di sisi lain, mulai berkurangnya curah hujan di beberapa daerah juga meningkatkan risiko terjadinya karhutla, khususnya di wilayah yang memiliki lahan gambut dan kawasan rawan kekeringan.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana untuk terus memantau informasi cuaca dan peringatan dini melalui kanal resmi pemerintah, seperti BMKG dan BNPB. Masyarakat juga diharapkan menjaga kebersihan lingkungan dan saluran air, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melakukan evakuasi mandiri apabila muncul tanda-tanda potensi bahaya di sekitar tempat tinggal.

Pemerintah daerah turut didorong untuk memastikan sistem peringatan dini berjalan optimal, meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan, menyiapkan jalur evakuasi serta logistik darurat, dan memperkuat sosialisasi mitigasi bencana kepada masyarakat, khususnya di wilayah dengan tingkat kerawanan tinggi.

Editor

Recent Posts

Hantavirus: Kenali Gejala, Pengobatan dan Pencegahannya

SATUJABAR, JAKARTA - Hantavirus menjadi sorotan publik dan meramaikan perbincangan di berbagai platform digital. Menanggapi…

42 menit ago

Hilirisasi Buah Tropis, Kemenperin: Dongkrak IKM

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi buah tropis menjadi program yang dijalankan dengan menyasar klaster industri kecil…

1 jam ago

Konvoi Persib, 10 Insiden Kecelakaan di Kota Bandung

SATUJABAR, BANDUNG – Konvoi Persib usai menang melawan Persija Minggu 10 Mei 2026 menyebabkan sejumlah…

1 jam ago

Truk Tangki Air Tabrak 4 Kendaraan dan Warga di Bogor, 1 Tewas 1 Luka

SATUJABAR, BOGOR--Peristiwa kecelakaan lalu-lintas menelan korban jiwa terjadi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Truk tangki…

2 jam ago

Hilirisasi Atsiri Melalui Pengembangan Pusat Flavor and Fragrance di Bali

SATUJABAR, JAKARTA – Hilirisasi atsiri berujung dengan penguatan Pusat Flavor and Fragrance (PFF) Bali sebagai…

2 jam ago

Pria di Bandung Tikam Mantan Adik Ipar, Dendam karena Bercerai dengan Istri

SATUJABAR, BANDUNG--Seorang pria di Kota Bandung, Jawa Barat, menghabisi mantan adik ipar usai bercerai dengan…

2 jam ago

This website uses cookies.