• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Jumat, 29 Agustus 2025
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Industri Manufaktur RI Makin Percaya Diri, IKI Tembus 53,55 di Agustus

Editor
Jumat, 29 Agustus 2025 - 07:28
Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief.

Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief.

SATUJABAR, JAKARTA – Kinerja industri manufaktur Indonesia kembali menunjukkan tren positif. Indeks Kepercayaan Industri (IKI) pada Agustus 2025 tercatat di level 53,55, naik dibandingkan bulan sebelumnya (52,89) maupun periode yang sama tahun lalu (52,40).

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, mengatakan penguatan ini ditopang oleh meningkatnya pesanan dan persediaan produk. “Indeks pesanan naik 2,98 poin menjadi 57,38 dan persediaan produk juga naik 2,05 poin ke 57,04,” jelas Febri di Jakarta, Kamis (28/8).

Meski begitu, variabel produksi justru turun ke angka 44,84. Menurut Febri, hal ini disebabkan oleh sebagian perusahaan yang memilih menahan produksi sambil memanfaatkan stok bahan baku lama. “Pembatasan pasokan gas pada Agustus juga jadi salah satu faktor yang membuat pelaku industri lebih hati-hati,” katanya.

Gas industri, khususnya Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), disebut masih menjadi isu krusial. Febri mencontohkan, pada industri oleokimia, setoran pajak meningkat hingga enam kali lipat setelah mendapat kepastian pasokan gas HGBT. Ia pun mengapresiasi langkah cepat Menteri ESDM dalam memastikan suplai gas kembali stabil.

Dari 23 subsektor industri pengolahan, 21 di antaranya tercatat ekspansi. Industri alat angkutan lainnya serta industri percetakan dan reproduksi media jadi subsektor dengan kinerja terbaik, didorong pesanan ekspor dan permintaan domestik.

Pasar ekspor juga cukup menggembirakan. IKI berorientasi ekspor naik menjadi 54,11, sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas 12,56 persen (yoy) di Triwulan II 2025. Sementara itu, permintaan dalam negeri tetap kuat dengan IKI domestik di level 52,64.

Kemenperin mencatat hampir 80 persen pelaku usaha menyatakan kondisi usahanya meningkat atau stabil. Optimisme untuk enam bulan ke depan pun naik tipis ke 68,1 persen, sementara tingkat pesimisme menurun menjadi 5,6 persen.

Febri menegaskan, IKI merupakan gambaran nyata kondisi industri nasional karena melibatkan lebih banyak responden dibanding Purchasing Manager Index (PMI). “IKI sejalan dengan data BPS dan bisa dijadikan acuan dalam membaca arah sektor manufaktur kita,” pungkasnya.

Tags: industri manufakturkemenperin

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.