Berita

Indonesia Pasok SDM Investasi Tiongkok Miliaran Dolar AS

SATUJABAR, JAKARTA – Kementerian Perindustrian memrioritaskan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) industry untuk menghadapi persaingan pasar global yang semakin ketat. Saat ini, sektor industri manufaktur nasional membutuhkan talenta unggul yang memiliki keahlian teknis tinggi serta daya inovasi yang kuat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, penciptaan SDM kompeten yang mampu mendukung pertumbuhan sektor industri manufaktur nasional dapat dilakukan melalui penyelenggaraan pendidikan vokasi yang saat ini menjadi prioritas nasional.

“Pendidikan vokasi menjadi fondasi utama untuk mendukung pertumbuhan sektor manufaktur yang berkelanjutan agar lulusan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, baik di dalam negeri maupun pasar global,” kata Menperin dalam keteranannya di Jakarta, Selasa (28/4).

Untuk mencapai tujuan tersebut, Kemenperin menyelenggarakan pendidikan vokasi di bawah naungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), yang mencakup 11 politeknik, 2 akademi komunitas, serta 9 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sebagai upaya menyelaraskan kebutuhan industri terhadap SDM yang unggul, Kemenperin juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, baik dalam maupun luar negeri. Salah satunya melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara BPSDMI Kemenperin dengan Liuzhou Polytechnic University terkait pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat pada Senin (27/4) di Universitas Gadjah Mada.

Liuzhou Polytechnic University merupakan perguruan tinggi negeri di Liuzhou, Tiongkok, yang berada di bawah Kementerian Pendidikan Republik Rakyat Tiongkok dan berfokus pada industri otomotif, mesin, serta teknologi informasi generasi baru.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi menyampaikan, dalam lima tahun terakhir realisasi investasi Tiongkok di sektor industri strategis seperti hilirisasi mineral, manufaktur, tekstil, hingga teknologi di Indonesia terus meningkat dengan nilai mencapai puluhan miliar dolar AS.

Menurut Doddy, investasi tersebut perlu dibarengi kesiapan SDM industri yang kuat dan kompeten, selaras dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Oleh karena itu, dunia pendidikan harus mampu menciptakan link and match yang nyata dengan sektor industri.

“Kolaborasi pendidikan dan industri antara Indonesia dan Tiongkok perlu terus diperluas. Kehadiran China-Indonesia TVET Industry-Education Alliance (CITIEA) yang belum lama diresmikan merupakan langkah sangat baik dan perlu dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Wakil Presiden Liuzhou Polytechnic University, Qiu Fuming juga menyampaikan apresiasi kepada Kemenperin atas dukungan dalam pembentukan CITIEA dan keikutsertaan sebagai anggota aliansi.

“Kerja sama ini sangat penting bagi Tiongkok dan Indonesia untuk melaksanakan integrasi industri dan pendidikan, seperti pertukaran mahasiswa dan dosen, beasiswa pendidikan, penelitian akademik, kuliah umum, seminar, pengembangan program pendidikan, hingga dukungan terhadap sekolah dan politeknik Kemenperin sebagai anggota CITIEA,” ujarnya.

Sebelumnya, BPSDMI telah melaksanakan kunjungan kerja ke sejumlah kampus dan perusahaan industri di Tiongkok guna melihat secara langsung penerapan pendidikan vokasi, perkembangan teknologi industri, serta keselarasan antara teknologi yang digunakan di industri dengan proses pembelajaran di kampus.

Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Vokasi Industri (PPPVI) Wulan Aprilianti Permatasari menyatakan, kerja sama dengan kampus-kampus Tiongkok merupakan langkah strategis agar Kemenperin mampu menyiapkan SDM yang dapat menjawab kebutuhan investor industri Tiongkok di Indonesia.

“Kami berharap, dengan bergabung dalam CITIEA, jejaring kerja sama semakin luas dan memberikan manfaat lebih besar bagi pengembangan SDM industri di Indonesia. Sinergi antara dunia pendidikan dan industri juga semakin erat sehingga mampu mendorong kemajuan industri nasional serta memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global,” tuturnya.

Guna memenuhi kebutuhan tenaga kerja nasional, saat ini Kemenperin tengah membuka pendaftaran siswa dan mahasiswa baru pada unit pendidikan vokasi melalui Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) Bersama 2026 yang dapat diakses hingga Mei 2026 melalui laman jarvis.kemenperin.go.id.

 

Editor

Recent Posts

RUPST bank bjb: Angkat Susi Jadi Komut, Ayi Dirut, dan Sebar Dividen Rp 900 Miliar

RUPST Tahun Buku 2025 pada Selasa, 28 April 2026 melahirkan sejumlah Keputusan penting antara lain…

38 menit ago

MBG Lahirkan Generasi Lebih Sehat dan Badan Tinggi, Indonesia Ingin Seperti Jepang

Kepala BGN menjelaskan pada fase awal, intervensi dilakukan melalui penyediaan makanan bergizi, kemudian berlanjut edukasi,…

53 menit ago

Kemenperin Donkrak Literasi IKM Fesyen dan Kriya Tangkap Peluang Bisnis Global

Kemenperin melalui Ditjen IKMA secara rutin meningkatkan literasi pelaku IKM kriya dan fesyen, salah satunya…

1 jam ago

Menhut Bertemu Presiden Ford Foundation, Ini yang Dibahas

Dalam pertemuan itu, Menhut menyatakan komitmennya untuk mempercepat pengakuan bagi 95 Masyarakat Hukum Adat. SATUJABAR,…

1 jam ago

Turnamen Bulu Tangkis Senior Internasional Hundred Hoo Haa Cup 2026 Siap Digelar

Turnamen itu bakal mempertandingkan berbagai kategori usia mulai 35-70 tahun, mencakup nomor tunggal putra, tunggal…

1 jam ago

KONI Targetkan Skateboard Indonesia Bersinar di Asian Games Aichi-Nagoya dan Olimpiade LA

Harapan itu disampaikan usai Ketum KONI Pusat mengukuhkan dan melantik Ketum PB. Porserosi masa bakti…

2 jam ago

This website uses cookies.