• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Minggu, 1 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Indonesia Berpeluang Menjadi Pusat Industri Halal Dunia

Editor
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:05
busana muslim lebaran hijab jilbab

Busana muslimah (ilustrasi/pexels)

BANDUNG – Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi hub atau pusat industri halal global, seiring dengan rencana strategis dalam master plan industri halal nasional. Sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, Indonesia dapat memanfaatkan potensi pasar produk halal global, yang diperkirakan akan mencapai USD3,1 triliun pada tahun 2027 dengan tingkat pertumbuhan tahunan sebesar 4,8% (menurut data dari State of the Global Islamic Economy Report (SGIER) 2023/2024).

Untuk meraih potensi tersebut, Indonesia gencar mempromosikan industri halalnya di pasar internasional. Indonesia berpartisipasi aktif dalam acara global seperti World Halal Summit dan Halal Expo Istanbul 2024, yang merupakan salah satu pameran halal terbesar di dunia, serta Malaysia International Halal Showcase di Malaysia. Namun, untuk mencapai target menjadi pusat industri halal dunia, Indonesia perlu menggelar pameran halal berskala internasional yang setara.

RelatedPosts

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

“Fakta menunjukkan bahwa Indonesia masih berada di peringkat kedelapan sebagai pengekspor produk halal. Bahkan, banyak negara non-Muslim yang memproduksi produk halal dan menjadi eksportir bagi negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Untuk itu, industri halal Indonesia harus diperkuat agar dapat bersaing dengan negara-negara tersebut,” ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko SA Cahyanto, dalam pertemuan di Surabaya, Rabu (4/12).

Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko SA Cahyanto
Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian, Eko SA Cahyanto.(FOTO: Humas Kemenperin)

Keikutsertaan Indonesia dalam World Halal Summit dan Halal Expo Istanbul 2024 memiliki beberapa tujuan utama. Pertama, untuk merebut pasar global produk halal, memperkuat daya saing produk halal dalam negeri, dan mendukung target produksi halal. Menurut Sekjen Kemenperin, negara-negara Muslim sangat aktif menggelar pameran halal, dan Indonesia, sebagai negara Muslim terbesar, seharusnya mengikuti langkah tersebut untuk memperkuat posisi di pasar halal dunia.

Melalui partisipasi aktif dalam forum global, business matching, dan promosi produk halal, diharapkan Indonesia dapat semakin memantapkan posisi di kancah internasional, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor industri halal yang berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, delegasi Indonesia melakukan pertemuan strategis dengan perwakilan Abu Dhabi untuk mengeksplorasi peluang pemasaran produk halal di pasar ritel Abu Dhabi. Indonesia juga membahas partisipasinya dalam Beauty Eurasia Cosmetics, Hair, Hygiene, and Private Label Exhibition.

Salah satu co-exhibitor yang difasilitasi Kemenperin dalam pameran ini adalah PT Lestari Jaya Bangsa, produsen obat tradisional. “Meskipun kami bukan pemain besar, kami merasa diperhatikan dan diberi ruang untuk berkembang. Kami berkomitmen untuk terus melaporkan perkembangan hasil pameran ini kepada Kemenperin,” ujar Steven, perwakilan perusahaan.

Co-exhibitor lainnya adalah Kawasan Industri Halal PT Bintan Inti Industrial Estate, yang semakin percaya diri dalam mempromosikan potensi industri halal Indonesia di pasar internasional. “Kami berharap program ini terus berjalan untuk mendukung pelaku industri dalam meningkatkan daya saing global,” ujar Nanda, perwakilan PT Bintan Inti Industrial Estate.

Selama empat hari penyelenggaraan, Paviliun Indonesia berhasil menarik lebih dari 3.000 pengunjung dan mencatatkan nilai potensi transaksi sebesar USD5,9 juta. Sebanyak 200 kontak bisnis potensial terjalin, membuka peluang ekspansi produk halal Indonesia ke pasar global. Inovasi dan kolaborasi yang terjalin selama Halal Expo 2024 diharapkan semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam industri halal dunia.

“Partisipasi Indonesia dalam Halal Expo 2024 menunjukkan bahwa produk halal Indonesia memiliki daya saing tinggi di pasar internasional. Kami optimis hasil dari pameran ini akan membawa dampak positif bagi penguatan industri halal Indonesia,” pungkasnya melalui keterangan resmi.

Tags: industri halalkemenperinKementerian Perindustrian

Related Posts

Smartphone

Timur Tengah Memanas, Jajaran Kemlu Eratkan Komunikasi Dengan WNI

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melalui Direktorat Pelindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) dan Perwakilan RI di kawasan...

Menteri Agama Nasaruddin Umar.(Foto: Istimewa)

Minta Maaf, Menag: Zakat Rukun Islam yang Wajib Ditunaikan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya terkait zakat yang menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat....

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.(Foto: Istimewa)

Kemenhaj Imbau Warga Tunda Umrah, Persiapan Haji Tetap Jalan

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah mencermati perkembangan situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu. Dengan mempertimbangkan...

Bendungan Jatigede Sumedang

Mantap! Daya Saing Kabupaten Sumedang Peringkat Satu di Jawa Barat, Peringkat Lima Nasional

Editor
1 Maret 2026

SATUJABAR, SUMEDANG - Kabupaten Sumedang menempati peringkat pertama di Provinsi Jawa Barat dan peringkat kelima nasional berdasarkan hasil rilis Indeks...

Ilustrasi balapan liar.(Foto:Istimewa).

Balapan Liar di Garut Dibubarkan Polisi, 5 Pemuda dan 12 Sepeda Motor Diamankan

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, GARUT--Aksi balapan liar di Bulan Ramadhan menjelang Sahur di Kabupaten Garut, Jawa Barat, dibubarkan polisi. Lima pemuda berikut 12...

Ilustrasi wanita korban TPPO.(Foto:Istimewa)

Suami-Istri Pelaku TPPO 13 Warga Jabar ke NTT Ditahan Polisi

Editor
28 Februari 2026

SATUJABAR, BANDUNG--Pasangan suami-istri, pelaku tindak pidana perdagangan orang (TPPO) terhadap 13 perempuan warga Jawa Barat ke Nusa Tenggara Timur (NTT),...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.