Berita

Hindari Kecepatan di Atas 80 Km/Jam Saat Ada Aquaplaning

SATUJABAR, JAKARTA – Berkendara saat hujan memerlukan kewaspadaan ekstra, terutama ketika melintasi jalan yang dipenuhi genangan air.

Di balik genangan yang tampak sepele, terdapat ancaman serius bernama aquaplaning, kondisi yang dapat membuat pengemudi kehilangan kendali atas kendaraan dalam hitungan detik.

Aquaplaning terjadi ketika lapisan air mengangkat ban sehingga kehilangan kontak dengan permukaan jalan.

Akibatnya, daya cengkeram ban terhadap aspal berkurang drastis, membuat kendaraan sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko tergelincir hingga memicu kecelakaan.

Risiko aquaplaning sangat dipengaruhi oleh kecepatan kendaraan. Semakin tinggi kecepatan, semakin besar kemungkinan ban kehilangan daya cengkeram terhadap aspal.

Saat melintasi genangan air, pengemudi disarankan menjaga kecepatan di bawah 50 km/jam. Pada rentang kecepatan ini, ban masih mampu memecah air dengan baik sehingga cengkeraman terhadap permukaan jalan tetap terjaga.

Apabila kendaraan melaju dengan kecepatan 50 hingga 70 km/jam, pengemudi perlu meningkatkan kewaspadaan. Pada kecepatan tersebut, risiko ban mulai kehilangan traksi akan meningkat. Karena itu, segera kurangi kecepatan secara bertahap tanpa melakukan pengereman mendadak.

Sementara itu, kecepatan di atas 80 km/jam merupakan zona berbahaya. Dalam kondisi ini, ban sangat rentan kehilangan kontak dengan permukaan jalan sehingga kendaraan dapat tergelincir meskipun hanya melewati genangan air yang relatif tipis.

Selain menjaga kecepatan, terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko aquaplaning. Pengemudi diimbau tidak mengerem secara mendadak saat memasuki genangan air. Sebaiknya lepaskan pedal gas secara perlahan sehingga kendaraan melambat dengan memanfaatkan engine brake.

Pengguna jalan juga perlu memastikan kondisi ban kendaraan selalu dalam keadaan baik. Ketebalan ban harus masih memenuhi standar dan tidak gundul agar kemampuan ban membuang air tetap optimal.

Keselamatan berkendara saat hujan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga oleh kedisiplinan dalam menyesuaikan kecepatan dengan kondisi jalan.

Dengan mengurangi kecepatan dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima, risiko kecelakaan akibat aquaplaning dapat diminimalkan sehingga perjalanan tetap aman hingga tujuan.

 

Sumber: Korlantas Polri

Editor

Recent Posts

Gudang Orderdil di Bogor Kebakaran

SATUJABAR, BOGOR--Sebuah gudang onderdil, atau sparepart, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, ludes terbakar. Kebakaran juga…

41 menit ago

Harga Emas Senin 20/7/2026 Antam Rp 2.610.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Senin 20/7/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

50 menit ago

Konser Lullaboy, Wamen Ekraf Sempatkan Diri Hadir

SATUJABAR, JAKARTA - Konser Lullabory berlangsung 19 Juli 2026 bertajuk Hotels & Heartbreaks Tour di…

3 jam ago

Japan Open 2026: Fajar/Fikri Siap Hadapi China Open

SATUJABAR, JAKARTA - Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

4 jam ago

Kemenpora: Program BERDAYA di Bandung Jadi Jaring Bakat Disabilitas

SATUJABAR, BANDUNG - Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) terus memperluas ekosistem olahraga…

4 jam ago

Piala Dunia 2026: Yamal di Atas Messi, Spanyol Kalahkan Argentina 1-0

SATUJABAR, BANDUNG – Piala Dunia 2026 memasuki babak final. Pada Minggu 19 Juli 2026 waktu…

5 jam ago

This website uses cookies.