Tutur

Gedung Pancasila Diresmikan Saat HUT Kementerian Luar Negeri RI

BANDUNG – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, meresmikan Gedung Pancasila hari ini, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

Gedung tersebut telah melalui proses restorasi intensif selama 10 bulan, yang mengembalikannya ke desain aslinya dari tahun 1945.

Dalam acara peresmian, Menlu Retno menggarisbawahi pentingnya Gedung Pancasila sebagai saksi sejarah dan diplomasi Indonesia. “Ini adalah wajah baru Gedung Pancasila. Gedung ini telah menjadi saksi bagi sejarah bangsa dan perjalanan diplomasi Indonesia,” ujar Menlu Retno dikutip dari situs Kemlu.

“Di Gedung ini, untuk pertama kalinya Pancasila dicetuskan sebagai dasar negara kita. Sejarah dan arti penting Gedung ini akan kita lanjutkan,” tambahnya.

Restorasi Gedung Pancasila dimulai pada September tahun lalu dan merupakan yang pertama sejak renovasi besar-besaran pada 1973-1975.

Proses restorasi ini melibatkan Tim Cagar Budaya dan berbagai ahli untuk memastikan ketelitian dan dedikasi dalam mengembalikan bangunan cagar budaya tersebut ke desain awal.

Dalam sambutannya, Menlu Retno menegaskan bahwa Gedung Pancasila akan terus berperan sebagai tonggak penting dalam diplomasi Indonesia dan pengambilan keputusan kebijakan luar negeri.

Ia juga menyoroti upaya Indonesia dalam menjadi jembatan dan mitra terpercaya dalam berbagai masalah regional dan global, termasuk isu Palestina, Afghanistan, Myanmar, Ukraina, serta tantangan seperti bencana alam dan kejahatan lintas batas.

Penghargaan

Menlu Retno juga menerima penghargaan Medal of Honour ‘The Star of Merit of the Order of the State of Palestine’ dari Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas peran Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Penasihat Presiden Palestina untuk Urusan Luar Negeri, H.E. Dr. Riyad al-Maliki, menyampaikan penghargaan tersebut dalam acara ini.

Menlu Retno menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memperjuangkan keadilan dan kemanusiaan bagi Palestina hingga negara tersebut merdeka dan berdaulat.

Peluncuran Buku

Acara ini juga diwarnai dengan peluncuran dua buku mengenai diplomasi Indonesia. Buku pertama, Jejak Diplomasi Retno Marsudi: Tegas dalam Prinsip, Lentur dalam Cara, mengulas perjalanan diplomasi Indonesia selama satu dekade terakhir di bawah kepemimpinan Menlu Retno. Buku kedua, Saya Bukan Siapa-Siapa, mengisahkan perjalanan hidup Menlu Retno, mulai dari masa muda hingga karier diplomasi. Buku ini menyoroti berbagai momen penting dalam hidup Menlu, termasuk peranannya dalam negosiasi internasional dan perjuangan hak-hak perempuan.

Menlu Retno menyerahkan kedua buku tersebut kepada mantan Menlu Alwi Shihab, Hassan Wirajuda, dan Marty Natalegawa, serta kepada diplomat muda Salsabila Siliwangi sebagai simbol penerusan tradisi diplomasi kepada generasi berikutnya.

Editor

Recent Posts

Darurat Sampah Tidak Disetujui, Begini Langkah Pemkot Bandung

Darurat sampah yang usulannya diajukan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat tidak disetujui mendorong Pemkot untuk…

2 jam ago

Operasi Patuh 8-21 Juni 2026, Mayoritas Pakai ETLE

Operasi Patuh 2026 didominasi penggunaan ETLE 60 persen. Manual 30 persen 10 persen pendekatan humanis.…

13 jam ago

Polytron Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Masuk ke 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA - Polytron Indonesia Open 2026 digelar 2-7 Juni 2026 di Istora Gelora Bung…

14 jam ago

Menlu Turkiye Temui Presiden Prabowo di Hambalang

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Republik Türkiye Hakan Fidan menemui Prabowo Subianto di…

14 jam ago

Indonesia Tuan Rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026

Indonesia tuan rumah 1st Asian Gym for Life Challenge 2026. Ajang ini dijadwalkan berlangsung di…

14 jam ago

Waketum KONI Buka Musorprov KONI Kaltim 2026

SATUJABAR, SAMARINDA - Wakil Ketua Umum (Waketum) II Komite  Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Mayjen…

14 jam ago

This website uses cookies.