Rapat persiapan Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda.(Foto: Muhamad Azi Zulhakim/ Diskominfo Kab. Garut)
Daya tarik utama dari kirab ini adalah prosesi pengarakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa.
SATUJABAR, GARUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut terus mematangkan persiapan penyelenggaraan Kirab Budaya dalam rangka Milangkala Tatar Sunda atau Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.
Bupati Garut menyampaikan, bahwa pelaksanaan acara akan dilaksanakan di wilayah Garut Kota pada Selasa, 5 Mei 2026, setelah sebelumnya sempat direncanakan di wilayah Cibalong.
Hal tersebut diungkapkan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam Rapat Koordinasi dan Cek Lokasi yang didampingi Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, serta dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Ruang Rapat Setda Garut dan Makorem 062/Tarumanagara, Senin (4/5/2026) seperti dikabarkan Humas Pemkab Garut.
Bupati Garut menjelaskan bahwa pemilihan lokasi di pusat kota bertujuan agar kemeriahan acara dapat dinikmati secara luas oleh masyarakat. Dengan titik awal di Makorem 062/Tarumanagara, nantinya rombongan kirab akan melintasi Jalan Bratayudha, masuk ke Jalan Ahmad Yani, dan mengakhiri perjalanan tepat di depan Bakorwil atau Kantor Gubernur Jawa Barat Bale Dewa Niskala.
Syakur menegaskan bahwa persiapan kali ini sangat terbantu oleh pengalaman penyelenggaraan Gebyar Pesona Budaya Garut (GPBG) yang baru saja berlalu, serta mendapatkan dukungan penuh dari jajaran Korem, Kodim, Polres, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ya kami mengajak seluruh warga Kabupaten Garut untuk bersama-sama melihat karnaval atau kirab budaya, Milangkala tatar Sunda yang merupakan Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Barat. Karena disitu akan ditampilkan berbagai macam budaya dari 27 kabupaten kota di Jawa Barat,” ucap Bupati Garut.
Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat, Mochamad Ade Afriandi, memaparkan bahwa daya tarik utama dari kirab ini adalah prosesi pengarakan Mahkota Binokasih Sanghyang Pake menggunakan Kereta Kencana Ki Jaga Raksa. Selain itu, rangkaian kirab akan dimulai selepas Isya atau sekitar pukul 19.00 WIB.
Formasi kirab akan menyuguhkan pemandangan megah yang diawali oleh penari janur, penari Bali dan Sunda, barisan pembawa payung, hingga pasukan berkuda yang akan dinaiki oleh Gubernur Jawa Barat, Wakil Gubernur, serta jajaran Forkopimda.
“Selain tampilan kesenian juga ada pasukan berkuda yang nanti akan digunakan oleh Gubernur Wakil Gubernur kemudian Forkopimda Kabupaten, kemudian tim lainnya. Itu menjadi rangkaian khusus dalam posisi nanti di dalam rangkaiannya itu,” ucapnya.
Selain itu, berbagai kesenian dari 27 kabupaten dan kota di Jawa Barat akan turut memeriahkan suasana, seperti kesenian Reak dari Kabupaten Bandung, Tari Godeg Ayu dari Kota Depok, hingga kesenian khas tuan rumah yakni Surak Ibra dari Kabupaten Garut.
Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menekankan pentingnya koordinasi teknis terkait manajemen lalu lintas dan publikasi masif di waktu yang sangat terbatas ini. Mengingat rute yang dilalui merupakan urat nadi transportasi kota, ia meminta dinas terkait serta rekan-rekan media untuk bergerak cepat menyosialisasikan penutupan jalan dan jadwal pelaksanaan kepada masyarakat luas agar acara tetap kondusif namun tetap meriah.
“Di sela-sela waktu yang betul-betul ini adalah H-1. Kalau bisa tetap tersounding dengan baik apapun itu ya, jadi penutupan jalan, waktu pelaksanaan itu harus bisa sampai dalam waktu dekat harus bisa sampai ke seluruh lini masyarakat supaya ketika harinya memang ada keramaian,” ungkap Putri Karlina.
Putri mengingatkan bahwa sinergitas antara pemerintah dan media sangat krusial agar informasi sampai ke seluruh lini masyarakat dalam hitungan jam sebelum acara dimulai.
Menutup rangkaian persiapan, Kepala DP3AKB Jawa Barat, dr. Siska Gerfianti, memberikan catatan khusus terkait pengamanan jalur atau pagar betis di sepanjang rute sejauh 2,2 km tersebut. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, antusiasme warga yang tinggi seringkali membuat penonton merangsek ke tengah jalur untuk berfoto, yang berpotensi menghambat laju rombongan kirab.
“Kalau pagar betis ini memang harus rapat begitu bapak ibu ya, karena pengalaman waktu HUT Jawa Barat itu kalau bocor sedikit ngerangsek pak masyarakat itu karena kan memang excited ya belum pernah ada kegiatan seperti ini,” ucapnya.
Oleh karena itu, Pemkab Garut berencana mengerahkan personel tambahan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk membantu tugas Kepolisian, Korem, dan Satpol PP guna memastikan jalur tetap steril. Pemkab Garut mengajak seluruh warga untuk hadir menyaksikan momentum bersejarah ini dengan tetap menjaga ketertiban demi kelancaran bersama.
Santri Ndolo Kusumo berjumlah 252 anak. Sebanyak empat santri masih belajar di tingkat Raudlatul Athfal.…
Sebelum peluncuran logo, Pemkot Bogor memberikan penghargaan kepada Muhamad Ilham Akbar sebagai pemenang sayembara logo…
Melalui layanan digital yang tersedia, masyarakat kini dapat memeriksa status pelanggaran kendaraan tanpa menunggu surat…
SATUJABAR, JAKARTA - Masyarakat dan seluruh pihak terkait diimbau menunggu investasi KNKT yang akan memberikan…
Kedua pihak membahas upaya peningkatan perdagangan, investasi, konektivitas, dan pariwisata sebagai motor penggerak perekonomian. SATUJABAR,…
SATUJABAR, JAKARTA – Kasus kekerasan seksual kepada anak kini merebak di pelosok daerah seperti Kendari…
This website uses cookies.