SATUJABAR, JAKARTA – PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) kembali melanjutkan program pengembangan sumber daya manusia sepak bola nasional melalui Garuda Academy Core 4.0 yang didukung penuh oleh FIFA dan AFC.
Dilansir laman PSSI, program ini menjadi tahap penutup Garuda Academy tahun pertama setelah para peserta menyelesaikan rangkaian pembelajaran Core 3.0. Sebagai informasi, Garuda Academy Core 4.0 merupakan bagian dari AFC Certificate in Football Administration and Management – Hybrid Programme.
Kegiatan ini dilaksanakan secara daring pada 19 Januari 2026 dan dilanjutkan secara luring (offline) pada 27-29 Januari 2026 di Nawasena Mandiri University.
Sebagai fase lanjutan, Garuda Academy Core 4.0 dirancang untuk memperkuat pemahaman peserta terhadap organisasi olahraga melalui pendekatan strategis, dengan fokus pada manajemen strategis, manajemen keuangan, dan tata kelola sepak bola.
Materi ini bertujuan membekali peserta dengan perspektif jangka panjang dalam mengelola organisasi sepak bola secara profesional dan berkelanjutan.
Dalam materi manajemen strategis, peserta akan mempelajari perumusan, implementasi, dan evaluasi strategi organisasi, termasuk penyusunan kerangka strategi, pengambilan keputusan, serta pembangunan keberlanjutan organisasi melalui perencanaan dan pemantauan kinerja.
Pada aspek manajemen keuangan, peserta dibekali keterampilan praktis dalam membaca dan menganalisis laporan keuangan, mengkaji studi kasus di industri sepak bola, serta memahami tata kelola dan manajemen risiko keuangan.
Sementara itu, materi tata kelola sepak bola membahas peran dan tanggung jawab badan pengelola, federasi, serta pemangku kepentingan utama dalam industri sepak bola.
Nantinya, pembahasan mencakup kebijakan, etika, kepatuhan, struktur tata kelola, hingga berbagai program pengembangan yang mendorong transparansi, integritas, dan pertumbuhan jangka panjang organisasi sepak bola.
Sebelumnya, PSSI melalui GSI bersama AFC Academic Centre of Excellence (ACE) telah menetapkan 10 peserta terbaik Garuda Academy Core 3.0 berdasarkan evaluasi komprehensif yang mencakup kehadiran, partisipasi kelas, serta hasil tes pada tiga materi utama, yakni Income Generation, Professional Club Licensing, dan Content Creation.
Sepuluh peserta terbaik tersebut berasal dari kalangan profesional muda dan industri olahraga, yaitu Jati Mastiana, Syarienazka Putri, Helmi Akhmad Darmawan, Muhammad Zain Wirasena, Aditya Pratama Siregar, Abidzar Basaib, Syifa Alya Rahmah, Risyam Rakhmatullah, Robby Abdillah, dan Jeremy Darsono.
Kesepuluhnya berhak melanjutkan ke Garuda Academy Core 4.0 sebagai bagian dari upaya PSSI memperkuat fondasi manajemen dan tata kelola sepak bola Indonesia.





