Berita

Fakta Dibalik Pelajar Lompat dari Flyover Pasupati Bandung: Siswa Berprestasi ‘Nyambi’ Ngojek!

SATUJABAR, BANDUNG–Pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, merupakan siswa berprestasi di sekolah. Bahkan, korban sehari-harinya ‘nyambi’ ngojek untuk membantu ekonomi keluarganya.

Peristiwa tragis pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jembatan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, mengungkap fakta di baliknya. Pelajar berusia 17 tahun, berinisial R tersebut, merupakan siswa berprestasi di Kelas XII SMK di Kota Cimahi.

Korban di mata para guru di sekolahnya, merupakan siswa berprestasi dengan nilai akademik memuaskan. Keseharian korban berperilaku baik, tidak pernah bermasalah di sekolah, termasuk dengan teman-temannya.

Tidak ada yang menyangka, korban bisa diduga nekad mengakhiri hidup dengan cara tragis. Pada hari Jum’at (06/02/2026), korban masih masuk sekolah, dan mengikuti pelajaran.

“Almarhum termasuk siswa berprestasi dengan nilai akademik memuaskan. Perilakunya baik, sopan, dan santun terhadap guru, serta tidak pernah bermasalah di sekolah, termasuk dengan teman-temannya,” ujar Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Humas SMK, tempat korban bersekolah, Siti Darajat, dalam keterangannya, Rabu (11/02/2026).

Korban memiliki motivasi belajar tinggi, tidak mau tertinggal selalu ingin mengikuti setiap pelajaran di sekolah. Interaksi dengan guru di sekolah juga baik, begitupun hubungan dengan teman-temannya.

Sebelum menerima kabar kematin dengan cara tragis, korban tidak menunjukan perubahan sikap mencurigakan. Hanya, sehari sebelum kejadian, pada Senin (09/02/2026), korban tidak masuk sekolah.

“Siswa ini interaksi dengan guru baik, dan tidak pernah berkonflik dengan teman-temannya, bergaul akrab. Tidak menunjukan perubah sikap, hanya sehari sebelum kejadian, memang tidak masuk sekolah,” ungkap Siti.

Di balik sebagai siswa berprestasi, berdasarkan hasil konseling beberapa waktu lalu, korban selalu menyempatkan bisa mendapat penghasilan dengan ‘nyambi’ ngojek. Korban mengisi waktu di luar sekolah, menjadi pengemudi ojek untuk membantu meringankan ekonomi keluarga.

“Ya, almarhum juga suka ngojek. Pengakuannya, untuk membantu meringankan ekonomi keluarga, dan selama ini tidak ada kendala biaya,” jelas Siti.

Pihak sekolah, guru, dan teman-temannya sangat terpukul mendengar kabar kematian korban dengan cara tragis. Pihak sekolah sempat menelusuri informasi alasan korban tidak masuk sekolah sehari sebelum kejadian.

“Wali kelas selalu menelusuri kepada orangtua, alasan siswa tidak masuk sekolah, termasuk almarhum. Orangtuanya mengatakan, almarhum ada di rumah, dan minta tolong diingatkan soal kehadiran, karena sudah kelas XII,” tutur Siti.

Saat kejadian, pihak sekolah menerima kabar dari kakaknya terkait kematian korban di Flyover Pasupati. Kabar duka cepat menyebar di sekolah hingga media sosial, sangat mengejutkan karena melihat keseharian korban di sekolah, tapi tidak tahu bagaimana di luar.

Sebelumnya diberitakan, korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat dari atas Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung. Korban ditemukan tewas mengenaskan dengan luka benturan di kepala.

Kejadian korban diduga nekad mengakhiri hidupnya dengan melompat dari Jalan Layang Mochtar Kusumaatmadja, atau Flyover Pasupati, Kota Bandung, Selasa (10/02/2026) pagi. Tubuh korban terjun ke area kebun dekat Lapangan Futsal Taman Film, di Kawasan Tamansari.

Sebelum bertindak nekad, dua orang anggota TNI yang kebetulan melintas sempat berupaya mendekat untuk bisa menyelamatkannya. Namun, korban lebih dulu jatuh dari atas flyover.

Peristiwa dugaan bunuh diri ditangani Satreskrim Polrestabes Bandung dan Polsek Bandung Wetan. Selesai olah tempat kejadian perkara (TKP), jasad korban dievakuasi ke Rumah Sakit Sartika Asih, Kota Bandung

Menurut Kapolsek Bandung Wetan, AKP Bagus Yudo, berdasarkan hasil identifikasi awal, korban merupakan warga Kota Cimahi. Korban masih berstatus pelajar.

“Korban warga Kota Cimahi, berusia 17 tahun, berstatus pelajar. Motif korban diduga bertindak nekad masih didalami,” ujar Bagus kepada wartawan.

Editor

Recent Posts

Polda Jabar Bongkar Mafia Pengoplos LPG, 2 Pelaku Ditangkap

SATUJABAR, BANDUNG--Polda Jawa Barat berhasil membongkar praktik curang pengoplosan dari LPG bersubsi 3 kilogram. Dua…

2 jam ago

Pendaftaran Calon Pengganti Anggota Dewan Komisioner OJK Dibuka!

SATUJABAR, JAKARTA – Usai pengunduran mendadak tiga pimpinan Otoritas Jasa Keuangan beberapa waktu lalu, kini…

4 jam ago

Harga Emas Terbaru! Harga Emas Rabu 11/2/2026 Rp 2.947.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Rabu 110/2/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.947.000…

9 jam ago

Yuk, Intip Program Stimulus Ekonomi I-2026! Ada Apa Aja Sih!

SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah meluncurkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 menjelang Ramadan dan libur Idulfitri tahun…

11 jam ago

Tatler BEST Awards Asia Pacific 2026 Dorong Ekonomi Kreatif Indonesia

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menerima audiensi…

12 jam ago

Utut Adianto Bilang, Pasukan Indonesia ke Gaza Fokus Jaga Perdamaian

SATUJABAR, JAKARTA - TNI AD belakangan ini Tengah menyiapkan prajurit untuk rencana pengiriman pasukan Dewan…

12 jam ago

This website uses cookies.