BANDUNG – Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumedang menegaskan pentingnya identifikasi dan pemahaman tren investasi yang akan masuk ke daerah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Vokasi dan Penempatan Kerja, Irma Dewi Agustin, sebagai dasar untuk merumuskan kebijakan strategis dalam penyiapan tenaga kerja.
Irma menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk menyesuaikan kebutuhan tenaga kerja dengan perkembangan investasi, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan Rebana Metropolitan Jawa Barat, termasuk Sumedang. “Rebana membutuhkan 400 ribu tenaga kerja, dan kami harus memanfaatkan peluang tersebut,” ujar Irma seperti dikabarkan Humas Pemkab Sumedang.
Dia juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi angkatan kerja melalui penyesuaian kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Sumedang. Pendekatan pendidikan berbasis vokasi yang menekankan 70 persen praktik dan 30 persen teori diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pasar kerja di kawasan Rebana Metropolitan. “Pendidikan yang sesuai sangat mendukung kebutuhan tersebut,” tambahnya.
Disnakertrans Sumedang juga tengah mengembangkan pentahelix baru yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, masyarakat, dan faktor lingkungan. “Langkah ini diharapkan dapat menciptakan sinergi antara semua stakeholder untuk meningkatkan kualitas angkatan kerja di Sumedang, sesuai dengan kebutuhan pasar kerja di Rebana,” tuturnya.