Berita

Dipukul Sesama Bobotoh Saat Konvoi Persib Juara, Korban Lapor Polisi

SATUJABAR, BANDUNG–Oknum bobotoh yang melakukan pemukulan terhadap sesama bobotoh saat konvoi Persib Juara, dilaporkan ke polisi. Sebelumnya viral di media sosial, seorang pria mengenakan jersey dan atribut Persib Bandung, melakukan pemukulan terhadap sesama bobotoh di Jalan Merdeka, Kota Bandung.

Bobotoh Persib, korban pemukulan sesama bobotoh saat konvoi Persib Juara, Minggu (24/05/2026) lalu, melaporkan pelaku ke pihak kepolisian. Korban melaporkan sang oknum bobotoh, pelaku pemukulan ke Markas Polsek (Mapolsek) Sumur Bandung.

“Benar, sudah resmi, korban membuat LP (laporan polisi). LP-nya di Polsek Sumur Bandung,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Humas Polrestabes Bandung, AKP Nurindah, saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at (29/05/2026).

Indah mengatakan, LP korban langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Sumur Bandung dengan melakukan proses penyelidikan. Penyelidikan diawali meminta keterangan korban, dilanjutkan keterangan saksi-saksi, sebelum memeriksa terlapor.

Sebelumnya viral di media sosial, perayaan kemenangan Persib Bandung sukses meraih gelar juara Super League tiga kali berturut-turut, dinodai insiden pemukulan sesama bobotoh. Rekaman video seorang pria mengenakan jersey dan atribut Persib melakukan pemukulan terhadap bobotoh saat konvoi kemenangan di Kota Bandung.

Aksi pemukulan disebutkan terjadi Jalan Merdeka, depan pusat pertokoan BIP (Bandung Indah Plaza). Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, memperlihatkan oknum bobotoh bertubuh tinggi mengenakan jersey Persib nomor tujuh, marah-marah kepada bobotoh pengendara sepeda motor Yamaha RX-King.

Pria tersebut marah-marah sambil menghampiri pengendara motor dalam iring-iringan konvoi kemenangan Persib Juara. Pengendara sepeda motor hanya tersenyum dan tidak memberikan respons balik terhadap pria yang marah-marah tersebut.

Pria tersebut tiba-tiba melayangkan bogeman sebanyak dua kali terhadap pengendara motor tersebut. Meski dipukul, korban tetap memilih tidak melawan.

Narasi yang beredar di media sosial, oknum bobotoh pelaku pemukulan disebutkan dalam kondisi mabuk berat. Pelaku kemudian diamankan bobotoh lainnya dan dijauhkan dari korban pemukulan.

Rekaman video aksi pemukulan menuai reaksi warganet. Banyak yang geram dan menyesalkan tindakan pemukulan antar sesama bobotoh di tengah momen perayaan kemenangan Persib Juara.

Viking Buka Suara
Menyikapi insiden pemukulan sesama bobotoh yang viral di media sosial, Viking Persib Club (VPC) turun tangan dan mengambil langkah tegas. Dua komunitas yang berada di bawah naungan Viking Persib Club, yakni Viking Frontline dan United Colours of Bobotoh, dibekukan hingga waktu yang tidak ditentukan.

Keputusan diumumkan langsung melalui surat resmi yang ditandatangani Ketua Umum Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, Kamis (28/05/2026). Pembekuan setelah insiden pemukulan sesama Bobotoh diketahui melibatkan anggota dari kedua distrik tersebut.

“Terkait kejadian pemukulan sesama bobotoh yang melibatkan anggota distrik United Colours of Bobotoh dan Viking Frontline, dengan ini Viking Persib Club memberikan sanksi kepada kedua distrik, berupa pembekuan distrik hingga waktu yang tidak ditentukan,” tulis surat resmi Viking Persib Club.

Viking Persib Club menilai, insiden tersebut merupakan bentuk kelalaian organisasi di tingkat distrik dalam mengawasi perilaku anggotanya hingga melakukan tindak kekerasan. Keputusan diambil sebagai bentuk ketegasan organisasi atas kelalaian dalam mengontrol perilaku anggota menyebabkan terjadinya tindak kekerasan fisik antar sesama bobotoh.

Viking Persib Club juga menyesalkan terjadinya bentrokan internal antar pendukung Persib. Organisasi suporter terbesar Persib itu menegaskan, aksi kekerasan bertentangan dengan nilai persaudaraan dan kebersamaan yang selama ini dibangun bobotoh.

“Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut, segala bentuk kekerasan serta konflik internal tidak mencerminkan nilai persaudaraan yang selama ini dibangun dan dijunjung tinggi oleh sesama bobotoh,” tulisnya.

Viking meminta seluruh distrik menjadikan kasus tersebut sebagai bahan evaluasi bersama, agar lebih ketat memantau dan menyaring anggota di internal komunitas. Distrik-distrik dari Viking Persib Club bisa lebih memantau dan memfilter anggotanya, agar tidak berperilaku dan bertindak merusak nama baik organisasi.

Viking berharap pembekuan dua distrik itu menjadi peringatan keras sekaligus pembelajaran bagi seluruh elemen bobotoh agar tetap menjaga solidaritas dan persaudaraan saat mendukung Persib Bandung. Viking Persib Club telah mengetahui pelaku pemukulan berasal dari Viking Frontline dan United Colours of Bobotoh. Bahkan, status keanggotaannya juga telah dicabut.

Viking Persib Club tidak akan memberikan bantuan hukum terhadap pelaku pemukulan. Proses hukum diserahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian.

Editor

Recent Posts

Menpora Erick Siapkan Blue Print Kepemudaan Satu Abad Ke Depan

SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir menegaskan sejak awal kedatangannya…

5 jam ago

Judi Online: Menkomdigi: Pemberantasan Harus Sistemik

Judi online, pemberantasannya memakai pendekatan baru yang menyasar seluruh ekosistem kejahatan, mulai dari situs, aliran…

5 jam ago

Japan Open 2026: An Se Young Melangkah ke Babak 16 Besar

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

6 jam ago

Japan Open 2026: Alwi Farhan ke 16 Besar, Jojo Tersingkir

SATUJABAR, JAKARTA – Japan Open 2026 berlangsung 14-19 Juli 2026 di arena Tokyo Metropolitan Gymnasium.…

8 jam ago

Atlet Windy Cantika Studi Ke Korea, KONI Dorong Pengembangan Diri Atlet

Windy Cantika merupakan salah satu atlet angkat besi putri terbaik Indonesia yang telah mengharumkan nama…

10 jam ago

Truk Tersangkut JPO Diselidiki Polisi

JAKARTA - Truk tersangkut JPO atau Jembatan Penyeberangan di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta…

10 jam ago

This website uses cookies.