Berita

Dana Perlindungan Sosial Kab. Bekasi Terbesar

BANDUNG: Dana perlindungan sosial Kabupaten Bekasi mencapai Rp18 miliar atau yang terbesar dari pemkab lain di Jabar.

Atas alokasi dana perlindungan sosial itu Kab. Bekasi mendapat apresiasi dari Pemprov Jawa Barat.

Dana pelindungan sosial (perlinsos) adalah untuk menghadapi dampak kenaikan BBM dan pengendalian inflasi.

Demikian dikatakan Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan, usai Rakor Tim Pengandalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jawa Barat secara virtual, Kamis (6/10/2022).

“Dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, dana perlinsos kita terbesar, yakni mencapai Rp 18 miliar. Kalau daerah lain rata-rata di bawah kita, bahkan ada yang di bawah Rp 10 miliar,” katanya dikutip situs Pemkab Bekasi.

Rapat yang dipimpin langsung Karo Perekonomian Jabar Yuke Mauliani Septina.

Dihadiri oleh Bupati dan Walikota se-Jawa Barat.

Dani Ramdan menyampaikan, anggaran perlinsos sebesar Rp 18 miliar itu akan dialokasikan untuk 11 program kegiatan.

Menurutnya, masing-masing kegiatan itu harus ada juklak juknisnya berupa Perbup.

Selain itu Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) itu juga harus diselesaikan dalam dua minggu.

Selain itu, lanjut Dani, sosialisasi akan diintensifkan supaya masyarakat tahu, maksud dan tujuan program ini dan siapa saja sasarannya, supaya masyarakat bisa ikut mengawasi.

Dani Ramdan berharap TPID menjadi pengarah terhadap dinas-dinas yang melaksanakan program perlindungan sosial untuk masyarakat Kabupaten Bekasi.

Ia juga sudah menugaskan Asda 2 sebagai komandan lapangan dalam penanggulangan inflasi, dengan target, minggu pertama penyelesaian juklak-juknis, minggu kedua CPCL, minggu ketiga sosialisasi, minggu keempat implementasi dan monitoring dan evaluasi (monev).

“Mudah-mudahan semuanya berjalan dengan baik dan tepat sasaran, jadi selain kita juara dari besaran alokasi, juga juara dari sisi implementasi,” tandasnya.

LAPORKAN KINERJA

Pada kesempatan lain, Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan menyampaikan laporan kinerja selama tiga bulan pertama menjabat sebagai Penjabat Bupati Bekasi dalam Rapat Evaluasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual di Hotel Holiday Inn, Jababeka Cikarang, pada Rabu (5/10/22).

“Ya, kami menyampaikan paparan kinerja selama tiga bulan saya bertugas, alhamdulillah sudah di terima serta dinilai baik dan memadai,” ungkapnya.

Dani Ramdan mengatakan, meskipun dalam laporan ini ada catatan perbaikan menyangkut kelengkapan data, serta langkah-langkah yang diambil tentang persoalan khusus, dan input data Monitoring Centre for Prevention (MCP) untuk efektifitas pengawasan internal.

“Tentu saja ini sangat bermanfaat bagi kita, sehingga kita sekarang punya indikator dalam setiap tiga bulan yang dicek oleh Kemendagri, apakah sudah on the track, tercapai atau tidaknya target kinerja kita,” terangnya.

Editor

Recent Posts

Hampir 7 Ton Ikan Sapu-sapu yang Ditangkap Pemprov DKI

Dengan melibatkan 640 personel, jumlah ikan sapu-sapu yang berhasil ditangkap mencapai sekitar 68.880 ekor dengan…

1 jam ago

Luar Biasa! Produk Kopi Kuningan Ikuti World of Coffee Asia 2026 di Thailand

Keikutsertaan kopi Kuningan dalam ajang internasional ini menjadi bukti bahwa kualitas produk lokal telah diakui…

1 jam ago

Di Madinah, Ratusan Petugas Haji Langsung Ikuti Bimbingan Teknis

Keberadaan tenaga pendukung sangat vital dalam mendukung kinerja PPIH secara keseluruhan. SATUJABAR, MADINAH - Tenaga…

2 jam ago

OJK Minta BNI Tuntaskan Penyelesaian Kasus Dugaan Penyimpangan Dana Nasabah KCP Aek Nabara

SATUJABAR, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk segera…

2 jam ago

Personel UNIFIL Asal Prancis Tewas, Indonesia Sampaikan Dukacita dan Solidaritas

Indonesia menyatakan solidaritas bersama Prancis dan negara-negara kontributor pasukan lainnya. SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Indonesia…

5 jam ago

Wondr Kemala Run 2026 Dongkrak UMKM Bali

Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar sesuai rencana, dengan total 11.000 peserta mengikuti lomba mulai dari…

5 jam ago

This website uses cookies.