SATUJABAR, BANDUNG–Cuaca ekstrem
ditandai hujan deras dan angin kencang menerjang wilayah Bandung, Jawa Barat. Sedikitnya 109 titik dilaporkan terdampak, mulai dari kerusakan infrastruktur publik, pohon tumbang, permukiman warga, bahkan hingga menimbulkan korban jiwa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, cuaca ekstrem ditandai hujan deras dan angin kencang, pada Jum’at (03/04/2026), didominasi banyaknha pohon tumbang di 91 lokasi. Selain itu, tercatat dua papan reklame roboh, satu buah menara tumbang, lima atap rumah terbang, empat rumah tertimpa pohon, serta lima atap rumah roboh.
Banyaknya pohon tumbang mengakibatkan korban jiwa. Satu orang dilaporkan tewas setelah tertimpa pohon tumbang di Jalan Bojong Raya, Kecamatan Bandung Kulon. Di lokasi lainnya, yakni di Jalan Cijerah Raya, satu orang mengalami luka berat.
Tim gabungan diterjunkan ke berbagai lokasi terdampak, terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmatan), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) Kota Bandung, SAR Polda Jabar, relawan, hingga warga setempat.
Upaya penanganan difokuskan pada pembersihan material pohon tumbang yang menutup akses jalan, sekaligus penyaluran bantuan darurat. BPBD juga mendistribusikan terpal dan karung kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan, terutama bagian atap mengantisipasi hujan susulan.
Proses pendataan dan pembersihan masih terus dilakukan di sejumlah lokasi, untuk memastikan kondisi kembali aman dan kondusif. Tercatat, sedikitnya 109 titik yang terdampak.
Menurut Kepala Diskarmatan Kota Bandung, Soni Bakhtiyar, langkah-langkah antisipasi sedang dilakukan, terutama terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Pemangkasan dahan serta pemeriksaan kondisi pohon diharapkan secara berkala, khususnya yang sudah tua dan beresiko tumbang.
“Pohon yang sudah tua, dahannya rapuh, atau akarnya tidak kuat harus segera ditangani. Ini penting sebagai antisipasi, sekaligus menghindari kejadian yang membahayakan masyarakat,” ujar Sono, dalan keterangannya, Sabtu (04/04/2026).
Soni menegaslan, kesiapsiagaan personel juga harus ditingkatkan. Seluruh petugas disiagakan penuh, bahkan pasukan cadangan turut disiapkan untuk mempercepat respons jika terjadi potensi bencana susulan.
“Personel kami siaga penuh. Bahkan jika diperlukan, pasukan cadangan juga kami kerahkan untuk mendukung penanganan di lapangan,” tegas Soni.







