CHANGZHOU – Langkah tunggal putra Indonesia Jonatan Christie harus terhenti di babak 16 besar China Open 2025 usai kalah dari wakil Prancis, Christo Popov. Dalam laga yang berlangsung sengit, Jonatan harus mengakui keunggulan Popov lewat pertandingan tiga gim dengan skor 12-21, 21-13, 16-21.
Jonatan mengakui bahwa faktor kondisi lapangan turut memengaruhi performanya, terutama pada gim penentuan. Ia mencoba mengontrol permainan di awal gim ketiga saat berada dalam kondisi lapangan yang kurang menguntungkan, namun beberapa momen krusial menjadi penentu.
“Memang kondisi lapangan ada untung ruginya. Tadi ketika pas di kondisi kurang menguntungkan di awal gim ketiga, saya sudah mencoba semaksimal mungkin untuk menjaga poinnya agar tidak terlalu jauh karena setelah interval kondisi lapangan jauh lebih enak,” ujar Jonatan dikutip laman PBSI.
Namun, keberuntungan lebih berpihak pada Popov. “Dia dapat tiga poin dari bola yang bergulir di net, plus dua spekulasi yang masuk tepat di garis. Lima poin itu cukup menentukan hasil akhir. Saya rasa memang bukan harinya saya,” tambahnya.
Selain faktor teknis, Jonatan juga mengakui bahwa kesalahan sendiri menjadi penyumbang besar dalam kekalahannya kali ini. “Saya beberapa kali melakukan kesalahan sendiri, jadi dia bisa dapat poin dengan mudah dan cepat,” katanya.
Meski kalah, Jonatan tetap melihat sisi positif dari penampilannya di turnamen ini. Ia merasa ada peningkatan dibanding performa di beberapa turnamen sebelumnya seperti Singapore Open, Indonesia Open, dan Japan Open.
“Di China Open ini saya bisa mengusahakan yang terbaik. Cukup happy dengan peningkatan yang ada, terutama dari cara main dan bagaimana saya mencoba di lapangan. Walaupun hasilnya masih terhenti di babak kedua, tapi sudah jauh lebih baik,” tutupnya.
Dengan kekalahan ini, Jonatan harus mengubur harapan melangkah lebih jauh di turnamen Super 1000 tersebut, namun optimisme tetap terpancar dari sang atlet jelang turnamen-turnamen berikutnya.

