Produk kerajinan UMKM Dekranasda Kota Bandung. (FOTO: Humas Kota Bandung)
BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen untuk mendorong UMKM naik kelas melalui intervensi teknologi dan konsolidasi program.
Direktur Pemanfaatan Riset dan Inovasi pada Kementerian/Lembaga, Masyarakat, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) BRIN, Dadan Nugraha, menyatakan bahwa teknologi merupakan salah satu kunci untuk meningkatkan kualitas produk dan proses produksi UMKM.
“Meskipun teknologi hanya salah satu bagian dari solusi untuk UMKM, dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan,” ujarnya dikutip situs BRIN.
Dadan menghadiri acara Harvesting Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia/Bangga Berwisata di Indonesia (Gernas BBI/BBWI) 2024 pada Jumat, 9 Agustus 2024.
Dadan menjelaskan bahwa Gernas BBI/WBBI bertujuan untuk mengkonsolidasikan berbagai kegiatan yang dilaksanakan oleh BRIN, Bank Indonesia, dan Pemerintah Daerah.
Program ini tidak memperkenalkan kegiatan baru, melainkan menyatukan upaya pengembangan UMKM yang sudah ada.
“BRIN berperan dalam mengawal kegiatan WBI/WBBI di Yogyakarta dan memiliki berbagai inisiatif untuk mendukung UMKM dengan aplikasi teknologi hasil riset,” ungkapnya.
BRIN fokus pada aplikasi teknologi yang dapat memperbaiki produk dan meningkatkan efisiensi produksi UMKM. “Kami berusaha untuk memperbanyak aplikasi teknologi berbasis riset.
Di Yogyakarta, kami memiliki Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan (PRTPP) yang sangat relevan dengan UMKM hasil pangan. Harapan kami adalah untuk memperluas skala dukungan ini ke depan,” tambahnya.
Dadan juga mengungkapkan bahwa Harvesting kali ini merupakan puncak dari rangkaian program pembinaan UMKM yang telah dilaksanakan di Yogyakarta sepanjang tahun 2024. “Harvesting menandai komitmen berbagai stakeholder terhadap perkembangan UMKM,” katanya.
Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi (DPRI) BRIN, R. Hendrian, menjelaskan bahwa DPRI fokus pada kegiatan yang mendukung masyarakat dan UMKM sesuai dengan tugas Direktorat. “DPRI siap mendukung Gerakan Nasional ini dan menyampaikan hasil-hasil riset peneliti BRIN untuk mendorong UMKM naik kelas,” jelas Hendrian.
Hendrian menambahkan bahwa dukungan BRIN termasuk pendampingan melalui Fasilitas Usaha Mikro Berbasis Iptek (FUMI). “Pendekatan dan pendalaman yang mendalam diperlukan untuk memperluas dan meningkatkan efektivitas UMKM. Kami tidak hanya ingin membuat UMKM lebih besar, tetapi juga memastikan adanya kajian yang jelas,” terangnya.
Menurut Hendrian, kegiatan Harvesting ini adalah langkah penting untuk mendorong UMKM naik kelas dan mengukur daya tahan mereka. “Menghimpun banyak pihak untuk memberdayakan UMKM di Indonesia adalah tujuan utama kami. Kerja sama dari berbagai pihak sangat penting untuk mencapai tujuan ini,” harapnya.
Acara Harvesting ini merupakan bagian dari Gernas BBI/BBWI Grebeg UMKM DIY 2024 yang diselenggarakan di Pakuwon Mall Yogyakarta pada 7-11 Agustus 2024. “BRIN, bersama Bank Indonesia dan Pemerintah Daerah DIY, berkolaborasi untuk terus mendukung Gerakan Nasional BBI/BBWI. Kami mendukung penuh gerakan seperti ini,” katanya.
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menghadiri Rapat Tingkat Menteri…
SATUJABAR, JAKARTA - Timnas Indonesia U-17 tergabung di Grup A pada ajang ASEAN U-17 Boys…
SATUJABAR, BANDUNG - Pengurus Pusat Persatuan Islam (PP Persis) menggelar Persis Ramadan Expo 2026 yang…
SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Perhubungan mulai membangun halte Bus Rapid Transit…
SATUJABAR, BIRMINGHAM – Tampil menggebrak sejauh ini, Raymod Indra/Nikolaus Joaquin cukup memupus kesedihan wakil Indonesia…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Batangan Antam Sabtu 7/3/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
This website uses cookies.