Tutur

BRIN Dorong Kelahiran Ahli Arkeoastronomi yang Masih Minim

BANDUNG – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kolaborasi antara Pusat Riset Antariksa dan Pusat Riset Manuskrip, Literatur, dan Tradisi Lisan menggelar studi arkeoastronomi untuk menggali wawasan baru mengenai hubungan antara astronomi dan warisan budaya Indonesia.

Peneliti Antonia Rahayu Rosaria Wibowo menjelaskan bahwa arkeoastronomi, menurut Kamus Merriam-Webster, merupakan studi astronomi terhadap budaya masa lalu. Meskipun telah dikenal secara internasional, arkeoastronomi masih tergolong baru di Indonesia, yang memiliki potensi besar berkat kekayaan warisan budaya yang beragam.

Sejak pertengahan abad ke-19, arkeoastronomi telah berkembang di seluruh dunia, namun Indonesia belum memiliki ahli khusus di bidang ini. Hal ini membuka peluang bagi peneliti lokal untuk menjelajahi dan memberikan kontribusi signifikan.

“Arkeoastronomi dapat memperkaya pemahaman kita tentang peninggalan sejarah, seperti candi dan tradisi lisan terkait langit,” ungkap Antonia melalui keterangan resmi.

Indonesia memiliki banyak peninggalan bersejarah, termasuk candi dan manuskrip, yang mengandung informasi tentang cara pandang nenek moyang terhadap langit. Antonia menekankan pentingnya pendekatan arkeoastronomi, ibarat “pisau yang tepat untuk mengolah bahan-bahan masakan yang melimpah.”

Sebagai contoh nyata, kolaborasi antara Indonesia dan Thailand pada 19-23 Juni 2024 berhasil mengintegrasikan aspek teknis dan budaya dalam studi arkeoastronomi. Penelitian melibatkan orientasi candi terhadap benda langit, sementara aspek budaya dilaksanakan melalui festival bulan purnama di Candi Borobudur yang melibatkan masyarakat lokal. Kegiatan tersebut mencakup ceramah, pengamatan bulan, serta permainan tradisional.

Antonia berharap studi arkeoastronomi terus berkembang di Indonesia, memberikan kontribusi signifikan di kancah internasional. Di tingkat global, International Astronomical Union (IAU) juga mendukung pengembangan aspek budaya dalam astronomi, mendorong diskusi tentang bagaimana astronomi dapat dikomunikasikan dalam konteks budaya lokal.

Dengan potensi besar dalam kajian arkeoastronomi, Indonesia diharapkan dapat menjadi pusat penting dalam memahami sejarah, budaya, dan makna langit bagi nenek moyang.

Editor

Recent Posts

Gunung Marapi di Sumbar Erupsi Kamis 3/4/2025

BANDUNG – Gunung Marapi di Sumbar erupsi Kamis 3/4/2025 sekitar pukul 07.12 WIB, ungkap Pusat…

4 jam ago

Hasil Rekapitulasi Arus Lalu Lintas H+1 Lebaran 2025 di Jalur Nagreg, Ciwidey, dan Pangalengan

BANDUNG - Berdasarkan hasil rekapitulasi volume arus lalu lintas dari Traffic Counting selama H+1 Lebaran…

4 jam ago

Polri Hadir, Sigap Evakuasi Bocah Kejang-Kejang di Jalur Wisata Sukabumi

SATUJABAR, SUKABUMI -- Kesigapan anggota polisi dari Polres Sukabumi, Jawa Barat, menunjukkan Polri hadir di…

5 jam ago

Harga Emas Antam Kamis 3/4/2025 Rp 1.836.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Kamis 3/4/2025 dikutip dari situs PT Aneka Tambang Tbk…

5 jam ago

Atletico Madrid vs Barcelona 0-1, Barca vs Real Madrid di Final Copa Del Rey

BANDUNG – Atletico Madrid vs Barcelona 0-1 pada leg kedua Copa Del Rey yang berlangsung…

9 jam ago

Manchester City vs Leicester 2-0, City Bertahan di Posisi 4 Liga Inggris

BANDUNG – Manchester City vs Leicester 2-0, menandai kebangkitan City di Liga Primer Inggris 2024-2025…

9 jam ago

This website uses cookies.