Petani melakukan penanaman benih padi secara langsung. Gubernur terpilih Dedi Mulyadi akan memperketat alih fungsi lahan guna mendukung swasembada pangan. (dok. Istimewa)
SATUJABAR, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan NTP Jawa Barat pada bulan Maret 2026 mengalami kenaikan sebesar 1,25 persen dibandingkan Februari 2026, dari 117,29 menjadi 118,76.
Indeks harga hasil produksi pertanian (IT) naik sebesar 1,77 persen dan Indeks harga barang dan jasa yang dikonsumsi petani (IB) naik sebesar 0,52 persen.
Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Jawa Barat pada bulan Maret 2026 naik sebesar 1,7 persen, sementara Indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) naik sebesar 0,06 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (IT) terhadap indeks harga yang dibayar petani (IB).
NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas batangan Antam Kamis 2/4/2026 dikutip dari situs Aneka Tambang dijual…
SATUJABAR, BANDUNG - Bintang muda sepak bola Spanyol, Lamine Yamal, mengecam nyanyian suporter yang bernuansa…
SATUJABAR, JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengimbau perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN),…
SATUJABAR, JAKARTA - Pemerintah Republik Indonesia, melalui Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) -…
SATUJABAR, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Barat menyebutkan pada Februari 2026 volume penumpang…
SATUJABAR, BANDUNG - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang Kawasan yang berada pada jarak 129…
This website uses cookies.