Pemerintah lakukan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) pada Juni 2024 untuk mengisi 43 bendungan di Pulau Jawa yang alami penurunan daya tamping akibat El Nino. (FOTO: PUPR)
BANDUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sekitar wilayah Sukabumi, Jawa Barat, sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bencana susulan.
Berdasarkan informasi dari BMKG, wilayah Sukabumi masih berpotensi hujan dalam beberapa hari ke depan. OMC ini bertujuan untuk mengurangi intensitas hujan yang dapat memperburuk dampak bencana.
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menjelaskan bahwa meskipun hujan tidak bisa dihentikan, OMC diharapkan dapat mengurangi debit hujan yang turun. Hal ini tidak hanya akan mempermudah proses pencarian korban yang hilang di lapangan, tetapi juga sebagai tindakan preventif untuk mengantisipasi potensi bencana susulan.
“Kami berupaya untuk meminimalisir atau mengurangi jumlah debit hujan yang turun di wilayah Sukabumi dengan Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Suharyanto.
Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan darurat bencana di Kabupaten Sukabumi, yang dipimpin langsung oleh Suharyanto di Pendopo Sukabumi pada Jumat (6/12), juga membahas langkah-langkah tanggap darurat lainnya. Dalam arahannya, Suharyanto menekankan pentingnya segera mengaktivasi posko tanggap darurat bencana.
“Segera aktifkan posko tanggap darurat bencana di wilayah Sukabumi agar koordinasi lebih mudah dan fungsi komando bisa berjalan dengan lancar,” tegas Suharyanto.
Mengingat kondisi terdampak bencana di Sukabumi, Suharyanto menyarankan untuk mendirikan dua posko, yaitu posko utama di Pendopo Sukabumi dan posko taktis di Pelabuhan Ratu, yang merupakan salah satu titik terdampak bencana.
“Posko utama bisa dibuat di Pendopo Sukabumi, sedangkan posko taktis di Pelabuhan Ratu karena banyak titik bencana di sana,” jelasnya.
BNPB akan terus mendampingi pemerintah daerah dalam upaya percepatan penanganan bencana. Namun, apabila situasi sudah mulai kondusif, penanganan akan diserahterimakan kembali kepada pemerintah daerah.
“Besok sudah harus terbentuk, termasuk organisasi logistiknya,” tambah Suharyanto.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, Cucun Ahmad Syamsurijal, juga mengapresiasi respon cepat BNPB dalam menangani bencana Sukabumi. “Saya apresiasi kinerja BNPB dalam penanganan bencana Sukabumi, sudah cukup optimal. Sinergitas pemerintah pusat dan daerah berjalan dengan baik,” ungkap Cucun.
SATUJABAR, INDRAMAYU--Alvian Maulana Sinaga, 23 tahun, mantan anggota Polri di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dituntur…
Program BEKUP Global Scale-Up hadir sebagai akselerator yang mempersiapkan startup Indonesia menembus pasar internasional melalui…
Pemusnahan itu pada produk Alat Pemadam Api Portabel (APAP) yang tidak memiliki sertifikat SNI, terdiri…
SATUJABAR, CIANJUR--Polres Cianjur, Jawa Barat, berhasil mengamankan pengemudi mobil pikap, penyebab kematian seorang advokat salah…
Kementerian Perdagangan terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha, khususnya UMKM perempuan, agar mampu beradaptasi dengan…
Kampanye “Aku Net-Zero Hero” dirancang dengan pendekatan yang sederhana, terukur, dan mudah diadopsi oleh individu/masyarakat.…
This website uses cookies.