Bencana tornado di Jatinangor dan Cimanggung ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat, menurut rilis Pemkab Sumedang. (FOTO: Humas Kabupaten Sumedang)
SATUJABAR, BANDUNG – Bencana angin puting beliung di Jatinangor dan Cimanggung ditetapkan statusnya menjadi tanggap darurat, menurut rilis Pemkab Sumedang.
Surat Keputusan Nomor Nomor 215 Tahun 2024 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Angin Puting Beliung selama 7 hari terhitung sejak tanggal 22 sampai dengan tanggal 29 Februari 2024.
Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam Angin Puting Beliung dapat diperpanjang sesuai kebutuhan situasi di lapangan.
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman mengatakan, penetapan status ini karena telah terjadi kerusakan berat dampak bencana puting beliung di Jatinangor dan Cimanggung.
Ratusan bangunan mengalami kerusakan di Desa Mangunarga, Kecamatan Cimanggung dan Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor.
Sejumlah atap rumah dan pabrik tersapu angin puting beliung. Bahkan pohon-pohon di kawasan tersebut tumbang akibat angin puting beliung.
“Dampaknya luar biasa. Pertama kalinya ada anging puting beliun sebesar ini,” kata Herman dilansir sumedangkab.go.id.
Disebutkan, tidak ada korban jiwa akibat angin puttng beliun dan dari kejadian tersebut, terdata sebanyak 191 bangunan mengalami kerusakan.
“Ada dua desa yang terdampak cukup berat, di Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung sebanyak 113 bangunan rusak ringan dan 10 rusak sedang dan Desa Sayang Kecamatan Jatinangor 67 bangunanrusak ringan dan 1 rusak sedang,” jelas Herman.
Ia menerangkan fokus Pemkab Sumedang saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi serta rumah yang rusak segera dapat direhabilitasi.
“Untuk warga kami pastikan bisa berlindung di tenda yang sudah kami bangun. Untuk kebutuhan pokoknya terutama makan kami sudah siapkan juga kelengkapan, dukungan kesehatan dan keamanan. Insya Allah rumah warga kami akan secepatnya rehabilitasi,” katanya
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman bersama Kapolres Sumedang dan Pj Sekda melaksanakan cek and ricek kondisi warga masyarakat yang terdampak bencana angin puting beliung di Jatinangor dan Cimanggung, Rabu, (21/2/2024) malam.
Akibat bencana angin puting beliung ada dua desa yang terdampak cukup berat.
Desa Mangunarga Kecamatan Cimanggung dan Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor. Di Desa Mangunarga tercatat ada 113 bangunan rusak ringan dan 10 rusak sedang.
Di Desa Sayang terdata 67 bangunan rusak ringan dan 1 rusak sedang.
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman menyebutkan, di kawasan terdampak sudah dibangun tenda darurat serta disiapkan juga logistik dan dukungan layanan kesehatan. “Pemkab Sumedang menetapkan tanggap darurat bencana agar proses penanganannya bisa cepat dan menyeluruh,” ujarnya.
Ia mengatakan, fokus Pemkab Sumedang saat ini adalah memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi serta rumah yang rusak segera dapat direhabilitasi.
“Untuk warga kami pastikan bisa berlindung di tenda yang sudah kami bangun. Untuk kebutuhan pokoknya terutama makan kami sudah siapkan juga kelengkapan, dukungan kesehatan dan keamanan,” katanya.
Industri AMDK wajib SNI diatur dalam Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 mencakup lima kategori produk,…
Jumat pagi (12/6/2026) di Auditorium Andi Hakim Nasution, IPB University, Bogor, Jawa Barat. Auditorium ramai…
Suasana berbeda terlihat di bawah Jembatan Tentara Pelajar Batalyon 400 Brigade XVII, Desa Cijemit, Kecamatan…
SATUJABARM, CISEENG - Bupati Bogor Rudy Susmanto melakukan kunjungan ke Yamagen Koi Farm di Ciseeng,…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Kamis 18/6/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…
SATUJABAR, JAKARTA - Perkembangan AI atau Artificial Intelligence atau kecerdasan artifisial dinilai semakin meningkatkan kompleksitas…
This website uses cookies.