Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengecek harga kebutuhan pokok di pasar tradisional.(Foto: Humas Pemkot Bandung)
Masyarakat dapat memperoleh harga sesuai HET apabila membeli di jaringan mitra Bulog. Namun, di luar jaringan tersebut, harga mengikuti dinamika pasar dan bergantung pada distributor.
SATUJABAR, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memantau harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di Pasar Sederhana, Senin 20 April 2025.
Dalam pemantauan tersebut, Pemkot Bandung menemukan harga minyak goreng MinyaKita di pasaran mengalami kenaikan hingga mencapai Rp21.000 per liter, terutama di luar jaringan distribusi resmi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menjelaskan, kondisi tersebut terjadi karena sistem distribusi MinyaKita saat ini terbagi dalam dua mekanisme, yakni 30 persen melalui Perum Bulog dan 70 persen melalui mekanisme pasar.
“Distribusi yang melalui Bulog tetap dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter dan tersedia di mitra retail resmi yang ditandai dengan poster,” ujarnya seperti dikabarkan Humas Pemkot Bandung.
Ia menuturkan, masyarakat dapat memperoleh harga sesuai HET apabila membeli di jaringan mitra Bulog. Namun, di luar jaringan tersebut, harga mengikuti dinamika pasar dan bergantung pada distributor.
“Kami melihat di lapangan, harga bisa bervariasi antara Rp19.000 hingga Rp21.000 per liter karena mengikuti mekanisme pasar,” katanya.
Pemkot Bandung menilai, keterbatasan porsi distribusi dari Bulog membuat upaya stabilisasi harga belum optimal, khususnya ketika terjadi gangguan pada distribusi pasar bebas.
Selain itu, hasil dialog dengan pedagang menunjukkan masih adanya kendala untuk menjadi mitra Bulog. Kendala tersebut meliputi aspek administrasi serta kewajiban pembayaran purchase order (PO) secara tunai yang dinilai memberatkan pedagang kecil.
Menanggapi situasi tersebut, Pemkot Bandung akan menurunkan petugas untuk membantu mempermudah proses administrasi bagi pedagang agar dapat bergabung menjadi mitra Bulog.
Di sisi lain, pengawasan distribusi juga diperkuat melalui koordinasi dengan Satgas Pangan, kepolisian, dan TNI guna memastikan tidak terjadi praktik penimbunan.
“Operasi pengawasan terus dilakukan untuk memastikan suplai berjalan lancar dan tidak ada penimbunan. Jika ditemukan pelanggaran, akan ditindak tegas oleh aparat penegak hukum,” tegasnya.
Berdasarkan data lapangan, kebutuhan minyak goreng di Kota Bandung mencapai sekitar 13.500 karton per minggu. Dari jumlah tersebut, sekitar 4.500 karton atau 30 persen dipasok oleh Bulog, sementara sisanya dipenuhi melalui distributor pasar bebas.
Selain minyak goreng, Pemkot Bandung juga memantau komoditas lainnya. Untuk beras, kondisi relatif stabil dengan harga yang seragam di berbagai titik penjualan.
Namun demikian, beberapa komoditas seperti gula dan kedelai mengalami kenaikan harga akibat faktor produksi dan distribusi global.
Pemkot Bandung memastikan akan terus memantau secara berkala guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan kebutuhan pokok di masyarakat.
Tanpa pengaturan yang jelas, perampasan aset berpotensi merugikan pihak yang secara hukum tidak memiliki keterkaitan…
Petugas Aviation Security (Avsec) mencurigai sebuah koper tujuan Xiamen, Tiongkok, yang setelah diperiksa ternyata berisi…
SATUJABAR, SIDOARJO - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) merayakan hari jadi ke-96 tahun, pada…
Lebih dari itu, kehadiran All-Star juga terbukti mampu menghidupkan roda ekonomi daerah. Perputaran ekonomi meningkat…
SATUJABAR, BOGOR--Seorang pria bermobil melakukan aksi pencurian sepeda motor di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pelaku…
SATUJABAR, SURABAYA – Direktur Utama Perum BULOG, Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, menerima kunjungan kerja Menteri…
This website uses cookies.