• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Kamis, 19 Maret 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

Aturan Baru Bulutangkis: Maksimal 25 Detik Bagi Pemain Pukul Kok Saat Server

Editor
Kamis, 08 Januari 2026 - 05:56
Arena bulutangkis.(Foto: Dok. PBSI)

Arena bulutangkis.(Foto: Dok. PBSI)

SATUJABAR, JAKARTA – Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) akan menerapkan aturan baru terkait Time Clock dan permainan berkelanjutan (continuous play) guna meningkatkan konsistensi penegakan peraturan serta mengurangi penundaan di antara reli. Aturan ini sudah mulai diuji coba dalam turnamen BWF World Tour tertentu, termasuk Daihatsu Indonesia Masters 2026 yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada tanggal 20–25 Januari 2026.

Dilansir laman PBSI, melalui sistem Time Clock, pemain—khususnya server—memiliki waktu maksimal 25 detik untuk bersiap melakukan servis berikutnya setelah sebuah reli berakhir. Time Clock akan mulai menghitung mundur sejak wasit memasukkan skor reli sebelumnya. Penerapan sistem ini memberikan ukuran waktu yang objektif sehingga mengurangi unsur subjektivitas dalam penilaian wasit terhadap penundaan permainan.

RelatedPosts

Orléans Masters 2026: Wakil Indonesia yang Lolos ke Babak 16 Besar

Atlet Peraih 3 Emas ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus

Cair! Bonus Asean Para Games ke-13 Thailand, Erick: Ini Komitmen Pemerintah

BWF juga menegaskan kejelasan mengenai aktivitas yang diperbolehkan pemain di antara reli. Selama waktu 25 detik tersebut, pemain dapat melakukan berbagai aktivitas di sisi lapangan, seperti mengelap handuk, minum, mengikat tali sepatu, hingga menggunakan semprotan dingin yang diaplikasikan sendiri tanpa perlu izin wasit. Namun demikian, penerima servis tetap wajib mengikuti tempo server dan tidak diperkenankan memperlambat jalannya permainan.

Dalam pertandingan yang menggunakan Time Clock, permintaan pergantian shuttlecock harus diajukan segera setelah reli berakhir dan diselesaikan dalam batas waktu 25 detik. Apabila diperlukan pengepelan lapangan dalam durasi yang lebih lama, wasit mempunyai wewenang untuk menghentikan Time Clock. Sementara itu, untuk pengepelan singkat, Time Clock tetap akan berjalan.

BWF menegaskan bahwa jika peraturan ini diberlakukan maka wasit memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi atas penundaan waktu yang tidak semestinya, mulai dari peringatan (verbal warning),kartu kuning (yellow card) hingga kartu merah (red card) sesuai dengan tingkat dan pengulangan pelanggaran. Sedangkan untuk masa uji coba ini hanya akan diberlakukan peringatan (verbal warning) saja.

Masa uji coba aturan ini akan dievaluasi sebelum ditetapkan secara permanen oleh BWF pada saat AGM meeting atau Council meeting. Jika dinilai berhasil, penerapan Time Clock dan ketentuan permainan berkelanjutan ini akan diberlakukan secara penuh sepanjang tahun 2026. Untuk pertandingan yang belum menggunakan Time Clock, penilaian penundaan tetap dilakukan seperti sebelumnya, dengan penekanan bahwa penerima servis harus mengikuti tempo server.

Tags: Aturan Baru BulutangkisPBSI

Related Posts

Ganda campuran Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindya Wardana.(Foto: Dok. PBSI)

Orléans Masters 2026: Wakil Indonesia yang Lolos ke Babak 16 Besar

Editor
19 Maret 2026

ORLEANS, PRANCIS – Sejumlah wakil Indonesia lolos ke babak 16 besar Orleans Masters 2026 usai menyelesaikan laga di babak 32...

Atlet para atletik Indonesia, Nur Ferry Pradana (30), mengaku bersyukur setelah menerima bonus atas prestasinya di ajang ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto:istimewa)

Atlet Peraih 3 Emas ASEAN Para Games 2025 Terima Bonus

Editor
19 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA – Adalah Nur Ferry Pradana (30), atlet para atletik Indonesia yang mengaku bersyukur setelah menerima bonus atas prestasinya...

Kabar menggembirakan datang untuk atlet Asean Para Games ke-13 Thailand. Hari ini, Selasa (17/3) Kemenpora RI mencairkan bonus bagi para peraih medali. (foto:Andre/kemenpora.go.id)

Cair! Bonus Asean Para Games ke-13 Thailand, Erick: Ini Komitmen Pemerintah

Editor
17 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kabar menggembirakan datang untuk atlet Asean Para Games ke-13 Thailand. Hari ini, Selasa (17/3) Kementerian Pemuda dan...

Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri (tengah) berfoto bersama Menpora Erick Thohir (kiri) dan Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman.(Foto: KONI Pusat)

Atlet Kickboxing Viona Ungkap Kenapa Speak Up Soal Pelecehan

Editor
17 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri memutuskan untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Dia berani...

Kemenpora RI memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen Men’s Volleyball Champions League 2026 di Pontianak, 13-17 Mei mendatang.(foto:Andre/kemenpora.go.id)

Men’s Volleyball Champions League 2026, Erick: Dorong Sport Industry Indonesia

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan turnamen Men’s Volleyball Champions League 2026 di...

Swiss Open 2026

Swiss Open 2026: Putri & Alwi Raih Runner Up

Editor
16 Maret 2026

SATUJABAR, BERN – Andalan tunggal putra dan putri Indonesia meraih posisi runner up pada Swiss Open 2026. Keduanya kalah saat...

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.