Berita

Aniaya Nasabah Koperasi, 2 Penagih Utang di Sumedang Dihakimi Massa

SATUJABAR, SUMEDANG–Dua orang debt collector, atau penagih utang, di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, menjadi ‘bulan-bulanan’ setelah menganiaya nasabahnya. Kedua penagih utang dari koperasi simpan-pinjam tersebut, berhasil diselamatkan setelah polisi segera datang ke lokasi.

Aksi main hakim sendiri terhadap dua orang debt collector, atau penagih utang, terjadi di Kampung Ragadiem, Kelurahan Situ, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang. Kejadiannya, pada Jum’at (19/06/2026) sore, sekitar pukul 15.30 WIB.

Ratusan orang ‘mengepung’ kedua penagih utang dari koperasi simpan-pinjam, karena tega melakukan penganiayaayan terhadap nasabahnya seorang perempuan. Korban dianiaya setelah meminta kelonggaran waktu saat ditagih membayar cicilan utangnya.

Selain korban, ibu-ibu rumah tangga yang berusaha melerai juga tidak luput dari sasaran aksi kekerasan. Kejadian tersebut mengundang massa datang, hingga geram dan ramai-ramai mengeroyok keduanya.

Kedua penagih utang yang menjadi ‘bulan-bulanan’ berhasil diselamatkan, setelah polisi segera datang ke lokasi. Meduanya harus dievakuasi menggunakan kendaraan taktis (rantis), dibawa ke Mapolres Sumedang.

Kasatreskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansah, membenarkan, kejadian aksi massa terhadap dua penagih utang setelah menganiaya nasabahnya seorang perempuan. Kedua penagih utang tersebut sudah diamankan di Mapolres Sumedang.

“Benar, keduanya sudah diamankan di Mapolres Sumedang untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Tanwin kepada wartawan, Sabtu (20/06/2026).

Aksi penganiayaan bermula saat kedua penagih utang mengendarai sepeda motor mendatangi rumah korban bernama Tati. Kedatangannya untuk menagih cicilan utang.

Korban yang tidak memiliki uang, meminta kelonggaran waktu pembayaran keesokan hari. Namun, permintaan tersebut direspons dengan makian dan tindak kekerasan.

Korban dipukul di bagian mulut hingga berdarah. Kakaknya yang berusaha melerai juga ikut diserang dan dihantam menggunakan helm.

Ibu-ibu di sekitar lokasi yang berusaha melerai dan menenangkan, juga tidak luput dari sasaran kekerasan. Kedua penagih akhirnya tidak berdaya setelah massa datang dan menghakiminya.

Editor

Recent Posts

Pertamina Patra Niaga Regional JBB Tampilkan Inovasi Tukar Jerami kepada Staf Khusus Wakil Presiden

SATUJABAR, KARAWANG - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal…

8 jam ago

Pelabuhan Patimban Layani Kapal Peti Kemas Besar Kelas Panamax untuk Pertama Kalinya

SATUJABAR, PATIMBAN – Kapal peti kemas besar kelas Panamax kini mulai bersandar di Pelabuhan Patimban.…

8 jam ago

PIALA PRESIDEN 2026: Satu Kaki Persib di Ambang Juara

SATUJABAR, BANDUNG – Piala Presiden 2026 berlangsung dari tanggal 25 Juli hingga 6 Agustus 2026.…

9 jam ago

Stay & Adventure Package 2026: Liburan Seru Keluarga di Swiss-Belresort Dago x Hompimplay

SATUJABAR, BANDUNG - Sedang mencari destinasi liburan keluarga yang sempurna di Bandung? Mungkin inilah tempat…

10 jam ago

Banjir Padang Berangsur Surut, Sebut BNPB

Banjir Padang dipicu oleh hujan dengan intensitas sangat tinggi yang mengguyur wilayah Kota Padang pada…

10 jam ago

Jovi Meninggal di Usia 46 Tahun, Dunia Konservasi Berduka

Jovi adalah gajah jantan dewasa yang telah berjasa besar membantu penanganan berbagai konflik manusia dan…

11 jam ago

This website uses cookies.