Sport

Alat Latihan Atlet PON Jabar Sedang Disiapkan

BANDUNG – Alat latihan atlet PON Jabar sedang disiapkan kata Wakil Ketua III KONI Jabar Bidang Sarana dan Prasarana Gunaryo di venue cabor dayung di Situ Cipule Kabupaten Karawang, Rabu (01/5/2024).

KONI Jawa Barat melalui bidang III menyiapkan alat latihan atlet PON Jabar dan alat pertandingannya.

“Saat ini kita memang terkonsentrasi untuk peralatan kegiatan PON XXI September mendatang di Aceh dan Sumut sehingga apapun yang kita kerjakan senantiasa mengacu pada kegiatan Binpres,” ujarnya dikutip konijabar.or.id.

Menurut Gunaryo ada dua tahapan yang dikerjakan bidang III untuk persiapkan PON XXI/2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut).

Yang pertama penyiapan sarana dan prasarana logistik untuk persiapan dan kedua penyiapan sarana dan prasarana untuk pelaksanaan.

“Persiapan ini tidak kalah pentingnya karena ujung tombaknya ada dipersiapan untuk menyiapkan peralatan latihan untuk atlet. Binpres menyiapkan pelatihan mulai Januari 2024. Di sinilah kami mulai turun menyiapkan peralatan latihan, logistik, makan minum,” tutur Gunaryo.

Yang sekarang masih dalam proses, tutur Gunaryo adalah peralatan latihan dan pertandingan.

“Peralatan ini masih dalam proses. Artinya memang kita mendistribusikan atau mengalokasikan peralatan itu sesuai dengan kontribusi atlet,” ujar Gunaryo.

 

PRIORITAS

Menurutnya, cabor yang berpotensi mendulang emas di PON XXI tentu ada skala prioritas untuk hal pengalokasian peralatan, logistik dan yang lainnya.

“Saat ini pengalokasian terbesar ada di cabor dayung dan menembak karena memang banyak medalinya. Di PON Papua dayung mendapat 20 emas sementara menembak menyabet 18 emas,” ujar Gunaryo.

KONI Jabar sebagai penerima hibah harus mempertanggungjawabkan APBD sedangkan cabor dibebankan harus mendapat medali. Namun di tengah hal itu tentu ada penyelesaian bersama.

“Dana sebetulnya sudah ada, justru kita mengejar cabor untuk cepat cepat mengajukan permasalahan administrasi. Apa yang sudah disepakati antara ketua cabor dengan komandan satlak pak Yunyun bisa cepat direalisasikan. Dan bidang III membantu secara administrasi,” papar Gunaryo.

Gunaryo mengatakan, alokasi cabor sudah ada angkanya. Memang disatu sisi ada cabor yang membutuhkan peralatan spesial untuk barang barang yang memang mahal.

“Saya menepis anggapan bahwa ada semacam keribetan soal administrasi. Kita bicara soal peraturan yang harus dipertanggungjawabkan kepada negara soal uang yang kita pakai. Kita diatur sesuai dengan pertanggungjawaban APBD,” tegas Gunaryo.

KONI Jabar terbuka 24 jam untuk pendampingan kepada setiap cabor. Menurut Gunaryo hal ini dilakukan untuk memperlancar pengadaan soal peralatan, logistik dan lainnya.

Editor

Recent Posts

Situ Gede Kota Bogor Diserbu Ratusan Orang

SATUJABAR, BOGOR – Situ Gede Kota Bogor menjadi salah satu obyek Gerakan bersih-bersih lingkungan yakni…

3 menit ago

Restoran Sederhana Buka Cabang di Singapura dan Australia

SATUJABAR, JAKARTA – Restoran Sederhana buka cabang di Singapura dan Australia menurut jadwal akan terwujud…

9 menit ago

Mendaki Gunung Dukono dan Gunung Lain Kini Dibatasi, Ini Daftarnya!

SATUJABAR, JAKARTA – Mendaki Gunung Dukono dan gunung lainnya kini dibatasi menyusul insiden meningkatnya aktivitas…

26 menit ago

Mahkota Binokasih Pajajaran dan Bogor

SATUJABAR, BOGOR – Mahkota Binokasih memiliki keterikatan sejarah dengan Bogor sebagai bagian dari peradaban Pajajaran.…

39 menit ago

Korban Hilang Gunung Dukono Terus Dicari

SATUJABAR, JAKARTA – Korban hilang Gunung Dukono di Halmahera masih dalam tahap pencarian Tim Search…

1 jam ago

Harga Emas Sabtu 9/5/2026 Antam Rp 2.839.000 Per Gram

SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Sabtu 9/5/2026 jenis batangan Antam, dikutip dari situs Aneka Tambang…

2 jam ago

This website uses cookies.