Berita

Aktivis Mahasiswa di Sukabumi Tewas Diduga Korban Pengeroyokan

SATUJABAR, SUKABUMI– Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat, tewas dengan sejumlah luka bekas senjata tajam. Mahasiswa yang tercacat sebagai aktivis GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia) tersebut, diduga korban pengeroyokan.

Kasus kematian mahasiswa di Sukabumi, berinisial RR, berusia 25 tahun, dibenarkan Kepala Subseksi (Kasubsi) Informasi Publikasi dan Dokumentasi Media (IPDM) Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin. Korban yang dilaporkan berjumlah tiga orang sudah berada di rumah sakit, satu meninggal dunia dan dua kritis.

“Benar, dilaporkan ada tiga orang (korban). Satu orang meninggal dunia, dan dua orang lagi kritis dan belum belum sadar di rumah sakit, ujar Ade, saat dihubungi, Kamis (27/02/2025).

Ade mengatakan, Tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota, sudah melakukan crosscheck ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Mulk, Kota Sukabumi, dan langsung menelusuri dugaan TKP (tempat kejadian perkara). Ade belum bisa memastikan penyebab kematian korban dan dua orang kritis, sedang dalam pengusutan Tim Satreskrim.

Korban tewas merupakan aktivis mahasiswa sebagai kader GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia), yang masih kuliah di Sekolah Tinggi Hukum (STH) Pasundan, semester akhir. Sedangkan dua korban kritis temannya, berinisial DH, 24 tahun, warga Jalan Baru, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, dan AP, 20 tahun, warga Kebon Panjang, Kelurahan Limusnunggal, Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi.

“Korban merupakan teman sama sesama aktivis pergerakan. Saya kenal betul korban, kawan seperjuangan di GMNI,” ujar Ketua GMNI, Aris Gunawan.

Aris mengaku, belum mengetahui pasti kronologi kematian temannya. Berdasarkan keterangan pihak keluarga, terdapat sejumlah luka pada tubuhnya.

“Pihak kepolisian sudah turun tangan setelah menerima laporan dari rumah sakit. Kami berharap, pihak kepolisian dari Polres Sukabumi Kota bisa segera mengungkap kematian korban dan dua temannya yang kritis,” kata Aris.

Korban telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), dekat rumahnya di Desa Cibolang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi. Informasi menyebutkan ada tiga TKP dugaan korban tewas dikeroyok, di depan Al-Masthuriyah, Kecamatan Cisaat, depan SPBU, dan di Jalan Citantayan, Kabupaten Sukabumi.(chd).

Editor

Recent Posts

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro…

4 jam ago

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di…

4 jam ago

Kemenperin dan BI Percepat Transformasi UMKM Hijau

JAKARTA – Kemenperin atau Kementerian Perindustrian terus memperkuat transformasi sektor industri nasional menuju sistem produksi…

4 jam ago

Tim Indonesia Day, Menpora Kobarkan Semangat Para Atlet

JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir bersama Wamenpora Taufik Hidayat menghadiri acara…

6 jam ago

Veddriq Leonardo Bidik Emas Asian Games 2026

JAKARTA - Veddriq Leonardo, peraih medali emas Olimpiade mengaku belum puas untuk terus menorehkan prestasi…

6 jam ago

BNPB Hormati Putusan MK Terkait Penetapan Status Bencana

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 261/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan…

6 jam ago

This website uses cookies.