Berita

4 Pelaku Penganiayaan Petugas Jaga Perlintasan KA di Garut Ditangkap

SATUJABAR, GARUT–Empat pelaku penganiayaan terhadap petugas jaga perlintasan kereta api di Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil ditangkap polisi. Keempat pelaku ditangkap dalam pelariannya di sejumlah lokasi.

Aksi penganiayaan terhadap petugas jaga perlintasan kereta api, terjadi di wilayah Kecamatan Leuwigoong, Kabupaten Garut. Aksi penganiayaan di pos jaga perlintasan sempat viral setelah rekaman kamera pengawas, CCTV, beredar di media sosial, hingga memantik kecaman dari warganet.

Kasatreskrim Polres Garut, AKP Herman Saputra, mengatakan, empat pelaku yang terlibat dalam aksi penganiayaan telah berhasil ditangkap. Mereka ditangkap dalam pelariannya di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Garut hingga Kota Bandung.

“Keempat pelaku berhasil kita tangkap dalam pelariannya, terakhir pada Selasa (14/06/2027) malam. Mereka ditangkap di sejumlah lokasi di wilayah Kabupaten Garut hingga Babakan Ciparay, Kota Bandung, dibantu Tim Resmob Ditreskrimum Polda Jawa Barat,” ujar Herman, dalam keterangannya, Rabu (15/07/2026).

Keempat pelaku berinisial IS, 44 tahun, AW, 34 tahun, NK, 59 tahun, warga Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, serta DM, 31 tahun, warga Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Mereka dalam pemeriksaan penyidik di Markas Polres (Mapolres) Garut.

“Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap bentuk perbuatan tindak pidana kekerasan. Apalagi ini dilakukan oleh lebih dari satu orang terhadap petugas jaga perlintasan yang sedang menjalankan pelayanan dan keselamatan masyarakat dari perjalanan kereta api,” ungkap Herman.

Menurut Manager Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardojo, aksi penganiayaan bermula saat petugas jaga perlintasan kereta api PT KAI, bernama Andika, sedang menutup pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan Kereta Api Serayu yang akan melintas. Saat pintu perlintasan sudah ditutup, seorang pengendara sepeda motor nekat menerobos perlintasan.

“Melihat tindakan pengendara sepeda motor yang membahayakan keselamatan, petugas (korban) menegurnya. Namun, tegurannya direspons dengan tindakan arogansi,” ujar Kuswardojo, dalam keterangannya.

Pengendara sepeda motor yang tidak terima ditegur, kembali mendatangi pos jaga perlintasan membawa tiga temannya. Mereka langsung mengeroyok korban hingga babak belur

Editor

Recent Posts

Realisasi Pajak Kota Bandung Sudah Rp2,1 Triliun dari Target Rp3,6 Triliun

BANDUNG – Target pajak Kota Bandung tembus Rp2,1 triliun per Agustus 2026. Badan Pendapatan Daerah…

4 jam ago

Sentra Tekstil Cigondewah Plus Kuliner Jadi Magnet Wisata

BANDUNG - Sentra Tekstil Cigondewah di Kecamatan Bandung Kulon didorong menjadi destinasi wisata berbasis masyarakat…

4 jam ago

Curi Sepeda Motor di Parkiran Masjid di Bogor, 2 Maling Dihajar Massa

SATUJABAR, BOGOR--Aksi pencurian sepeda motor di parkiran masjid di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, digagalkan warga.…

4 jam ago

Rentenir Nyambi Jadi Pengedar Obat Keras di Sumedang Diringkus Polisi

SATUJABAR, SUMEDANG--Seorang rentenir 'bank keliling' di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, diringkus polisi karena nyambi menjadi…

5 jam ago

Ketika Fadli Zon Mengenang Seniman Nasirun

YOGYAKARTA - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, hadir dalam takziah yang diselenggarakan oleh keluarga maestro…

9 jam ago

Hari Jadi Kuningan 1 September 2026, Sekda: Lebih Khidmat, Lebih Meriah

KUNINGAN – Hari Jadi Kuningan 1 September, Pemerintah Kabupaten Kuningan sudah menyiapkan sejumlah program di…

9 jam ago

This website uses cookies.