(Foto: Humas BRIN)
SATUJABAR, JAKARTA – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengukuhkan lima Profesor Riset baru dari berbagai bidang kepakaran dalam Sidang Terbuka, di Auditorium Soemitro Djojohadikusumo, Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Rabu (10/12). Pengukuhan ini memperkuat posisi BRIN sebagai lembaga penggerak ilmu pengetahuan yang bertumpu pada riset mendalam dan kontribusi strategis para peneliti ahli utama.
Deputi Bidang Sumber Daya Manusia dan Iptek BRIN, Edy Giri Rachman Putra, menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil proses akademik yang panjang serta kontribusi ilmiah yang telah dibuktikan para peneliti. Ia menilai seluruh rekam jejak tersebut sebagai bagian penting dalam membangun fondasi pengetahuan nasional. Menurutnya, penemuan baru tidak mungkin berjalan tanpa kekuatan imajinasi, kreativitas, dan proses belajar yang konsisten.
Edy juga menekankan pentingnya akurasi, tanggung jawab, dan integritas dalam kerja ilmiah. “Riset harus mampu menunjukkan manfaatnya kepada masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban publik,” tuturnya dikutip dari keterangan Humas BRIN.
Ia menegaskan, penyampaian informasi yang akurat berbasis data ilmiah serta kemampuan menjelaskan manfaat riset merupakan peran kunci profesor riset dalam menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga riset nasional.
Prof. Nurul Dhewani Mirah Sjafrle dari Pusat Riset Kebijakan Publik, Organisasi Riset Tata Kelola Pemerintahan, Ekonomi, dan Kesejahteraan Masyarakat, membawakan orasi berjudul “Urgensi Pendekatan Social-Ecological System (SES) dalam Pengelolaan Ekosistem Lamun Indonesia”. Ia menekankan kebutuhan pendekatan terpadu dalam memahami dinamika sosial dan ekologi di wilayah pesisir.
Sementara itu, Prof. Made Hesti Lestari Tata dari Pusat Riset Ekologi, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, mengangkat orasi “Implementasi Teknik Paludikultur dalam Sistem Agroforestri untuk Restorasi Ekosistem Gambut”, yang menunjukkan paludikultur sebagai pendekatan strategis untuk memulihkan gambut terdegradasi.
Sedangkan Prof. Dieni Mansur dari Pusat Riset Kimia Molekuler, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material, memaparkan orasi “Optimalisasi Termokimia sebagai Solusi Strategis Konversi Biomassa menjadi Biofuel dan Bahan Kimia Berkelanjutan”, mengenai peluang biomassa sebagai sumber energi dan bahan kimia terbarukan.
Kemudian Prof. Evy Ayu Arida, dari Pusat Riset Sistem Biota, Organisasi Riset Hayati dan Lingkungan, menyampaikan orasi “Potensi Biawak Bagi Riset dan Pengembangannya di Indonesia” yang membuka ruang pengembangan penelitian biologi, ekologi, dan biomolekuler spesies biawak.
Terakhir, Prof. Sutrisno Salomo Hutagalung dari Pusat Riset Teknologi Lingkungan dan Teknologi Bersih, Organisasi Riset Energi dan Manufaktur, memaparkan orasi “Sistem Instrumentasi dan Kontrol pada Aplikasi Ultrasonik Terpadu dengan Proses Oksidasi Lanjut dan Generator Gelembung Nano untuk Pengolahan Air Limbah” yang menawarkan solusi teknologi pengolahan limbah yang lebih efektif melalui integrasi ultrasonik dan gelembung nano.
Edy menegaskan bahwa jumlah Profesor Riset BRIN kini telah mencapai 95 orang, termasuk lima yang dikukuhkan hari ini. Ia menyebut pencapaian tersebut sebagai kebanggaan bagi BRIN karena mencerminkan hadirnya sivitas terbaik dengan keragaman disiplin dan kepakaran yang luas.
Para profesor riset ini, menurutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung program prioritas Presiden Republik Indonesia, yaitu ketahanan pangan, energi, air, kesehatan, dan lingkungan. Ia menilai bahwa keberadaan para profesor riset membuka ruang kontribusi yang semakin kuat dalam menjawab tantangan nasional.
“Profesor riset harus menjaga marwah, kehormatan, dan integritas profesinya, serta terus menyampaikan informasi secara akurat berdasarkan data ilmiah dan menjaga nama baik institusi,” ujarnya.
Dengan pengukuhan ini, BRIN memperkuat fondasi pengetahuan nasional dan memastikan bahwa riset hadir sebagai pendorong kemajuan masyarakat serta pembangunan bangsa.
SATUJABAR, INDRAMAYU - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu memanfaatkan momentum Hari Pers Nasional (HPN)…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil Indonesia tunggal putri, Putri Kusuma Wardani terhenti langkahnya di babak…
SATUJABAR, NEW DELHI – Wakil tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie mampu mengatasi perlawanan pemain asal…
SATUJABAR, BANDUNG – Harga emas Antam Jum’at 16/1/2026 dikutip dari situs logammulia.com dijual Rp 2.675.000…
SATUJABAR, JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta penjelasan resmi dari Meta selaku penyelenggara…
JAKARTA – bank bjb dan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) secara resmi menandatangani…
This website uses cookies.