Berita

Ada Saja Modus Kejahatan, Pedagang Kampus Tel-U Jadi Korban QRIS Palsu

SATUJABAR, BANDUNG–Sejumlah pedagang di Pujasera depan Kampus Telkom University (Tel-U) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terkecoh stiker barcode pembayaran digital, QRIS palsu, hingga harus merugi. Stiker barcode QRIS palsu tersebut, diduga sengaja ditempel pelaku kejahatan menimpa barcode QRIS milik pedagang.

Ada saja modus kejahatan! Sebuah tayangan video stiker barcode pembayaran digital, QRIS palsu, yang telah merugikan sejumlah pedagang di Pujasera depan Kampus Telkom Universty (Tel-U) di Desa Sukapura, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung, viral di media sosial. Video tersebut dibagikan akun Instagram hingga menjadi pembicaraan di kalangan netizen, pedagang, dan mahasisiwa.

Hampir seluruh pedagang di Pujasera depan Kampus Tel-U, menerapkan pembayaran digital sistem barcode QRIS. Ada pelaku kejahatan diduga sengaja menempel stiker barcode QRIS palsu menimpa barcode QRIS milik para pedagang tertera di etalase kios.

Kasusnya terungkap pada akhir September 2025, saat para pedagang di gate, atau pintu keluar 2 Kampus Tel-U, mengetahui tidak menerima transaksi pembayaran selama beberapa waktu. Kios pedagang rata-rata dijaga pegawai, sehingga transaksi pembayaran digital melalui QRIS langsung masuk ke rekening pemiliknya.

Para pedagang yang menemukan ada kejanggalan, lalu mengecek dan mendapatkan stiker barcode QRIS palsu menempel menimpa barcode QRIS milik pedagang di hampir semua kios. Informasi para pedagang telah terkecoh barcode QRIS palsu, cepat menyebar di grup WhatsApp para pedagang, kemudian viral setelah diunggah ke media sosial.

Para pedagang harus mengalami kerugian mulai ratusan ribu hingga jutaan. Namun, kasusnya belum dilaporkan ke pihak kepolisian.

Kapolsek Dayeuhkolot, AKP Triyono mengaku, telah mengetahui adanya video viral terkait barcode QRIS palsu yang telah merugikan para pedagang di Pujasera Kampus Tel-U. Namun, belum ada pedagang yang telah menjadi korban datang melapor.

“Iya, sudah tahu ada video viral tersebut. Saat ini, kami sedang mengkonfirmasi kejadiannya ke para pedagang, karena belum ada korban yang datang melapor ke Polsek,” ujar Triyono, saat dikonfirmasi wartawan, Senin (13/10/2025).

Triyono memastikan, tetap akan menyelidiki kasus barcode QRIS palsu yang viral di media sosial dan telah merugikan para pedagang. Penempelan barcode QRIS palsu, diduga sengaja dilakukan pelaku kejahatan dengan tujuan untuk bisa mengalihkan transaksi pembayaran yang seharusnya masuk ke rekening milik pedagang.

Editor

Recent Posts

Satpam SPPG di Sukabumi Dikeroyok Gerombolan Bermotor, Polisi Buru Para Pelaku

SATUJABAR, SUKABUMI--Gerombolan bermotor kembali berulah. Kali ini, korban dari aksi brutalnya seorang satpam Satuan Pelayanan…

3 jam ago

Kredit Perempuan Prasejahtera Bunga 8% Flat, Pagu 15 Juta

Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS), yaitu skema kredit program yang menyediakan pembiayaan produktif dengan suku bunga/marjin…

3 jam ago

Indonesia Incorporated Butuh Konsolidasi Seluruh Kekuatan Nasional

SATUJABAR, CIKARANG - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh kekuatan nasional untuk mewujudkan kemandirian…

3 jam ago

Motor Listrik Nasional Diluncurkan Presiden Prabowo Kamis 13 Agustus 2026

SATUJABAR, BEKASI – Motor Listrik Nasional (MoLiNas) beserta ekosistem pendukungnya diresmikan Presiden Prabowo Subianto di…

4 jam ago

Panas Bumi Garut, Pemkab & DEN Dorong Akselerasi

SATUJABAR, GARUT – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Dewan Energi Nasional (DEN) mendorong percepatan pengembangan potensi…

5 jam ago

Program CID “WIRALODRA” Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan Raih Penghargaan ISRA Awards 2026

SATUJABAR, INDRAMAYU – Komitmen PT Pertamina Patra Niaga Kilang Balongan dalam menjalankan bisnis dengan tetap…

7 jam ago

This website uses cookies.