• Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video
Rabu, 21 Oktober 2026
No Result
View All Result
SATUJABAR
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media
No Result
View All Result
SATUJABAR
No Result
View All Result

KPSBU Lembang Sambut Kunjungan Kemenkop UKM

Editor
Kamis, 25 Januari 2024 - 04:35
KPSBU Lembang

KPSBU Lembang

SATUJABAR, BANDUNG – Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM (SesKemenKopUKM) Arif Rahman Hakim melakukan kunjungan kerja ke koperasi-koperasi di seluruh Indonesia salah satunya ke Koperasi Peternak Susu Bandung Utara (KPSBU) Lembang.

Hal itu untuk memperkuat dan mempertajam implementasi program pembangunan 500 Koperasi Modern 2020-2024,

RelatedPosts

Kemenperin Siapkan 100 Cocoa Doctor, Perkuat Ekosistemnya

Campuspreneur Award Bagi Wirausaha Muda Berprestasi

Coko Cacao Company, Dari Desa Ke Pasar Dunia

“Kita ingin melihat potret perkembangan bisnis koperasi, khususnya KPSBU, secara langsung di lapangan,” kata SesKemenKopUKM, Arif Rahman Hakim, saat berdialog dengan jajaran pengurus KPSBU di Kantor KPSBU Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (23/1).

Dari kunjungan seperti ini, Arif berharap mendapatkan informasi dan masukan mengenai hal-hal apa yang masih perlu dibenahi dan diperbaiki untuk mewujudkan koperasi modern. “Kemudian, kita juga bisa mengetahui, apa-apa saja yang masih perlu mendapat dukungan dari KemenKopUKM,” ucap SesKemenKopUKM.

Arif menjelaskan, proses modernisasi koperasi ini terbagi menjadi empat tahap. Yakni, fase permodelan, replikasi, masifikasi, pemantapan serta pengembangan lanjutan. Selain itu, setidaknya ada enam pendekatan umum untuk memodernisasi koperasi.

Yaitu, meliputi akses pembiayaan, fasilitasi kemitraan dan akses pemasaran, adopsi teknologi, serta restrukturisasi kelembagaan melalui amalgamasi. “Lalu spin off atau pemekaran usaha, hingga pengembangan model koperasi multipihak,” ucap Arif.

Untuk pendekatan fasilitasi kemitraan, SesKemenKopUKM mengatakan, hal itu dilakukan agar koperasi mendapat kepastian terkait akses pemasaran dimana produk-produk mereka ke depan sudah ada yang menyerap lewat kerja sama dengan pihak swasta.

Dan koperasi yang akan menjadi role model modernisasi ialah mereka yang sudah memiliki offtaker, seperti Koperasi Tani Hijau Makmur di Tanggamus, Lampung yang bergerak pada komoditas pisang cavendish dengan offtaker-nya PT Great Giant Pinneaple (GGP).

“Kita akan mengupayakan pola kemitraan antara koperasi susu dengan usaha besar dan industri susu. Langkah seperti ini juga untuk melindungi koperasi dan peternak sapi milik rakyat,” kata SesKemenKopUKM.

KemenKopUKM juga akan melakukan pendekatan lewat adopsi teknologi. Adanya dukungan teknologi, lanjut Arif, diperlukan pada aspek pabrikasi dalam rangka meningkatkan produktivitas sehingga ia terus mendorong koperasi masuk ke ekosistem digital. “Saya mendorong KPSBU Lembang bisa masuk ke dalam ekosistem digital, kemudian memperkuat digitalisasi,” kata Arif.

SesKemenKopUKM berharap KPSBU Lembang bisa memanfaatkan aneka program strategis KemenKopUKM dalam pengembangan kinerja dan usaha koperasi. Di antaranya, untuk meningkatkan kualitas SDM, kapasitas usaha, hingga jaringan pemasaran.

 

Produsen Susu

Dalam kesempatan yang sama, Ketua KPSBU Dedi Setiadi menjelaskan, KPSBU yang sudah berdiri sejak 1971 merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam bidang produsen susu (penjualan susu, pengumpulan susu dari peternak, dan pengolah susu). KPSBU ini memiliki tiga unit usaha, yakni KPSBU mengolah susu pasteurisasi, susu murni, dan yoghurt.

Saat ini, kata Dedi, KPSBU Lembang sudah memiliki lebih dari 3.466 anggota aktif dari total 7.144 anggota, dengan jumlah sapi sebanyak 18.612 ekor. Anggota KPSBU Lembang adalah peternak yang minimal memiliki 3-4 ekor sapi yang berada di wilayah kerja  di Provinsi Jawa Barat.

“Peternak anggota KPSBU Lembang tersebar di Kabupaten Bandung Barat seperti Lembang, Parongpong, Cisarua, Ngamprah, dan Kabupaten Subang seperti Ciater dan sekitarnya,” ucap Dedi.

Dedi menjelaskan, bisnis utama KPSBU Lembang adalah produksi susu. KPSBU Lembang menampung susu yang dihasilkan sapi para peternak anggota KPSBU lembang (rata-rata 100 ribu liter/hari).

Setelah dilakukan pengecekan di lab KPSBU, susu kemudian didinginkan di Cooling Unit yang selanjutnya dikirimkan ke Industri Pengolahan Susu (IPS) dan sebagian diolah menjadi produk olahan susu Freshtime KPSBU.

“Untuk pakan ternak, kami melakukan kerja sama lahan dengan Perhutani seluas 200 hektare. Koperasi juga memberikan layanan penyediaan pakan konsentrat sebanyak 60 ton perhari,” ujar Dedi.

Tags: KemenkopKPSBU Lembang

Related Posts

Biji kakao,harga referensi kakao

Kemenperin Siapkan 100 Cocoa Doctor, Perkuat Ekosistemnya

Editor
20 Oktober 2026

JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kolaborasi lintas sektor guna meningkatkan produktivitas, keberlanjutan, dan daya saing industri kakao nasional....

Menteri Perdagangan Budi Santoso.(Foto: Humas Kemendag)

Campuspreneur Award Bagi Wirausaha Muda Berprestasi

Editor
19 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Perdagangan mengapresiasi wirausaha muda berprestasi melalui Campuspreneur Award 2026 pada Minggu, (18/10) di Indonesia Convention Exhibition (ICE)...

Coko Cacao Company.(Foto: Humas Kemendag)

Coko Cacao Company, Dari Desa Ke Pasar Dunia

Editor
19 Oktober 2026

TANGERANG - Di balik secangkir minuman cokelat Coko Cacao Company, tersimpan perjalanan panjang biji kakao dari kebun petani hingga menjadi...

Menteri Perdagangan Budi Santoso di salah satu stan UMKM Kriya di The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft) Vol. 5 October 2026 Youthpreneurs di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Rabu, (7/10).(Foto: Humas Kemendag)

4 Juta UMKM Didorong Siap Ekspor Lewat Campuspreneur

Editor
17 Oktober 2026

TANGERANG - Kementerian Perdagangan memperkuat peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda berorientasi ekspor melalui Seminar Campuspreneur “Startconnect – Local...

PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam Scientia Asia, ke Brunei Darussalam sebanyak satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai Rp238 juta.

Pelindo Lepas Ekspor Produk UMK Binaan ke Brunei

Editor
14 Oktober 2026

BOGOR - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo melepas ekspor produk UMK (Usaha Mikro dan Kecil) binaan Pelindo, PT Alam...

Mendag Busan saat membuka Franchise & License Expo Indonesia (FLEI) ke-27 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) Pantai Indah Kapuk (PIK 2), Kosambi, Tangerang, pada Jumat (9/10).(Foto: Humas Kemendag)

Mendag Busan Ajak Generasi Muda Jajaki Usaha Waralaba

Editor
10 Oktober 2026

JAKARTA - Menteri Perdagangan Budi Santoso mengajak generasi muda untuk menjajaki bisnis waralaba sebagai salah satu pilihan dalam memulai usaha....

Category

  • Berita
  • Gaya Hidup
  • Headline
  • Opini
  • Pilihan
  • Sport
  • Tutur
  • UMKM
  • Uncategorized
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2022 SATUJABAR.COM

No Result
View All Result
  • Berita
  • Tutur
  • UMKM
  • Gaya Hidup
  • Sport
  • Video

© 2022 SATUJABAR.COM

Login to your account below

Forgotten Password?

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.