JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana yang berdampak pada masyarakat di beberapa wilayah Indonesia hingga Kamis (5/11) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan laporan Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi (Dit. Koordalops), kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terbaru terjadi di Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah.
Karhutla tersebut terjadi pada Rabu (4/11) di Desa Bintangor Mukti, Kecamatan Lembo. Peristiwa ini mengakibatkan lahan seluas 5,5 hektare terdampak kebakaran.
Menindaklanjuti kejadian tersebut, BPBD Kabupaten Morowali Utara menerjunkan tim reaksi cepat (TRC) untuk melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan aparatur desa setempat. BPBD turut menyiapkan mobil tangki air untuk mendukung upaya pemadaman oleh tim gabungan.
Hingga laporan diterima, tim gabungan masih melakukan pemantauan, pemadaman, dan pendinginan di lokasi kejadian.
Selain karhutla, BNPB mencatat perkembangan penanganan kekeringan yang menyebabkan krisis air bersih di Kabupaten Klaten, Provinsi Jawa Tengah.
Untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat terdampak, BPBD setempat kembali menyalurkan bantuan pada Rabu (4/11). Sebanyak tujuh tangki atau setara 35.000 liter air didistribusikan kepada 537 kepala keluarga (KK) atau 1.314 jiwa.
Penyaluran bantuan tersebut menjangkau tiga desa. Desa Bawak menerima dua tangki, Desa Burikan di Kecamatan Cawas menerima satu tangki, sedangkan Desa Krakitan di Kecamatan Bayat menerima dua tangki.
Kekeringan di Kabupaten Klaten telah berlangsung sejak Juni 2026 dan menyebabkan krisis air bersih. Kondisi tersebut dipicu oleh musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada 15 desa di tujuh kecamatan. Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah masyarakat terdampak mencapai 19.588 jiwa atau 5.775 KK.
BNPB turut melaporkan perkembangan penanganan banjir di Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh, yang terjadi pada Rabu (28/10). Banjir tersebut berdampak pada tiga gampong atau desa, yakni Gampong Lhok Raya dan Cot Bayu di Kecamatan Trumon Tengah serta Gampong Padang Harapan di Kecamatan Trumon. Jumlah warga terdampak tercatat sebanyak 222 KK atau 794 jiwa.
Berdasarkan laporan BPBD setempat pada Rabu (4/11), genangan banjir yang sebelumnya merendam rumah warga berangsur surut. Meski demikian, tim gabungan masih bersiaga dan memantau perkembangan tinggi muka air di wilayah terdampak.
Dalam penanganan dampak banjir, BPBD setempat juga menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang masih mengungsi. Bantuan disalurkan ke dua titik pengungsian, yakni Kompi Brimob di Gampong Lhok Raya yang menampung 40 KK serta Masjid Cot Bayu di Gampong Cot Bayu dengan jumlah pengungsi sebanyak 18 KK.
Menyikapi kejadian karhutla tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah daerah perlu memperkuat kesiapsiagaan, mengawasi aktivitas pembukaan lahan agar tidak dilakukan dengan cara membakar, serta mengoptimalkan langkah mitigasi untuk mengurangi risiko karhutla.
Masyarakat di wilayah terdampak karhutla diimbau menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, masyarakat diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, membakar sampah di area rawan kebakaran, maupun membuang puntung rokok sembarangan.
Menjelang peralihan musim dan meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi basah, pemerintah daerah bersama masyarakat perlu meningkatkan kesiapsiagaan dengan membersihkan saluran air dan drainase secara gotong royong guna menjaga kelancaran aliran air. Kegiatan susur sungai untuk kepentingan pemantauan harus berada di bawah pengawasan petugas BPBD dengan tetap mengutamakan keselamatan.
Masyarakat juga perlu mengenali jalur evakuasi dan lokasi aman, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhan selama minimal tiga hari. Sementara itu, pemeriksaan kondisi bendungan perlu dikoordinasikan dengan instansi berwenang dan dilakukan oleh petugas yang kompeten.







