MAKASSAR – Kementerian Kebudayaan terus mendorong penguatan ekosistem musik Indonesia melalui penyelenggaraan Konferensi Musik Indonesia (KMI) 2026 di Makassar. Rangkaian kegiatan hari keenam di kawasan Fort Rotterdam menghadirkan berbagai agenda yang berfokus pada pengembangan kapasitas dan profesionalisme pelaku musik, mulai dari kelas musik, diskusi mengenai kurasi festival, persiapan konser dan tur, hingga pembahasan identitas visual dalam industri musik.
Salah satu agenda yang berlangsung adalah Lokakarya bertajuk Bass Masterclass bersama Lola Frichet, musisi sekaligus pendiri More Women on Stage dari Prancis. Kelas ini menghadirkan ruang pembelajaran mengenai permainan bass dan pengembangan keterampilan musikal melalui pengalaman serta perspektif praktisi musik. Kehadiran Lola Frichet juga membawa perspektif internasional mengenai perkembangan musisi perempuan dan partisipasinya dalam industri musik.
Selanjutnya, lokakarya kedua bertajuk Concert and Tour Preparation menghadirkan Julia Ronget dari More Women on Stage. Sesi ini membahas berbagai aspek persiapan penyelenggaraan konser dan tur musik, termasuk perencanaan serta pengelolaan pertunjukan secara profesional.
Selain lokakarya, hari keenam penyelenggaraan KMI 2026 ini menghadirkan diskusi mengenai pengelolaan festival dan pengembangan identitas visual dalam industri musik. Diskusi bertajuk Dissecting the Art of Festival Curation menghadirkan Hydhir Ramli dari Baybeats/Esplanade, Singapura; Arsita Pinandita dari Cherrypop; serta Ardy Siji dari Rock in Celebes, dengan Rifa sebagai moderator. Pembahasan berfokus pada proses kurasi festival, mulai dari penyusunan program, pemilihan penampil, hingga pembentukan karakter dan identitas sebuah festival. Sementara itu, diskusi Music Visual Articulation: Visual Branding & Merchandise menghadirkan Miska dari Fan & Makers, Much Faisal Amin dari Hook Studio, serta Abi Habibie dari Chambers Record, dengan Brandon dari Makassar sebagai moderator. Sesi ini mengangkat peran identitas visual dan branding dalam membangun karakter musisi maupun produk musik, sekaligus memperkuat hubungan antara karya dan audiens.
Rangkaian kegiatan turut dilanjutkan dengan gelaran Rock in Celebes 2026 di kawasan Fort Rotterdam. Festival ini menghadirkan empat panggung, yakni Fort Stage, Turtle Stage, Bastion Stage, dan Heritage Stage, dengan penampilan sejumlah musisi dan kelompok musik, di antaranya Frontxside, Grrrl Gang, Dongker, Ephemeral Queen, dan East Roots Dub, serta sejumlah penampil lainnya. Kehadiran Rock in Celebes dalam rangkaian KMI turut memperluas ruang pertunjukan dan apresiasi bagi musisi serta komunitas musik, sekaligus memperkuat keberadaan festival musik sebagai bagian dari perkembangan ekosistem musik di daerah.
Rangkaian program publik dan festival musik dalam KMI 2026 turut dihadiri oleh para insan musik dari berbagai daerah di Indonesia, komunitas musik Makassar dan sekitarnya, serta narasumber dan pelaku industri musik internasional yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Melalui penyelenggaraan rangkaian KMI 2026, Kementerian Kebudayaan turut mendukung pelaksanaan hasil Konferensi Musik Indonesia 2026 yang tertuang dalam Memorandum of Collaboration (MoC). Dukungan tersebut diwujudkan melalui pengembangan kapasitas, peningkatan profesionalisme, perluasan jejaring, serta penyediaan ruang ekspresi dan apresiasi bagi para pelaku musik sebagai bagian dari penguatan ekosistem musik nasional.







