JAKARTA – Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengapresiasi penyelenggaraan Jakarta World Cinema (JWC) 2026 sebagai salah satu ruang penting untuk mempertemukan sineas Indonesia dengan pelaku perfilman internasional. Kehadiran festival film edisi kelima ini dinilai membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati beragam karya sinema dunia sekaligus memperluas jejaring dan kolaborasi perfilman nasional di tingkat internasional.
Dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan JWC 2026 di CGV Grand Indonesia, Jakarta, Menbud menyampaikan bahwa pemerintah mendukung penuh berbagai upaya pemajuan kebudayaan, termasuk melalui penyelenggaraan festival film yang menghadirkan karya-karya berkualitas dari berbagai negara. Menurutnya, JWC memiliki peran strategis karena memberikan akses kepada masyarakat terhadap film-film yang relatif jarang ditayangkan di bioskop atau ruang pemutaran lainnya di Indonesia.
“Festival seperti Jakarta World Cinema menjadi platform yang sangat penting untuk membangun jejaring, terutama antara sineas dan produser Indonesia dengan pelaku perfilman internasional. Melalui pertemuan dan pertukaran karya seperti ini, kita berharap ekosistem perfilman nasional semakin berkembang dan film-film Indonesia memiliki kesempatan lebih luas untuk dikenal di dunia,” ucap Menbud melalui keterangan resminya.
Lebih lanjut, Menbud mengapresiasi keberagaman program yang dihadirkan JWC 2026, termasuk pemutaran film-film yang memiliki rekam jejak di festival internasional seperti Berlin International Film Festival, Cannes Film Festival, dan Venice International Film Festival. Dirinya juga menyoroti kehadiran film-film Indonesia hasil restorasi, seperti Tiga Dara dan Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan kembali warisan sinema nasional kepada generasi masa kini.
Menurut Menbud, pelestarian film klasik melalui restorasi dan pemutaran kembali merupakan bagian penting dalam menjaga ingatan serta sejarah perfilman Indonesia. Di sisi lain, festival film internasional juga dapat menjadi ruang bagi sineas Indonesia untuk memperluas wawasan, membangun kolaborasi, dan memperkenalkan karya-karya mereka kepada penonton dunia.
“Film Indonesia saat ini telah menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Pangsa pasar film nasional telah mencapai 67 persen dan ini merupakan capaian yang harus kita jaga bersama. Ke depan, kita juga ingin semakin banyak film Indonesia yang tampil dan mendapat apresiasi di festival-festival internasional,” tambah Menbud.
Executive Director Jakarta World Cinema 2026, Frederica, menyampaikan bahwa festival ini tidak hanya menjadi perayaan pemutaran film, tetapi juga ruang untuk mempertemukan beragam cerita dan perspektif dari berbagai belahan dunia. Ia berharap kehadiran JWC dapat memperkaya pengalaman penonton sekaligus memperkuat hubungan antarpelaku perfilman lintas budaya.
“Film memiliki kekuatan luar biasa untuk menghubungkan, menginspirasi, dan melampaui batas-batas budaya. Melalui Jakarta World Cinema, kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menikmati keberagaman cerita, perspektif, dan keajaiban sinema dari berbagai negara,” ujar Frederica.
Jakarta World Cinema 2026 merupakan penyelenggaraan edisi kelima festival film internasional yang menghadirkan 207 film dari 69 negara, termasuk 120 film yang meraih penghargaan di berbagai festival film internasional. Festival yang diinisiasi oleh KlikFilm ini berlangsung secara luring di CGV Grand Indonesia, Jakarta, pada 31 Oktober hingga 7 November 2026, serta secara daring melalui platform KlikFilm hingga 21 November 2026.
Selain pemutaran film, JWC 2026 juga menghadirkan sejumlah program pendukung, seperti masterclass, film talk, hingga KlikFilm Short Movie Competition. Tahun ini, penyelenggaraan JWC juga diperluas ke Bandung dan Malang pada 14–21 November 2026 sebagai upaya menjangkau lebih banyak penonton dan memperluas akses masyarakat terhadap film-film pilihan dari berbagai negara.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Duta Besar Rumania untuk Indonesia, Dan Adrian Bălănescu; CEO CGV Indonesia, Mark Nah; serta para insan film Indonesia. Turut mendampingi Menteri Kebudayaan, Direktur Pengembangan Budaya Digital, Insan Abdirrohman; dan Direktur Bina Sumber Daya Manusia, Lembaga, dan Pranata Kebudayaan, Syukur Asih Suprojo.
Menutup sambutannya, Menbud berharap penyelenggaraan Jakarta World Cinema 2026 dapat terus berlangsung secara konsisten dan menjadi bagian dari upaya memperkuat perfilman nasional, baik dari sisi apresiasi masyarakat maupun perluasan jejaring internasional. Dirinya juga menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendukung promosi film Indonesia di berbagai festival dunia.
“Kita ingin film Indonesia tidak hanya kuat di negeri sendiri, tetapi juga semakin dikenal dan mendapat tempat di tengah perfilman dunia. Upaya ini merupakan bagian dari pemajuan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia,” pungkas Menbud Fadli Zon.







