JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengerahan armada udara serta pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Di tengah upaya pemadaman karhutla tersebut, BNPB mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersiap menghadapi potensi bencana hidrometeorologi basah seiring munculnya Bibit Siklon Tropis 91B dan peralihan musim kemarau ke musim hujan. Hal ini disampaikan oleh Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Ph.D., dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (29/10).
Berdasarkan data BNPB hingga Kamis (29/10), tercatat sebanyak 2.236 kejadian bencana di Indonesia. Bencana hidrometeorologi mendominasi dengan persentase 99,19%, sedangkan bencana geologi sebesar 0,81%. Urutan bencana terbanyak meliputi karhutla (1.040 kejadian), banjir (590 kejadian), cuaca ekstrem (340 kejadian), kekeringan (125 kejadian), dan tanah longsor (109 kejadian).
Untuk memaksimalkan pemadaman karhutla, BNPB telah menyiagakan 59 unit armada udara, Kamis (29/10). Armada tersebut terdiri atas 24 unit patroli/CASA/OMC dan 35 helikopter water bombing. Dari total 59 unit tersebut, sebanyak 40 unit milik BNPB, 15 unit milik TNI, dan 4 unit milik pihak lain. Sebanyak 52 unit ditempatkan di enam provinsi prioritas dengan rincian: Kalimantan Selatan (14 unit), Kalimantan Tengah (10 unit), Sumatera Selatan (10 unit), Kalimantan Barat (9 unit), Jambi (5 unit), dan Riau (4 unit). Sementara itu, 7 unit lainnya tersebar di luar provinsi prioritas, yaitu Jawa Timur (2 unit), Lampung (2 unit), Kalimantan Timur/IKN (1 unit), Papua Selatan (1 unit), dan Papua Barat Daya (1 unit).
Selain kesiapan armada, upaya preventif dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilaksanakan pada Rabu (28/10). OMC mencatat 16 sorti penerbangan dengan total 22.600 kilogram bahan semai (dry ice dan NaCl). Rinciannya, di Kalimantan Tengah dilaksanakan 8 sorti dengan 11.700 kg bahan semai (menyasar Kotawaringin Barat dan Seruyan/TNTP). Di Sumatera Selatan dilaksanakan 8 sorti dengan 10.900 kg bahan semai (menyasar wilayah timur hingga tenggara Palembang). Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah, termasuk di Banjarmasin, Banjarbaru, Cengal, dan Pangkalan Jerambah.
Secara keseluruhan, luas lahan dalam penanganan karhutla di berbagai provinsi tercatat sebagai berikut: Kalimantan Timur (169 ha), Sulawesi Tengah (85 ha), Sulawesi Tenggara (56 ha), Sulawesi Selatan (50 ha), Maluku (31 ha), Maluku Utara (23 ha), Nusa Tenggara Timur (10 ha), Gorontalo (4 ha), Kalimantan Selatan (4 ha), dan Jawa Timur (2 ha), dengan total 434 ha. Jika digabungkan dengan Papua Selatan sebesar 161,5 ha, total luas lahan dalam penanganan mencapai 595,5 ha.







