BOGOR – Indonesian Basketball League (IBL) terus meningkatkan kualitas perangkat pertandingan menjelang kompetisi musim 2027 melalui program Referee Development. Sebanyak 41 wasit dipersiapkan melalui serangkaian pelatihan yang mencakup peningkatan kemampuan teknis, kesiapan fisik, pemahaman peraturan, hingga komunikasi dalam bahasa Inggris.
Ketua Komite Perangkat Pertandingan IBL, Harja Jaladri, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan seluruh wasit memiliki kesiapan optimal saat memimpin pertandingan pada musim mendatang.
“Total ada 41 wasit yang kami persiapkan. Mereka terdiri dari wasit yang sudah bertugas pada musim sebelumnya serta beberapa wasit potensial yang baru bergabung,” ujar Harja melalui keterangan resmi.
Menurut Harja, peningkatan kualitas wasit dilakukan melalui tiga aspek utama, yakni kesiapan fisik, penguasaan peraturan dan kemampuan teknis, serta praktik langsung di lapangan.
Dari sisi fisik, seluruh wasit telah menjalani tes awal untuk mengetahui kondisi masing-masing. Hasil tes tersebut menjadi dasar penyusunan program latihan agar para wasit mampu tampil dalam kondisi prima sepanjang musim kompetisi.
Sementara dari aspek pengetahuan, IBL menggelar webinar rutin setiap pekan dengan melibatkan para referee coach. Materi yang diberikan mencakup pemahaman peraturan FIBA, mekanisme perwasitan, pengelolaan pertandingan, hingga pengambilan keputusan di lapangan.
“Kami tidak hanya mengembangkan kemampuan wasit, tetapi juga para referee coach. Mereka bersama-sama menyiapkan materi dan terlibat dalam proses pembelajaran agar kualitas perangkat pertandingan terus meningkat,” jelas Harja.
Kemampuan Bahasa Inggris Jadi Perhatian
Salah satu fokus penting dalam program tahun ini adalah peningkatan kemampuan komunikasi wasit menggunakan bahasa Inggris, khususnya saat berinteraksi dengan pemain dan pelatih asing.
Harja mengakui bahwa kemampuan komunikasi menjadi bagian penting yang harus terus ditingkatkan untuk mendukung kelancaran pertandingan.
“Kami juga memiliki program peningkatan kemampuan berbahasa dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Ini menjadi salah satu perhatian kami dalam pengembangan wasit,” ungkapnya.
Selain pelatihan, para wasit mendapatkan kesempatan menerapkan materi melalui sejumlah pertandingan, termasuk IBL All Indonesian 2026, turnamen pramusim, dan tune-up game menjelang musim 2027.
IBL Bersiap Terapkan Peraturan FIBA 2026
Program pengembangan wasit juga mencakup persiapan penerapan pembaruan peraturan FIBA 2026. IBL berencana mulai menguji penerapan aturan tersebut pada pertandingan tune-up game sebelum diberlakukan pada musim reguler 2027.
“Kami akan memberikan pembekalan kepada wasit sekaligus melakukan sosialisasi kepada tim mengenai perubahan peraturan 2026. Rencananya, aturan tersebut mulai kami uji coba saat tune-up game dan diterapkan pada regular season 2027,” kata Harja.
Sebagai tahap akhir persiapan, IBL juga menjadwalkan Referee Camp yang mempertemukan para wasit terpilih untuk menjalani evaluasi dan pemantapan aspek teknis maupun nonteknis.
Melalui program pengembangan yang berkelanjutan ini, IBL berharap kualitas kepemimpinan pertandingan semakin meningkat, sekaligus menghadirkan kompetisi yang lebih profesional, konsisten, dan berintegritas pada musim 2027.





