BANDUNG – Makam-makam bersejarah merupakan bagian dari memori kolektif bangsa yang berharga. Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat melakukan ziarah budaya ke Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II. Ziarah ini merupakan bentuk penghormatan atas dedikasi dan jasa beliau sebagai Pendiri Kota Bandung sekaligus Bupati Bandung ke – VI (1794 0 1829).
Situs Makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II memiliki lokasi yang strategis, di belakang Masjid Raya Bandung atau kawasan Alun-Alun Bandung. Tepatnya beralamat di Jalan Dalem Kaum, Kelurahan Balonggede, Kecamatan Regol, Kota Bandung, Jawa Barat. Selain menjadi tempat peristirahatan R.A. Wiranatakusumah II, kompleks makam ini juga menjadi persemayaman bagi keluarga besar dan para keturunannya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa makam pendiri Kota Bandung, Raden Adipati Wiranatakusumah II, memiliki peluang untuk diusulkan dari Cagar Budaya Tingkat Kota menjadi Cagar Budaya Nasional. Langkah ini dinilai penting guna mengabadikan rekam jejak perjuangan dan pengabdian RA Wiranatakusumah II yang secara historis memindahkan pusat pemerintahan dari kawasan Dayeuhkolot ke wilayah Kota Bandung saat ini pada abad ke-19.
“Situs makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II adalah salah satu juga cagar budaya tingkat kota dan bisa ditingkatkan menjadi Cagar Budaya Nasional. Jejak dan pengabdian beliau ini luar biasa untuk mendirikan Kota Bandung, memindahkan Dayeuhkolot ke Kota Bandung yang ada sekarang. Sehingga Bandung berkembang menjadi sebuah kota yang sekarang umurnya sudah 216 tahun ,” ungkap Menbud Fadli Zon dilansir laman Kemenbud.
Lebih lanjut, Menbud menegaskan bahwa keberadaan makam dan situs-situs peninggalan sejarah ini bukan sekadar warisan fisik, melainkan bagian dari memori kolektif yang sangat berharga bagi warga Bandung maupun masyarakat Indonesia secara luas.
“Tentu kita menghargai situs-situs ini, semoga bisa kita rawat, kita lindungi, dan memang makam-makam yang merupakan makam bersejarah ini juga menjadi satu memori kolektif, terutama bagi warga Bandung, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke Bandung bisa melihat secara langsung. Selain itu, posisinya juga strategis di belakang Masjid Agung.” imbuhnya.
Ke depan, Menbud berharap pelestarian dan perawatan kawasan cagar budaya Situs makam Raden Adipati Wiranata Koesoemah II dapat terus diperkuat sehingga generasi penerus dapat senantiasa mengenang jasa sosok inisiator pembangunan Kota Bandung tersebut.
Hadir mendampingi Menbud dalam ziarah ini, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswaty.
Melalui kunjungan tersebut, Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelestarian situs-situs cagar budaya sebagai bagian dari memori kolektif bangsa. Langkah ini menjadi fondasi penting agar rekam jejak para tokoh pelopor kebudayaan tetap hidup, menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat, serta memperkokoh upaya pemajuan kebudayaan Indonesia agar tetap lestari.






